Kalau ada yang masih belum paham dengan apa yang disebut _demonstrasi
damai_, lihat saja cara PNS Depsos/Deppen berdemo. Mereka berbaris sambil
membawa poster. Sesekali berteriak. Tanpa bawa pentungan, tanpa melempar
batu atau Molotov, dan tidak mendesak aparat yang cuma berdiri di depan mereka.

Bandingkan dengan _demo damai_ model Forkot dan sebangsanya selama ini.
Bawa pentungan, lempar batu, lempar Molotov. Memukuli aparat.

Gaya demo PNS Depsos/Deppen (sepanjang yang saya lihat sampai hari ini)
adalah representasi _demo damai_ menurut versi obyektif. Sebaliknya, gaya
demo Forkot adalah _demo damai_ versi kelompok anti demokrasi. Termasuk
bung Cahyo Sukaryo yang dengan gagahnya selalu membela perbuatan anarkis
Forkot dan kelompoknya. (Atau, bung Cahyo yang terbiasa hidup di
lingkungan militer memang sudah tidak bisa membedakan mana yang disebut
kekerasan, mana yang disebut aksi damai?).

WAM


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke