Dalam warta berita TVRI hari Minggu (24 Okt) diberitakan wapres mengunjungi dua rumah sakit (Pelni dan St. Carolus) menengok beberapa anggota masyarakat yang menjadi _korban kerusuhan_ menjelang pemilihan presiden. Saya tertegun. Korban kerusuhan? Setahu saya, di Jakarta TIDAK ADA masyarakat yang menjadi korban kerusuhan dalam pemilihan presiden kemarin. Benar, ada beberapa mobil dan bangunan yang dibakar oleh pendukung PDI-P. Tapi tidak ada korban manusia. Yang ada adalah, beberapa pendukung PDI-P yang terkena ledakan bom (dua di sekitar HI) dan empat dalam ledakan bom mobil di sekitar Senayan. Dalam kasus ledakan bom yang pertama, saya tidak berani mengatakan siapa pemasangnya. Tapi, dalam ledakan bom mobil di Senayan, akan sangat mudah dikatakan bahwa itu _hasil kerjaan_ orang PDI-P sendiri. Mobil (Taft) milik simpatisan PDI-P itu hancur setelah terkena ledakan. Dan dapat di pastikan, ledakan itu berasal dari dalam mobil itu sendiri. Lantas siapa yang menaruh bom itu di dalam mobil (yang dikendarai) kalau bukan mereka sendiri? Koran Rakyat Merdeka memperlihatkan gambar para korban, jelas2 menganakan kaos merah dan disebut sebagai simpatisan PDI-P. Jadi, menurut saya, Mega telah berbohong kalau mengatakan dia menengok MASYARAKAT yang menjadi korban kerusuhan. Mereka bukan MASAYARAKAT biasa, tapi simpatisan PDI-P. Dan bisa jadi salah mereka sendiri membawa bom (di mobil Taft) itu. Kenapa tidak dikatakan saja para simpatisan PDI-P? Dan semestinya, Mega tidak berkunjung sebagai wapres, tapi sebagai Ketum PDI-P. Mengambil simpati sih boleh saja. Tapi jangan membohongi seolah2 orang2 itu tidak bersalah apa2. Kunjungi dong mereka yang menderita kerugian di Solo, Bali dan Jakarta. Mereka yang tidak tahu apa2 tapi harus mengalami kerugian karena ulah pendukung PDI-P. ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
