Ini pengalaman lucu, rada konyol, yang membuat aku
suka malu ati. Bayangkan, aku dipercaya beberapa teman
untuk memprediksi naik-turunnya rupiah terhadap dollar
AS beberapa waktu lalu. Padahal, pengetahuanku soal
yang beginian itu dari mana. Boro-boro ngerti, lha
wong duit aja nggak gableg, kok. Sehingga pengalaman
pun sama sekali nggak ada kalau bicara main-main duit
seperti ini.
Tetapi, beberapa kali teman-teman merasa puas atas
prediksiku soal naik turunnya duit. Ketika dollar
turun nilainya, beberapa teman mau beli dollar, siapa
tahu naik lagi. Tetapi aku bilang, tunggu, bakal turun
lagi. Juga ketika dollar naik, pada mau beli, takut
semakin mahal lagi. Aku bilang, tunda. Sebentar turun
lagi. Begitu terus-menerus.
Teman-temanku heran, bagaimana aku bisa membuat
analisa seperti itu.
Pasti dong mereka heran, karena mereka lihat aku tak
memiliki latar belakang yang memadai untuk membuat
analisa itu tadi.
Apa yang aku gunakan sebagai alat analisa ?
Sederhana. Tiap kali Habibie tertekan, maka saat itu
dollar pasti turun. Tetapi kalau kelompok dia agak
ngeyel, maka dollar akan naik. Juga faktor Megawati
aku pakai. Jika dia di atas angin, maka dollar akan
turun. Sementara kalau dia mengalami tekanan, maka
dollar naik.
Anda semua jangan tertawakan aku dengan pengalaman
lucu dan naifku ini. Dan, jangan bilang teman-temanku,
agar aku tetap dianggap mereka jago soal keuangan.
Tapi aku sudah berhenti ngobrol politik, kok....
Ini aku ceritakan, sekedar buat ketawa-ketiwi aja...
=====
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!