Numpang Nimbrung..(Salam kenal untuk Bung Wisnu)
Pada awalnya saya juga tidak setuju kalau Jacob Tobing dan Theo Syafei
ditarik ke PDI-P, karena kalau tidak salah mereka itu tidak ada ikatan
historis dengan PDI. (Mohon koreksi kalau saya salah). Dengan bergabungnya
mereka tentu akan mengurangi citra baik PDI-P yang katanya partai reformis.
Kalau kita bicara PDI-P maka kita harus melihat ke sejarah terbentuknya PDI.
Kalau tidak salah Partai Demokrasi Indonesia itu terbentuk dari beberapa
partai/Ormas pada jaman orde lama yaitu :
PNI, MURBA,Pakrindo,GMKI,IPKI,PSI.dll. (Mohon koreksi lagi kalau saya
salah). Dari partai/ormas di atas maka dapat kita lihat bahwa PDI/PDI-P
adalah gabungan dari partai Nasionalis,Islam, dan Kristen/Katholik. Jadi
menurut saya kurang bijaksana kalau kita menuduh PDI-P partai non Muslim.
Karena dalam sejarah PDI/PDIP belum pernah (dan mudah mudahan tidak pernah)
diketuai oleh seorang Non Muslim. Karena Ketua Umum PDI-P/PD,I saya kira
harus seorang muslim. Kalau pun ada pengurus yang non muslim, saya kira itu
wajar, mengingat ikatan sejarah tersebut di atas.
Kalau kita lihat pengurus PDI-P sekarang, dan kalau kita mau jujur, kondisi
sosial, politik dan budaya di PDI-P sekarang sama dengan kondisi di
Indonesia secara umum. Pengurus PDI-P sekarang mewakili semua golongan yang
ada di Indonesia, seperti kaum Nasionalis (PNI/GMNI), Islam
(NU,Muhamadiah,HMI), Kristen (Parkindo), Golongan Cina,Budha, Hindu dll.
Tidak ada Partai yang selengkap PDI-P dalam hal merepresentasikan
kemajemukan Indonesia.
Walaupun terlihat kompak dari luar tapi saya yakin bahwa sentimen SARA pasti
akan timbul di PDI/PDI-P, apalagi kalau memilih ketua umum atau membentuk
pengurus organisasi. Tapi semua itu adalah dinamika politik yang ada di
negara yang campuran seperti Indonesia. Yang penting sekarang adalah marilah
kita membangun sistem politik yang lebih santun, berbudaya dengan
mengutamakan yang mayoritas tanpa melecehkan yang minoritas.Semoga PDI-P
akan lebih bijak dan berhati-hati dalam bertindak dikemudian hari sehingga
tidak menyinggung kepentingan orang banyak.Mari kita menegur,mengkritik
PDI-P kalau mereka salah. Tentu dengan cara yang terdidik.
Salam,
TOTO
> -----Original Message-----
> From: Wisnu Ali Martono [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 26 Oktober 1999 9:12
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Selamat kpd Ibu. Megawati
>
> On Mon, 25 Oct 1999, Arief Rakhmatsyah wrote:
>
> > Tendang Jacob Tobing, Aberson, dan Theo Syafei daripada terus ngerusak
> PDIP.
>
> > Riev
>
> WAM:
> Suetujuuuuuuuuuuuuuuuu.................
> Tendang mereka supaya PDI-P tidak dituduh sebagai partai orang non-islam
> dan pendiri status quo.
> (Pius Lustrilanang, si demokrat gadungan, juga perlu ditendang).
> Tapi, saya kan bukan orang PDI-P. Kok usul beginian. Sorry deh...
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!