> -----Original Message-----
> From: Wisnu Ali Martono [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> On Tue, 26 Oct 1999, �� wrote:
>
> > Setuju!
>
> > Nggak usah basa-basi, Guruh dan Taufik sebaiknya mundur dari DPR
> > demi bangsa dan negara ini!
>
> WAM:
> Nggak setuju.
> Entar nggak ada bahan buat ngeledek PDI-P lagi dong.
> Biar saja mereka berKKN, baru entar kita kritik habis2an.
> Dasar hipokrit.
FW :
Wah, lucu juga anda. Apa tidak salah tuh......itu namanya anda juga
hipokrit. Mau bilang tidak setuju saja pake ngakali dulu. Berarti segala
komentar anda selama ini jelas-jelas subyektif & main-main saja.
Kalau saya setuju saja mereka mundur, supaya tidak menjadi
bulan-bulanan komentor subyektif orang-orang seperti WAM. Tapi itu kalau
tidak melanggar hak pribadi mereka & partainya. Coba kita nilai juga sisi
yuridisnya, dan selain sisi moral/etikanya. Apa ada aturan mainnya. Kalau
sisi moralnya saya no comment deh, karena banyak faktor & ada subyektifnya
juga.
>
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: kuli <[EMAIL PROTECTED]>
> > Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: 26 October 1999 05:30
> > Subject: [Kuli Tinta] aduuuuuh betapa komentar-komentarnya nanti!
> >
> >
> > lho ini lho yang boleh jadi bikin jengkelnya yang kurang sreg
> > dengan PDI-P
> >
> > lha wong bagus-bagus, pak taufik dan mas guruh mau mundur
> > dari dpr/mpr, kok pakai alasan yang mbulet gitu sih om roy itu.
> > pakai harus minta ijin pemilih lah, pakai ijin rakyat lah..
> > gombal.
> > gombal amoh kabeh.... gombale soeloyo temenan.
> >
> > lho, lak bagus bener pendapat pak taufik dan mas guruh, karena
> > megawati jadi orang eksekutif, lantas untuk mengurangi kesan
> > kekeluargaan (jejeje eh salah maunya hehehehe...) yang pernah
> > menjadi azas usaha bersama semasa orde-baru (ordelama?,
> > orde baru plus reformasi? entahlah..) tetap dipertahankan.
> > ayo dong pimpinan PDIP kalau nggak ada simpatisan kuatnya lah,
> > peringatkan dong pimpinan partai anda semua itu. relakan atau
> > kalau perlu suruh pak taufik dan mas guruh atau siapa saja
> > yang berbau famili-system terhadap megawati, mundur dari
> > legislatif. biarlah semakin elegant gitu lho. sudah dikenal
> > sering
> > ngamukan ketambahan ngeyel... dan mbulet.
> >
> > suwun wis, pagi-pagi kok beritanya mbelgedhes lagi....
> >
> > mbah soeloyo
> > --------------
> >
> >
> > Selasa, 26 Oktober 1999 Berita Utama
> >
> >
> >
> > Taufik Kiemas - Guruh Tetap Duduk di Legislatif
> >
> > Taufik Kiemas- SM/dok
> >
> >
> > JAKARTA-Keinginan suami Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri,
> > yakni Taufik Kiemas, untuk mengundurkan diri dari lembaga
> > legislatif tampaknya tak akan terpenuhi. Sebab, pimpinan PDI
> > Perjuangan akan berusaha mempertahankannya duduk di DPR/MPR.
> > Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR yang juga Bendahara DPP PDI
> > Perjuangan, Roy BB Yanis, kepada wartawan di Jakarta Senin
> > kemarin menyatakan menghargai keinginan Taufik Kiemas dan Guruh
> > Soekarnoputro (adik kandung Megawati-Red) yang akan mengundurkan
> > diri dari DPR, setelah Megawati terpilih sebagai wakil presiden
> > dalam Sidang Umum (SU) MPR.
> > ----- dibusek sepertiga-------
> > Kendati apa yang dia kemukakan itu belum merupakan kesepakatan
> > pimpinan partai dan fraksi di DPR/MPR, dia menyatakan yakin
> > pimpinan fraksi dan DPP pasti tak akan mengizinkan mereka
> > mengundurkan diri.
> > ''Saya yakin pimpinan fraksi dan pimpinan partai pasti tak akan
> > mengizinkan. Demikian pula para pendukung di Sumatera Selatan
> > dan Jawa Timur, tak akan mengizinkan,'' tegas dia.(nas-33g)
> > Copyrightc 1996 SUARA MERDEKA
> >
> >
> >
> >
> > ______________________________________________________________________
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> > dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!