(19/10/99)
Maap mas-mas ya, cerita klasik, saya boleh minta tolong mas yang punya milis
ini, berhubung sebentar lagi ada "Y2K network test" so kita minta diout-kan
dari milist ini, makasih ya atas bantuannya.

**************************************lanjut.....
Ha... ha... ha... ! aku baru tau kalau yang ikut pemilu 1999 kemaren itu
cuma dua partai, yang satu PDI-P lainnya PNPDI-P (alias Partai Non-PDI-P)
hi... hi... hi... hi.....!     makanya kemlinthi ya PDI-P wong cuma 33.7%
kok dibilang menang.....?

Itu tadi logika pertama, yang kedua (karena katanya PDI-P dapet 33.7%
berarti sisanya 66.3%): berarti yang 66.3% itu satu suara, satu nama, satu
ciri, satu pendukung, satu penyokong, sama orangnya, sama otaknya, sama
alirannya, sama warisannya, sama .....dllll        berarti PAN/PBB/PPP/dll =
GOLKAR/ORBA/antek Suharto, berarti PAN/PBB/PPP/dll kemaren "nipunya"
kebangeten, masak didepan rakyat bilang akan berjuang menentang antek-antek
Suharto dan membangun Indonesia baru, lha ternyata cuma strategi
to.............?    

Jadi rupanya 66.3% itu yang menang ............!    hu... hu... hu... hu...!

Berapa banyak yang ketepu yang ngirain PAN & cs itu tidak sama dengan
GOLKAR(yang jadi kendaraannya Suharto + Habibie = ORBA = Orang Rakus &
Bathil Association/ alias asosiasi orang rakus dan bathil).
Udah ah, nanti awak ditegur sama.......


Paijo Singbodo(yang ngirain di pemilu kemaren itu partainya banyak)


> -----Original Message-----
> From: Wisnu Ali Martono [SMTP:]
> 
> hua..haa.haaa........
> Mas Ridwan, bukan saya lho yang nyuruh mas zaki nulis beginian..
> Tapi bener juga sih apa kata mas Zaki.
> Kenapa sih, anda susah berfikir obyektif?
> Masak PDI-P yang cuma dapet 35% mesti maksa yang 65%?
> Bayangkan, kalau yang begini ini Golkar, apa anda juga setuju?
> Saya bukan Golkar, cuma saya ingin memberi anda sedikit wawasan sebelum
> berfikir. 
> Jika anda tidak setuju Golkar memaksakan kehendak, ya jangan ganti anda
> yang jadi tiran.
> 
> WAM
> 
> 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke