Ngobrol politik sudah usai?
Bagaimana kalau kita ngobrol mengenai peran pers dalam situasi
saat ini.
Saya sungguh mengamati bahwa Pers mempunyai andil yang sangat
signifikan untuk membuat Indonesia ini lebih baik atau lebih
buruk. Pemilihan kata dan susunan kalimat mungin tidak disadari
bisa menimbulkan opini tertentu.
Dalam situasi seperti saat ini, cover both sides mungkin akan
dilhat sebagai cover one side atau attack one side karena suasana
emosional yang menghambat proses komunikasi.
Sebagai contoh komitmen salah satu komisi yang dilanggar oleh
salah satu anggotanya dan di blow up oleh Pers sebagai berita
yang eksklusif (ini tidak salah) dan bahkan ketika anggota itu
nerocos secara emosianal juga tetap dibiarkan. Nah, mungkin juga
karena koinsidensi, Makasar yang tadinya tenang menjadi bergolak.
Saya melihat di milis ini, lebih banyak yang menghendaki
ketenangan dan pengedepanan hal-hal positif dibanding sebaliknya.
Apakah harapan yang sama tidak mungkin kita gantungkan kepada
media masa? Agak bernuansa Orba sih, namun apakah kita memiliki
pilihan lain yang lebih baik?
Saya teringat Dick Chiney pada saat perang teluk yang dikritik
oleh pers perang Amerika karena telah dianggap menghalangi
obyektifitas penyampaian berita perang. Reaksi dia sederhana :
"kalau informasi itu menyebabkan banyak prajurit Amerika tewas
maka apakah informasi itu akan tetap dibuka?" Sejak saat itu,
mungkin untuk mencari obyektifitas berita perang, Simon wartawan
CBS hilang dan baru kembali setelah perang selesai. Anehnya,
tidak banyak terungkap misteri hilangnya Simon beberapa waktu
itu.
----- Original Message -----
From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 23 October 1999 13:47
Subject: [Kuli Tinta] Wanita terkuat itu adalah ...
Simak tulisan ini 'Nyonya Meneer, berdiri sejak 1918'.
Beranikah Anda bertanding dengan 'wanita' ini.
Jangankan sejak 1918, berdiri tanpa duduk sejak
kemarin saja saya jamin kram.
Bukankah 'ngobrol politik' sudah usai ?
=====
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!