Redaksi yang terhormat, Sebenarnya saya ingin sedikit menyampaikan pandangan atau persepsi saya secara pribadi atas keberadaan Pasukan Internasional Interfet yang berada di Timor-Timur, yang walaupun boleh dikatakan bahwa sekarang ini sudah bukan berada di wilayah resmi kedaulatan Republik Indonesia lagi, namun melihat kelakuan dan manufer tentara Interfet yang sangat arogan di wilayah ini memang cukup memprihatinkan. Apakah ini hanya pandangan saya saja yang salah atau memang demikian adanya menurut hasil pengamatan dari para pembaca atau para netter yang berada di Indonesia ini ? Kalau kita ikuti perkembangan Pasukan Perdamaian Interfet - PBB di wilayah Timor-Timur saat ini, terutama yang berasal dari Australia ini semakin hari kita rasakan kok seperti semakin kelihatan bagaimana kualitas dan ke-profesionalan yang sebenarnya. Sebenarnya kalau kita lihat lebih jauh lagi bahwa kemampuan peralatan tempur yang mereka pergunakan kita tidak dapat menyangsikan lagi yakni sudah sangat canggih dibandingkan dengan peralatan tempur yang dimiliki oleh tentara Indonesia, namun mental dan kualitas individu masing-masing tentara Interfet asal Australia tersebut masih belum bisa dikatakan cukup andal dan belum merupakan jaminan pula bahwa kemampuan mereka itu adalah juga sudah profesional. Mungkin secara individu mereka mahir menggunakan senjata tapi belum tentu mahir membedakan mana tentara musuh, mana rakyat atau mana yang menjadi teman. Mereka lebih mudah panik dalam menghadapi medan baru Timor-Timur yang belum mereka kenal dan hanya dengan bermodalkan pad informasi buta dari spionase amatiran atau informasi buta dari penduduk Timor-Timur yang asal comot tersebut, mereka sudah tidak bisa membedakan mana tentara Indonesia, mana gerombolan Falintil, mana itu pengungsi, dan sebagainya. Bagi mereka daripada beresiko akan terkena serangan atau tembakan terlebih dahulu dari lawan maka ( tanpa melakukan pengechekan dahulu ) lebih baik mereka secara membabi buta menyerang duluan daripada mati, dan tidak perduli apakah itu lawan atau kawan, sebab nanti kalau ada kesalahan maka urusan bisa diselesaikan belakangan, begitu pendapatnya. Paling banter dan gampangnya nanti Pimpinan Interfet asal Australia, Mayjen Pieter Cosgrove hanya cukup bilang minta ma'af atas kesalahan tentaranya didalam pembacaan denah peta yang berbeda tanggal terbitannya sehingga pada peta mereka tidak terlihat adanya garis perbatasan wilayah tersebut. Atau mereka cukup minta ma'af karena ada info dari gerombolan Falintil bahwa asrama TNI yang mereka serang itu katanya adalah markas tentara Pro-Integrasi sehingga mereka langsung menyerbu tanpa menlakukan pengechekan terlebih dahulu. Kemudian pada cerita lain dimana peristiwa tentara Interfet dengan tanpa merasa dosa dan bersalah dengan enaknya saja menerbangkan pesawat helikopter mereka dengan dalih mengejar para pengungsi yang menurut mereka adalah para tentara pro-integrasi Tim-Tim hingga mereka seenaknya menyusup dan masuk sampai kedalam wilayah negara kedaulatan Republik Indonesia di sekitar Pulau Kisar yang kalau kita perhatikan terkesan seakan-akan mereka sebenarnya hanya mau menguji kemampuan angkatan udara dan angkatan laut negara Indonesia apakah bisa mengusir mereka atau tidak ? Apakah Indonesia cukup kuat dan kekuatannya seperti yang mereka takutkan selama ini ? Nah...kalau demikian kejadiannya, maka kira-kira bagaimana dan apa sih sebenarnya yang menjadi tujuan tentara Interfet asal Australia berada di Timor-Timur sekarang ini ? Kalau dilihat bahwa hasil kerja petugas spionase Australia ini boleh dibilang sangat jelek, belum lagi kalau tentara Interfet dari Australia ini melakukan interogasi kepada hanya seorang tahanan pengungsi Timor-Timur yang tak bersenjata dan kebetulan orangnya berbadan kurus atau kecil-kecil tapi yang yang terlihat tentara Interfet Australia yang mengepung hasil tangkapan tersebut kelihatan berbadan besar-besar yang kadang-kadang berjumlah lebih dari dua orang dengan sambil mengarahkan moncong-moncong senjata siap tembaknya begitu dekat ke arah kepala tahanan pengungsi tadi ( padahal orang Timor-Timur yang ditangkapnya kelihatan hanya tertawa dan sekedar nyengir saja, tanpa merasa berdosa ), bukan main.......ini sungguh ironis dan nampak sebuah pemandangan yang sangat menggelikan bahkan bagi orang bodoh sekalipun, terkesan tentara Interfet asal Australia ini nampak seperti tentara yang ketakutan. Namun justru barangkali peristiwa-peristiwa yang seperti itulah yang diinginkan dan menjadi kebanggaan bagi PM John Howard dari Australia ataupun bagi Sekjen PBB Koffi Anan yang terkesan seakan hanya menjadi "kaki-tangan" bagi bangsa Amerika didalam Badan Dunia tersebut. Nah apakah memang seperti itukah kualitas semua tentara Australia, yang katanya sudah merupakan tentara berkualifikasi internasional itu ?. Kalau begitu ya ...masih hebat spionase tentara kita - TNI dong, spionase TNI bisa menyusup ke kampus-kampus, kelompok-kelompok massa maupun pesantren-pesantren sehingga sulit ketahuan, tahu-tahu yang terakhir adalah mahasiswa , kelompok massa dan para kyai ulama kita yang pada berantem sendiri-sendiri, juga belakangan para elit politikusnya nggak mau kalah pada ikut-ikutan berpolemik dan berantem sendiri-sendiri juga, sungguh kasihan ! Kembali ke persoalan tentara Interfet asal Australia semula , kalau demikian adanya maka saya punya keyakinan kalau Panglima TNI dan Kepala Negara beserta para menteri kabinet kita adalah orang yang benar-benar tahu tentang betapa pentingnya nilai atau harga diri serta wibawa negara kesatuan Indonesia yang tercinta yang telah kita peroleh dengan perjuangan dan pertumpahan darah ini, pasti hal ini tidak akan didiamkan dan ini tidak akan terjadi. Dan kalau seandainya hal ini benar-benar terjadi dimana Pemerintah Indonesia berani menyatakan perang melawan Australia atas kesembronoannya itu, maka saya yakin se yakin-yakinnya bahwa pasti seluruh bangsa Australia termasuk tentaranya akan ciut nyalinya dan akan mengkerut hatinya melihat ancaman Indonesia tersebut, dan pasti Australia akan merengek-rengek kepada bangsa-bangsa Internasional untuk minta perlindungan alias ketakutan terhadap serbuan tentara Indonesia ini, sungguh !. Nah, kini tinggal harapan terakhir kita kepada hasil Sidang MPR tanggal 20 Oktober1999 untuk pemilihan Presiden dan kabinet menteri yang akan mengemudikan negara Republik Indonesia yang kita cintai ini, apakah bisa berjalan menuju kepada "sebuah negeri yang aman, sejahtera dan sentosa" atau pada "sebuah negeri yang semakin terpuruk" ? Oleh karena itu, mari kita satukan dan kita galang bersama rasa persatuan, kebersamaan, solidaritas dan rasa sependeritaan sebagai Rakyat Republik Indonesia di hati kita. Mari kita singkirkan sikap egois dan rasa mau menang sendiri, dahulukan kepentingan bagi orang banyak terlebih dahulu daripada kepentingan pribadi, dan kita sebaiknya harus selalu mengingat bahwa ternyata masih banyak "orang-orang yang hidupnya sangat menderita dan sengsara dibelakang kita" dibandingkan dengan keadaan ekonomi dan sosial kita sekarang ini, jadi janganlah egois ! Kalau kita sudah merasa bersama, senasip sepenanggungan dan dibarengi pula dengan pergantian pimpinan negara yang benar, adil, dan jujur maka Insya Allah keadaan ekonomi, sosial, dan keamanan negara kita akan kuat kembali, negara kita akan di ridhoi oleh Allah SWT dan boleh jadi akan dihormati serta disegani oleh seluruh bangsa di Dunia, termasuk Australia maupun Amerika. Percayalah !! Dan kejadian seperti di Timor-Timur barangkali juga tidak akan pernah terjadi lagi, dan harga diri serta wibawa bangsa kita maupun tentara kita barangkali tidak akan dilecehkan atau disepelekan oleh tentara dan bangsa asing seperti sekarang ini. Demikian sekilas gambaran dan pandangan saya atas keberadaan tentara Interfet asal Australia di Bumi Timor Lorosae sekarang ini, untuk sekedar menjadikan renungan bagi para pimpinan negara maupun para pimpinan TNI di negara tercinta Indonesia ini, dan agar jangan timbul kesan didalam masyarakat Indoensia saat ini bahwa tentara TNI kita sekarang ini tidak mempunyai kemampuan didalam melawan tentara musuh tetapi hanya bisa melawan mahasiswa atau rakyatnya sendiri, bagaimana ?. Wassalam Widi. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
