Saya sih nggak sependapat. RI-1 tetap Gus Dur, RI-2 tetap Mega. RI-1 dan
RI-2 bersama-sama menjadi dwitunggal yang dicintai rakyat. Semoga bisa
menyusun kabinet yang kredibel dan bersih. Majulah Indonesia!

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub

-----Original Message-----
From: Sambodo, Prijo (KPC) <[EMAIL PROTECTED]>
To: '[EMAIL PROTECTED]' <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
Mudjiman (KPC) <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 22 Oktober 1999 9:44
Subject: KESALAHAN TAKTIK PDI-P


>Kalau sekarang bagaimana....?
>Dengan Gus Dur sbg Presiden dan Megawati wakilnya......?   strategi
siapakah
>yang jitu......?
>(ingat lho Gus Dur "undeniable" secara phisically not fit, so siapakah yang
>jadi RI-1 yang sebenarnya .....?)
>Selain itu terbukti khan bahwa PKB tidak pernah melanggar janji (konsisten
>partainya=layak dipilih nanti) alias mencla-mencle kayak siapa tuh.....!
>yang itu lho... eeeehhh yang ambisius itu ......?
>
>Saya puas, sangat puas melihat Habibie di "grounded", mungkin nanti
menyusul
>semua pesawatnya .....!    atau konco-konconya.....!   atau malah BPPT
nanti
>ditutup .... he...he...he... nggak ding, just kidding......!
>
>Sorry nongol lagi, abis masih nerima sih .....!
>
>Paijo SingBodo(puasss sekali makan sop iga kambing tadi malam)
>
>> -----Original Message-----
>> From: Wisnu Ali Martono [SMTP:]
>> Subject: [Kuli Tinta] KESALAHAN TAKTIK PDI-P
>> Ketika pidato pertanggungjawaban Habibie ditolak oleh MPR, saya lihat
>> anggota fraksi PDI-P bergitu bergembiranya. Dimyati Hartono, Solichin GP,
>> nampak begitu bergembira. Barangkali mereka merasa puas bisa memenangkan
>> voting itu. Dengan demikian, kans Habibie (secara moral) sudah habis.
Akan
>> tetapi, jika dicermati lebih lanjut, seharusnya mereka MENANGIS. Kenapa?
>>
>> Dengan tergusurnya Habibie dari bursa capres, dapat dipastikan bahwa
suara
>> PKB bakal lari dari Mega. Karena, PKB tidak mungkin _melawan_ Gus Dur.
>>
>> Seharusnya, PDI-P membiarkan pidato itu diterima dan Habibie mencalonkan
>> lagi. Pada pemilihan tahap pertama, Gus Dur dapat disingkirkan dengan
cara
>> memberi sumbangan suara (secara rahasia) pada Habibie sehingga tinggal 2
>> kontender. Pada tahap berikutnya, kans PDI-P akan lebih besar dibanding
>> kans Habibie. Toh ada 60 suara PKB. Belum lagi Poros Tengah yang tidak
>> akan solid. Minimal banyak yang abstain.
>>
>> Banyak orang yang berfikiran seperti itu. Bahwa penasehat Mega tidak bisa
>> bermain catur, sehingga seluruh daya hanya dipusatkan untuk menyingkirkan
>> Habibie sejak awal pemilihan. Tidak pernah mereka fikirkan bahwa
>> menghadapi Gus Dur justru lebih berat dibanding menghadapi Habibie.
>>
>> Demikian pula waktu Yusril mengundurkan diri dari pencalonan. Aneh sekali
>> bahwa hal itu disambut dengan kegembiraan oleh fraksi PDI-P. Semestinya
>> hal itu disambut dengan UMPATAN. Kenapa? Jauh lebih mudah mengalahkan
>> Yusril daripada mengalahkan Gus Dur. Andaikata Yusril ikut, bisa saja
>> sebagian suara PDI-P dialihkan ke Yusril supaya Gus Dur tersingkir. Baru
>> tahap selanjutnya Mega mengalahkan Yusril. Nggak tahu lah, kenapa para
>> politisi kawakan yang mengelilingi Mega tidak bisa memahami taktik
seperti
>> ini. Mereka terlalu membenci Habibie sehingga tidak paham bahwa lawan
yang
>> lebih tangguh itu justru bukan Habibie.
>>
>> WAM
>>
>>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke