Sabtu, 30 Oktober 1999 Cak Nur: Presiden Harus Bersedia Dikritik Jakarta, Kompas Masyarakat agar tidak ragu menjadi oposan terhadap pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Alasannya, oposisi sama terhormat dengan pemerintah, dan akan menjadi kontrol sosial yang efektif. Di pihak lain, Presiden harus bersedia dikritik untuk melepaskan citra Indonesia sebagai soft state (negara lunak). ----------------------dihapus---------------------- "Ini (Indonesia) adalah negara lunak. Lunak apabila dilihat dari segi moral dan etika. Inilah bangsa yang tidak tahu orientasi tentang baik dan buruk. Maka jadilah kita negara terkorup," kata Nurcholish yang didampingi pembicara Ermaya Suradinata dan Jajah Koswara. =========================== M Blantik : Waduh, kok tega-teganya Cak Nur bilang begini. Masak kita tidak tahu baik dan buruk, ha-ha-ha, jangan-jangan yang disindir ini teman sendiri.. =========================== Nurcholish sampai pada satu kesimpulan bahwa Indonesia lemah dari segi moral dan etika. Alasannya, ribuan skandal yang melibatkan pejabat tidak pernah terselesaikan dengan tuntas. Tentang moral itu sendiri Nurcholish mengambil contoh calon Presiden AS Garry Hart yang kariernya habis gara-gara ketahuan berselingkuh. Pemimpin otentik Untuk membedakan soft state dengan tough state, Nurcholish mengambil contoh Singapura yang dikatakannya negara terbersih setelah Finlandia, padahal berdasarkan stereotipnya Singapura adalah Cina. Tetapi mengapa Singapura berbeda dengan Cina, katanya, karena Singapura punya kemauan politik yang kuat dengan pimpinan yang punya komitmen kuat. Nurcholish mengingatkan hadirin tentang adanya pejabat yang saat kampanye Pemilu 1999 lalu mengajak masyarakat untuk menghabisi praktik korupsi, tetapi pejabat itu justru dikenal sebagai "mbah"-nya koruptor. Menurutnya, mustahil rakyat akan mematuhi ajakannya kalau pejabat itu tidak punya komitmen dan kemauan untuk memberantas korupsi. "Tentunya kita membutuhkan pimpinan yang otentik yang bisa diteladani," paparnya. =========================== M Blantik Ini siapa yang dimaksud ? =========================== Kebebasan pers Mengenai pihak yang bisa mengritik pemerintahan Gus Dur mengingat berimbangnya kekuatan antara DPR dan eksekutif akibat terjadinya kompromi politik, menurut Cak Nur, yang harus dimajukan adalah kebebasan pers dan kebebasan berpikir di kalangan akademisi. "Itu akan menjadi kontrol tersendiri terhadap pemerintah," katanya. Dalam seminar yang dihadiri mahasiswa program pascasarjana magister ilmu pemerintahan Universitas Satyagama itu, Nurcholish banyak ditanya berbagai hal, termasuk untung-rugi terpilihnya duet Abdurrahman Wahid-Megawati. Nurcholish meladeni semua pertanyaan, kendati mengaku tidak cukup waktu. Menurut Nurcholish, karena situasi politik yang ditandai money politics (politik uang) dan mob politics (politik massa), maka tidak ada yang bisa mengatasi keadaan ini selain Gus Dur dan Megawati karenanya keduanya memiliki massa. Mengapa terjadi mob politics, katanya, karena massa tidak percaya lagi pada hal-hal yang formal dan lebih percaya pada tindakan absolut yang menurut dirinya benar. Nurcholish juga menjawab pertanyaan bagaimana tindakan yang tepat terhadap mantan Presiden Soeharto. Menurut dia, proses hukum harus tetap dikedepankan untuk menghindari proses politik yang terkesan diselesaikan di belakang layar. Kendati Soeharto dinyatakan bersalah, lanjutnya, harus dinyatakan dalam "bahasa" yang lunak agar tidak menghancurkan martabatnya. "Bagaimanapun dia (Soeharto) adalah Presiden kedua," katanya. (pep) ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
