Saya baca di GATRA hari ini statistik korban kebringasan massa PDI-P
sewaktu pemilihan presiden:
1. Bali: Kantor Pemda Badung seluas 5 hektar hancur, 39 mobil dibakar
Kantor DPD Golkar, habis dibakar
Kantor Gubernur Bali dirusak, 35 mobil dibakar
telpon umum dan tanda lalu lintas dirusak
500 taksi milik Bali Taxi diberitakan dirusak
2. Solo: Kompleks Balaikota dibakar
Kantor Walikota dibakar
Gedung Adipura dibakar
Kantor DPRD dibakar separuh
Kantor Pimpinan DPRD dibakar
Kantor BCA dibakar
Lembaga Pemaasyarakatan dibobol
Rumah orang tua Amien Rais dirusak (hampir dibakar)
Kantor dan gedung Pertemuan Golkar dibakar
8 Ruko di Kartasura dijarah dan dibakar
Sebuah jembatan dijebol
3. Jakarta: empat mobil dibakar
beberapa gardu tol dibakar
4. Medan: ribuan massa dan ratusan mahasiswa (!) Nomensen mencopoti tanda
lalulintas dan hendak membakar supermarket Yuki
Total kerugian mencapai puluhan, mungkin malah di atas seratus milyar
Rupiah.
Pagi ini, saya baca berita bahwa Mega menghendaki kerugian itu ditanggung
oleh negara.
Sedih hati saya. Kok enak banget ya. Massa PDI-P yang berbuat kerusakan,
kita semua yang disuruh menanggung akibatnya. Apa lain kali kita hancurkan
saja semuanya supaya kita bangkrut bareng2?
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!