persis sama ketika orang ribut dengan istilah jihad. Tergantung siapa yang
memake istilah itu.
Jadi.... coba bandingkan teriakan revolusinya mantan serdadu (om theo safei,
misalnya), kang djalal, preman, massa demonstran dst.
Jadi kalo Bung Yap kurang setuju dengan istilah itu, mbok ya bilang aja
nggak setuju. Nggak usah ngributin istilah, yang seringkali maknanya
bergeser, salah kaprah. Tapi alami.
no more excuse please...
alvi
----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, October 19, 1999 4:56 AM
Subject: [Kuli Tinta] REVOLUSI
> Berikut adalah kutipan pemberitaan dengan nara sumber Dr. Djalaluddin
> Rachmat seorang tokoh Islam yang biasa dipanggil kang Djalal:
>
> "Pengertian yang selama ini digembar-gemborkan bahwa revolusi selalu
identik
> dengan adanya pngorbanan darah dan nyawa menurut Kang Djalal, adalah satu
> faham yang keliru dan selalu dicekokkan ke otak rakyat oleh rezim Orde
Baru.
> "Revolusi sebetulnya adalah satu manivestasi perubahan sosial yang
> spektakuler,�tandas Kang Djalal.
>
> Revolusi itu menutup satu jaman dan memulai jaman baru. Pada saat
revolusi,
> menurut Kang Djalal, masyakat mengalami puncak dan seakan-akan dilahirkan
> kembali," kata dia. Satu hal yang penting lagi, revolusi bisa membuka
pintu
> demokratisasi.
>
> Selama ini juga, dikatakan Kang Djalal, terjadi bias-bias dalam pengertian
> revolusi. Beberapa hal yang diidentikkan dengan revolusi, sebetulnya itu
> bukanlah revolusi. Misalnya kudeta, pemberontakan, perlawanan (mutiny),
> pengambil alihan komando oleh sebagian tentara (putsch), perang saudara,
> perang kemerdekaan, dan kerusuhan (social unrest).
>
> "Kudeta misalnya, itu hanyalah pergantian pejabat atau pemerintahan yang
> menguasai institusional politik secara tidak konstitusional. Ini tidak
akan
> ada artinya pada perubahan sistem politik, ekonomi dan budaya," tutur Kang
> Djalal. Begitu pun dengan bentuk-bentuk lainnya.
>
> Untuk terjadinya revolusi, menurut Djalal selalu dimulai dengan keadaan
yang
> disebut dengan "revolutionary prodrome",. Yaitu intensifikasi kekecewaan,
> keluhan, kekacauan dan konflik karena krisis ekonomi atau keuangan.
"Kondisi
> ini di Indonesia sudah terjadi. Kalau dengan istilah saya, rukum-rukunnya
> untuk terjadi revolusi sudah ada," kata Kang Djalal.
>
> Kang Djalal sendiri berpendirian, sebetulnya revolusi bisa lebih baik
> dibandingkan dengan reformasi yang dilakukan saat ini karena menyimpan
> kemungkinan pembiasan dan penyimpangan. Namun Kang Djalal tidak
menyebutkan
> revolusi model apa yang bisa terjadi di Indonesia."
>
> Nah, rekan Zaki Tugiyo, posting Anda sungguh menarik, sehingga agar
> diskusinya lebih fokus subject-nya saya ganti, dan kiranya kutipan dari
> detik.com hari ini dapat ikut dijadikan referensi dalam diskusi
selanjutnya.
>
> Yap
>
> >From: Zaki Tugiyo <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >Subject: [Kuli Tinta] JACOB TOBING & AKBAR TANJUNG
> >Date: Mon, 18 Oct 1999 16:04:31 +0700
> >
> >Wah Mas Hasan kita mempunyai keperhatian yang sama. Sewaktu saya baca
> >Republika hari ini (18/10/99) saya cukup tersenyum dengan permainan kata
> >dari Jacob Tobing tersebut, adalah dua orang tersebut yang sering saya
> >dengar mengucapkan kata-kata Revolusi yaitu Jacob Tobing dan Theo Safeii
> >dengan gaya bahasa dan tingkat intelegensi yang berbeda.
> >
> >MARI MENARI MENGIKUTI IRAMA GENDANG merupakan kata yang indah dan dapat
> >kita implementasi kedalam berpolitik ataupun dalam bermasyarakat secara
> >umum, ancaman Revolusi seperti yang didengungkan oleh PDI.P saya harap
> >tidak hanya sebagai pressure omong kosong belaka tapi hal itu untuk
> >dilaksanakan sesuai dengan janjinya.
> >Ada pepatah mengatakan ANDA MENJUAL KAMI MEMBERI maka itu yang akan saya
> >lakukan bersama-sama dengan teman yang se-ide yaitu Jika PDI.P akan
> >melakukan Revolusi maka saya bersama teman-teman akan melakukan hal yang
> >sama seperti yang dilakukan oleh PDI.P, karena kebatilan harus dilawan
> >jika perlu sampai dengan DARAH PENGHABISAN, sebagai muslim wajib bagi
> >saya untuk memerangi kebathilan.
> >
> >Salam
> >Zaki Tugiyo
> >(yg sedang menunggu REVOLUSI ... ANDA MENJUAL KAMI MEMBERI ..?)
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!