Kalau saya sih berpikir sederhana saja. Siapa yang akan
diuntungkan seandainya ketenteraman itu tidak bisa diwujudkan?
Ini bukan masalah pro GD-MW namun masalah pro kepada bangsa dan
negera ini demi masa depan Indonesia dan generasi yad yang lebih
baik. Masak sih kita akan melanjutkan tradisi pertikaian yang
dilandasi oleh isu sara terus menerus. Lebanon, Albania, Ambon,
Irian, Kupang, dll telah menjadi contoh. Akankah kia tidak
belajar?
GD semalam dalam Isra'j M'irad Nabi Muhammad SAW telah berbicara
mengenai masa depan Indonesia sebagai a religious country in
which most of the society are moslem. Pidato itu sarat dengan isu
politik namun kental sekali dengan nilai-nilai agama yang
diutarakan dalam saat yang sangat tepat. Oleh karena itu, saya
melihat bahwa isu perdagangan dengan Israel sebenarnya bukan
merupakan tujuan akhir yang hendak dicapai oleh beliau.
Ada empat pesan yang saya tangkap dari ucapan atau Pidato GD
sejak beliau menyampaikan pidato sebagai presiden di MPR.
1. Jangan memaksakan kehendak demi kepentingan yang lebih besar.
2. Penolakan cara kekerasan untuk mewujudkan tujuan.
3. Penyamaan Visi Kebangsaan Indonesia.
4. Kesahajaan.
Apabila kita membuka kembali risalah BPUPKI serta sejarah bangsa
ini sejak deklarasi kemerdekaannya maka bagi saya GD adalah
rahmat tersembunyi bagi bangsa ini.
��
----- Original Message -----
From: T Cahyoadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 06 November 1999 07:30
Subject: [Kuli Tinta] Tanggapan FPI bakar gereja
Menurut saya, perlu diklarifikasi lebih jauh. apa betul FPI yg
bakar itu
gereja. jangan2 spt orba dulu, harus ada yg dijadi'in kambing
hitam.
masak sih fpi bakar gereja ? FPI itu khan di full-backing sama
habibie.
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!