Terima kasih Pak Yanto atas kesannya. Sebenarnya sih
 saya berharap kesan saya pada beliau adalah tidak benar,
 tetapi pengamatan saya berkata sebaliknya.

 Salam,
 bRidWaN

At 06:31 PM 9/19/99 +0700, J.Sujanto wrote:
> Bung Ridwan,
> saya mendapat kesan, bahwa anda cukup obyektif mengenai 
> sikap politik AR dan memang tidak ada kesan bahwa anda 
> membencinya.
> Saya sendiri mendapat kesan yang sama dengan anda!
> J.Sujanto

---------
>From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 19 September 1999 15:00 PM
>>
>> Terima kasih kepada Bapak Bapak disini atas
>> tanggapan dan saran/masukannya.
>>
>> Sebenarnya ada yang keliru mengenai 'kebencian'
>> saya terhadap AR. Tidak ada benci membenci, dan
>> itu sangat dilarang oleh Agama.
>>
>> Saya selama ini hanya 'mempertanyakan' segala
>> sepak terjang AR yang seolah-olah terkesan
>> "pro Reformasi", padahal menurut saya justru
>> "pro Status-quo".
>>
>> Memang beliau habis2-an menghujat Pak Harto kala
>> itu (seperti Sri Bintang juga melakukan hal yang
>> sama), tetapi apakah itu berarti beliau anti
>> Status-quo ?
>>
>> Itupun pendapat pribadi saya dan itupun belum
>> tentu benar. Hanya dari hari kehari koq saya
>> melihatnya semakin menjadi kenyataan ?
>>
>>
>> Salam,
>> bRidWaN
---------------------------------
>>At 02:17 PM 9/19/99 +0700, J.Sujanto wrote:
>>
>> >Turut nimbrung, Bung semuanya,
>> >Saya berusaha untuk tidak membenci/kontra/cinta/mengkultuskan
>> >person; tetapi yang menjadi ukuran saya adalah ucapan dan
>> >perbuatannya.
>> >
>> >Bisa suatu saat dia (siapa saja) berucap dan berbuat baik untuk
>> >rakyat banyak, suatu saat lainnya person yang sama berbuat dan
>> >berucap yang tidak baik untuk rakyat. Dalam prakteknya : ucapan
>> >yang tidak baik, saya tentang atau diamkan; dan sebaiknya yang
>> >menguntungkan rakyat, saya dukung atau diamkan; personnya tetap
>> >bersahabat baik!
>> >
>> >Tolak pangkal pandangan tsb. adalah adanya Hukum Alam
>> >tentang Perobahan :
>> >
>> >   1. berobah tempat
>> >   2. berobah bentuk
>> >   3. berobah menurut waktu
>> >   4. berobah sifat/kwalitas.
>> >
>> >Yang sangat penting adalah pertanyaan; "apakah konsisten untuk
>> >kebaikan rakyat ataukah hanya kepentingan intersest pribadinya
>> >sendiri?"
>> >Karena strategi dan taktik sangat terikat-situasi stuatiegebonheid/
>> >situation gebundenkeit), sehingga sangat sulit untuk memberi
>> >penilaian yang objektif dan tepat; apalagi jika yang menilai
>> >sudah "berwarna tertentu"!
>> >
>> >Dan perobahan tsb. jalan terus menerus ( panta rei ).
>> >
>> >Soal yang dimaksudkan "intelectual minority" mungkin "the
>> >intelectuals yang merupakan middle class" dalam suatu masyarakat
>> >bernegara dan independent.
>> >
>> >Memang kita masih kurang "menciptakan" middle class semacam itu.
>> >Sepatutnya mass-media kita "jeli" untuk mengkatrol mereka yang
>> >baik dari middle class tsb. ke permukaan, sehingga bisa jadi
>> >panutan masyarakat, ump. Bung kita RIDWAN.
>> >
>> >Mungkinkah melalui internet bisa kita "ciptakan" kelompok
>> >intelectuals semacam itu???
>> >Insya Allah.
>> >
>> >Salam mengabdi rakyat,
>> >J.Sujanto


-------------------------------------
>>>From: Ahmad Dimpu <[EMAIL PROTECTED]>
>>>Sent: 19 September 1999 12:48 PM
>>>
>>>
>>>---bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>>
>> >> > Terima kasih Pak Ahmad atas nasihatnya, bagaimanapun
>> >> > saya senang dengan membaca apa-apa yang anda tulis.
>> >> >
>> >> > Cuma satu yang saya mau tanya, siapa yang sudah
>> >> > masuk
>> >> > kalangan 'intelectual minority' tersebut ?
>> >
>> >> Kalangan PIONEER dalam bidangnya, biasanya kalangan ini hanya 
>> >> terdiri dari sebagian kecil masyarakat bangsa. Dan biasanya 
>> >> ide awal mereka itu selalu tidak disukai oleh masyarakat awam 
>> >> lebih-lebih pemerintah.
>> >>
>> >> Contoh : Kalangan priyayi Jawa yang mendirikan Budi Utomo, yang 
>> >> menjadi cikal bakal Nasionalisme Indonesia. "minority" karena 
>> >> kelompok ini hanyalah golongan kecil dari bangsa yang besar
>> >> (Indonesia) waktu itu. Dan kelompok ini lah yang jadi pioneer, 
>> >> kelompok pembawa perubahan.
>> >
>> >
>> >> > Tentunya bukan tokoh yang sedang kita bicarakan,
>> >> > bukan ?
>> >
>> >> Soal AR, Saya tidak tahu persis bung apakah dia masuk dalam 
>> >> golongan ini, Tapi begini bung Ridwan, saya sarankan sebaiknya 
>> >> kita tidak membenci seorang tokoh berlebihan, kita tidak tahu 
>> >> mungkin 50 atau 100 tahun lagi ide-ide nya malah jadi trend.
>> >
>> >> > Salam,
>> >> > bRidWaN

....................................................
>> >> > At 02:50 AM 9/17/99 -0700, Ahmad Dimpu wrote:
>> >> >
>> >> > >Jangan kecil hati bung Ridwan, karena mungkin anda
>> >> > >itu masih berada dalam kelompok "asli" orang awam,
>> >> > >alias hanya orang biasa-biasa saja.
>> >> > >
>> >> > >Jadi perasaan seperti itu biasa kok terjadi dalam
>> >> > >diri kita, terutama dalam menilai orang lain.
>> >> > >
>> >> > >Dasar kita menyukai orang lain kan kalau kita
>> >> > >merasa bahwa pemikiran-pemikiran nya seirama
>> >> > >dengan pendirian kita.
>> >> > >
>> >> > >Jadi jangan kecil hati bung bRidwan, mungkin anda
>> >> > >masih termasuk dalam orang yang cara berfikirnya
>> >> > >awam tadi, seperti saya juga, jadi belum termasuk
>> >> > >dalam dalam "intelectual minority", biasanya
>> >> > >kalanganini("intelectual minority")lah yang akan
>> >> > >membawa perubahan besar dalam sejarah suatu
>> >> > >bangsa, seperti yang telah dilakukan Voltaire,
>> >> > >Montesque, James Watt, Sumpah pemuda, dsb. Ide-
>> >> > >ide mereka baru bisa diterima setelah puluhan
>> >> > >tahun, bahkan ratusan tahun kemudian.
>> >> > >
>> >> > >Apa yang akan saya katakan, juga anda katakan
>> >> > >seandainya saya/anda beruntung bisa hidup sejaman
>> >> > >dengan Montesque, Voltaire, dst???
-----------------------------------------------------------

>>>>>>-- bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>>>>>
>> >> > >> AR memang Pahlawan, setidaknya sampai hari ini.
>> >> > >> (Tapi ini menurut pendukung dan simpatisan PAN
>> >> > >> lho !)
>> >> > >>
>> >> > >> Saya engga tahu apakah keyakinan saya mengenai
>> >> > >> tokoh ini benar adanya, tetapi saya pun heran
>> >> > >> mengapa sejak dulu saya tidak pernah mempercayai
>> >> > >> tokoh ini, apalagi sejak beliau bergabung dengan
>> >> > >> suatu organisasi cendekiawan Islam.
>> >> > >>
>> >> > >> Entah siapa yang bisa merubah sudut pandang saya
>> >> > >> yang sempit ini, mungkin keadaanlah yang akan
>> >> > >> merubah saya nanti.
>> >> > >>
>> >> > >> Salam,
>> >> > >> bRidWaN
----------------------------------
>>>>At 09:30 AM 9/17/99 +0700, [EMAIL PROTECTED] wrote:
>> >> > >> Pada awal- awal..nya memang..... wooow..
>> >> > >> good..good...good.
>> >> > >> Belakangan ini...manuvernya mulai agak aneh-2,
>> >> > >> oh Pahlawan..........
>> >> > >> imam
---------------------------------------------
>>>>>>>"Jopie" <[EMAIL PROTECTED]> on 09/17/99 07:50:51AM
>> >> > >>>
>> >> > >>> Hebat-hebat...
>> >> > >>> Rupanya sekarang Amien Rais juga bergelar
>> >> > >>> pahlawan...

>>>>>>>>-----Original Message-----
>>>>>>>>ronny said.:
>>>>>>>>=====================================>
>> >> > >> >>respon utk sdr immam :
>> >> > >> >MR. AR memang "bpk reformasi" kita semua tahu
>> >> > >> >dan mengerti bahwa mr. AR benar benar
>> >> > >> >BPK REFORMASI INDONESIA kami pendukung
>> >> > >> >serta aktifis partai
>> >> > >> >ReFORMASI PAN , disayangkan ada sebagian
>> >> > >> >masyarakat kita masih menilai bahwa
>> >> > >> >MR. AR naik daun krn dombleng dengan aktivis
>> >> > >> >Mahasiswa yang notabene
>> >> > >> >berhasil menggulingkan ORDE KORUP/ORDE BARU
>> >> > >> >SOEHARTO.Kami tetap acungi
>> >> > >> >jempol dan tetap respect ke MR.AR bahwa dialah
>> >> > >> >SATU SATUNYA ORANG iNDONESIA
>> >> > >> >dari sekian ratus juta warga IND. yang benar
>> >> > >> >benar berani menyuarakan
>> >> > >> >aspirasi wong cilik utk menghajar rezim kita
>> >> > >> >yang diktator 32 th lamanya.
>> >> > >> >dan sdh terbukti sekarang siapa orang yg
>> >> > >> >berbobot dan punya kapabilitas utk
>> >> > >> >dijadikan satu satunya orang pemimpin
>> >> > >> >RI.dibanding calon dari PARPOL lAIN
>> >> > >> >YANG RAGU KITA akan kredibilitasnya,"BERJUANGLAH
>> >> > >> >TERUS PAHLAWANKU KAMI TETAP
>> >> > >> >DUKUNG TINDAKANMU UTK MISI "AMAR MARUF NAHI
>> >> > >> >MUNKAR""
 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke