Grup lawak Bagito kena batunya. Ketika mereka melawak dng menggunakan
kekurangan fisik Gus Dur sbg obyek lawakannya. Tidak seperti biasanya. Grup
lawak tenar ini menggunakan kekurangan fifik orang lain sbg bahan
lawakannya sebagaimana terjadi pada hari Minggu lalu di Gebyar BCA Indosiar
(23/10). Yakni dng menyinggung gangguan penglihatan GD dng gaya banyolan,
sehingga membuat tersinggung pihak NU. Biasanya grup lawak ini menggunakan
cara-cara sindiran soal2 sosial-politik yg berkembang di masyrakat. Entah
kenapa kali ini mereka 'menempuh' cara seperti itu.
Bagaimana pun bisa dikatakan Bagito kali ini kena batunya. Soalnya tempo
hari sewaktu kerusuhan Mei 98 dng antara lain mengorbankan banyak etnis
Tionghoa, salah satu anggotanya (Unang), pernah menggunakan moment itu sbg
bahan leluconnya. Meskipun kejadiannya bukan dlm suatu acara lawakan,
tetapi dlm salah satu acara dialog di Indosiar (Wawasan ?), ketika
dibicarakan soal pembakaran toko, penganiayaan dan pelecehan seksual
(terutama perkosaan), Unang dng gaya dan mimik melucu menanggapinya dng
mengatakan, "Untung saya tidak ikut diperkosa!"
Bagi kita yg bukan korban, mungkin tdk ada efek apa2 dng gaya dan ucapan
seperti itu. Tetapi sikap demkian mungkin sekali menyakitkan bagi mereka yg
menjadi (keluarga) korban. Nah, kali ini mereka kebablasan dan yg menjadi
'korban' bukan pihak yg lemah. Jadilah seperti sekarang, dng mimik kecut,
mereka sibuk minta maaf.
==================================
Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
==================================
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!