Terima kasih Pak Binsar atas forward-nya.
Saya berharap agar kasus Bank Bali ini akan
segera dibongkar dan diusut sampai 'TUNTAS'.
Jangan pandang bulu, siapa yang bersalah, wajib
dituntut dimuka Pengadilan, dan siapa yang ternyata
bersih, harus dibersihkan namanya.
Maaf boleh-boleh saja diberikan, tetapi Hukum
adalah wajib untuk dijalankan. Sebab kalau tidak,
buat apa ada Hukum di-Indonesia ?

Begitu juga dengan Kasus2 Perbankan, Kasus Pertamina,
Kasus2 yang ada disekitar PLN dan Kasus2 KKN lainnya,
yang telah merugikan Negara sampai Milyar-an US Dollar
(baca : MILYAR US DOLLAR !)


Salam,
bRidWaN 



At 02:59 PM 11/3/99 +0700, [EMAIL PROTECTED] wrote:
>short form PwC .......
>---------------------- Forwarded by Binsar SITORUS/sgc/id/socgen on
>03/11/99 15:15 ---------------------------
>
>Aliran Dana Bank Bali
>
>LAPORAN lengkap (long form) audit lembaga
>Pricewaterhouse Coopers terhadap kasus Bank Bali
>akhirnya dipublikasikan kepada masyarakat oleh DPR.
>Berikut ini aliran dana milik Bank Bali yang masuk ke
>kantong-kantong pribadi-pribadi terkenal, institusi
>dan partai politik.
>
>1 Juni 1999, pembayaran dari BI ke Bank Bali sebesar
>Rp 904 miliar.
>
>1 Juni, Bank Bali mentransfer ke PT Era Giat Prima
>(EGP/Djoko Tjandra) sebesar Rp 546 miliar.
>
>3 Juni, Bank Bali ke PT EGP, 120 Miliar melalui BNI
>Rasuna Said.
>
>4 Juni, PT EGP transfer ke PT Ungaran Sari Garment
>(USG) sebesar Rp 76,2 miliar.
>
>4 Juni, dari PT USG transfer Rp 40,5 miliar ke AC
>259.000623044.202 ke BNI KPO/JPU.
>
>8 Juni, PT USG transfer Rp 1 miliar kepada Drs A
>Mungit (National Head of Family Planning Agency), cek
>ditandatangani oleh Manahan Siregar ke BNI cabang
>Harmoni.
>
>9 Juni, dari PT USG di BNI JPU pencairan dana sebesar
>Rp 1,005 miliar.
>
>9 Juni, dari PT USG disampaikan kepada Drs A Mungit
>dan Drs Sudarmadi.
>
>8 Juni, dari PT USG transfer Rp 3,5 miliar ke PT
>Busana Perkasa Garuda (BPG) di BNI JPU.
>
>8,14,23,28 Juni, PT USG transfer Rp 3,2 miliar kepada
>AC sendiri di BNI Semarang. Lalu uang tersebut dikirim
>ke Texmaco Grup Rp 13 juta, Aswari Rp 138 juta,
>Koperasi Amsata Rp 135 juta, Postel Rp 135 juta,
>Persediaan Rp 1-10 juta.
>
>10 dan 11 Juni, dari PT USG transfer dana sebesar Rp
>7,75 miliar.
>
>17,23,25,28 dan 29 Juni, dari PT USG transfer kepada
>PT Citra Abadi Sejati sebesar Rp 4,5 miliar.
>
>8 Juni, dari PT USG transfer sebesar 1,5 miliar kepada
>Agus Sudono di Bukopin.
>
>9 Juni, Rp 500 juta masuk ke deposito Siti Hamidah di
>BI.
>
>9 Juni, Siti Hamidah mencairkan uang Rp 500 juta
>(tidak jelas penerimanya).
>
>9 Juni Rp 200 juta + Rp 250 juta dimasukkan ke
>deposito Agus Sudono dan Ny Agus Sudono, selanjutnya
>ke PT USG.
>
>11 Juni, pencairan dari Rp 50 juta a/n PT USG.
>
>11 Juni, transfer dari PT EGP sebesar Rp 1 miliar A/C
>tidak dikenal ke BCA Pasar Minggu.
>
>6 Juni, transfer sebesar Rp 6 miliar ke deposito yang
>tidak dikenal.
>
>26 Mei, PT USG mengajukan ke Bank Lippo dan BII
>sebesar Rp 30 miliar.
>
>26 Mei, transfer kepada PT USG di Bank Lippo A/C
>572.30.00.229.
>
>27 Mei, dari PT USG transfer kepada Manimaren/Wakil
>Bendahara DPP Golkar di Bank Lippo Plaza Indonesia.
>
>27 Mei, dari Manimaren kepada Arung Gauk (teman Tanri
>Abeng) di Bank Lippo.
>
>2 Juni, dari Arung Gauk transfer Rp 15 miliar ke
>Bappilu DPP Golkar melalui BBD MPR/DPR.
>
>2 dan 4 Juni, dari cek tersebut dicairkan
>masing-masing Rp 5 miliar ditambah Rp 5,3 miliar
>(identitas orang tidak diketahui).
>
>8 Juni, PT EGP transfer Rp 30 miliar ke PT USG di Bank
>Lippo No A/C 572.3000229.
>
>9 Juni, transfer dari PT EGP kepada PT USG sebesar Rp
>30 miliar melalui Bank Lippo.
>
>6 Juni, transfer dari PT EGP kepada Djoko di BNI
>Rasuna Said A/C 206000044664.001 sebesar Rp 7,8
>miliar.
>
>9 Juni, PT EGP transfer Rp 5 miliar kepada Manimaren
>di Bank Lippo Plaza Indonesia.
>
>22 Juli, Manimaren transfer Rp 920 juta kepada Freddy
>Lalumahina/anggota DPR dari Golkar di BBD cabang
>MPR/DPR RI.
>
>22 dan 27 Juli, pencairan dana tersebut oleh Freddy L
>masing-masing Rp 300 juta dan Rp 620 juta.
>
>8 Agustus, pencairan cek Rp 500 juta dari Manimaren ke
>PT USG di Bank Putera Multi Karsa.
>
>6 Juni, pencairan dana Rp 720 juta dari Manimaren
>kepada PT EGP.
>
>Juni-Agustus, pencairan dana Rp 225 juta dari
>Manimaren.
>
>9 Juni, transfer Rp 1 miliar dari PT EGP kepada Rali
>Siregar di Bank Niaga Cabang Gajah Mada.
>
>3 dan 10 Juni, PT EGP transfer kepada Djoko
>masing-masing Rp 186 juta, Rp 98 juta, Rp 142 juta.
>
>8 Juni, Djoko transfer kepada Setya Novanto sebesar Rp
>1,5 miliar di BNI Pondok Indah.
>
>9 Juni, Setya Novanto mendepositokan sebesar Rp 3
>miliar di Bank Mandiri.
>
>4 Juni, Setya mencairkan dana Rp 500 juta di BNI
>Pondok Indah.
>
>8 Juni, pencairan dana melalui BNI Semanggi dari Djoko
>sebesar Rp 220 juta.
>
>8 Juni, Djoko transfer di BNI Rasuna Said sebesar Rp
>7,790 miliar kepada A/C 004968 di Banker NY Trust.
>
>8 Juni, transfer sebesar Rp 779 juta dari BNI Rasuda
>Said, dari PT EGP kepada Djoko di Mulia Insurance.
>
>8 Juni, pencairan dana sebesar Rp 200 juta dimasukkan
>ke dalam deposito a/n Ana Buntaran (istri Djoko).
>
>9 Juli, ketika deposito jatuh tempo, deposito a.n Ana
>Buntaran ditransfer ke BDN W, a.n Ana Buntaran.
>
>10 Agustus, ketika deposito jatuh tempo dana tersebut
>ditransfer ke PT Bumi Perdana Nusantara Perkasa (BPNP)
>milik Djoko dan istrinya di Bank Lippo.
>
>11 Agustus, dana sebesar Rp 186,64 miliar dari PT BPNP
>ditransfer ke Liem Ci Cien di DBS Singapura.
>
>9 Agustus, bunga deposito a.n Ana Buntaran sebesar Rp
>2,975 miliar ditransfer kepada Ana B di BCA Mal Taman
>Anggrek.
>
>10 Agustus, dana sebesar Rp 2,970 miliar dari Ana B
>dimasukkan ke Ana B A/C di BCA kantor cabang MTA.
>
>9 Juli, bunga bank sebesar Rp 3,493 miliar dari Ana B
>ditransfer ke deposito di BCA.
>
>9 Agustus, dana sebesar Rp 3.541 miliar ditransfer
>dari BCA kantor cabang MTA ke HSBC Singapura.
>
>9 Juli, dana sebesar Rp 10 miliar dari PT EGP
>ditransfer kepada Enggartiasto Lukito/anggota DPR
>(Wakil Ketua Golkar) di Bank Lippo Panglima Polim.
>
>10 Juni, dari Enggar dikirim ke Bank Tiara sebesar Rp
>9 miliar untuk NCD a.n Intan Nurcahyo (staf Djoko).
>
>12 Agustus, dana sebesar Rp 9,238 miliar dimasukkan ke
>dalam deposito a.n. Intan N di NCD.
>
>10 dan 11 Juni, pencairan dana sebesar Rp 1 miliar
>oleh Enggar.
>
>9 Juni, transfer sebesar Rp 43,3 miliar dari PT EGP
>kepada Arung Gauk J di Bank Lippo.
>
>14 Juni, dana sebesar Rp 32,6 miliar dari PT EGP
>kepada Arung G.
>
>27 Juli, Dana sebesar Rp 450 juta ditransfer dari
>Arung G kepada PT Mulia Multi Mandiri (milik Tanri
>Abeng).
>
>18 Agustus, dana sebesar Rp 3,8 miliar ditransfer dari
>Arung G kepada PT Gelora Raya Diana Abadi di Bank
>Lippo.
>
>5 Juli, dari A/C Arung G. ditransfer ke PT Putra
>Mandiri sebesar Rp 200 juta.
>
>2 Juli - 11 Agustus, pencairan dana dari Arung Gauk
>sebesar Rp 5,8 miliar. Penerima tidak diketahui.
>
>9 Juli dan 6 Agustus, pencairan dana dari Arung G
>sebesar Rp 3,2 miliar. Penerima tidak diketahui.
>
>27 Juli, dana sebesar Rp 1,2 miliar ditransfer ke PT
>Bintang Sidoraya (milik Tanri A).
>
>23 Juni, dana sebesar Rp 37 miliar dari Arung G
>dimasukkan ke dalam deposito Bank Lippo.
>
>23 Agustus, dana sebesar Rp 10 miliar dari Arung Gauk
>dimasukkan ke dalam deposito.
>
>2 Agustus, dana sebesar Rp 5 miliar ditransfer dari
>Arung Gauk ke PT Media Tama Dharma Jaya di BNI JPU.
>
>2 Agustus, dana sebesar Rp 7,25 miliar ditransfer dari
>Arung Gauk ke PT Cakra Sakti Mandiri di BNI JPU.
>
>2 Agustus, dana dari Arung Gauk sebesar Rp 3,5 miliar
>kepada Didi F Korompis (anggota DPR).
>
>9 Juni, pencairan dana sebesar Rp 5 miliar dari Arung
>Gauk.
>
>11 Juni, pencairan dana sebesar Rp 4,3 miliar dari
>Arung Gauk.
>
>11 Juni, dana sebesar Rp 2 miliar ditransfer dari
>Arung Gauk kepada YAAB.
>
>10 Juni, dana sebesar Rp 5 miliar ditransfer dari EGP
>kepada Bong No Lie (BNI Sudirman).
>
>14 Juni, Bong No Lie mentransfer uang sebesar Rp 1
>miliar di BCA Wahid Hasyim kepada Sherly Tandiano.
>
>14 Juni, pencairan dana sebesar Rp 809 juta oleh
>Sherly Tandiano.
>
>14 Juni, dana sebesar Rp 855 juta dicairkan oleh Bong
>No Lie.
>
>10 Juni, pencairan cek sebesar Rp 1,775 miliar melalui
>BNI Menteng.
>
>11 Juni, transfer Rp 1,015 miliar (kertas kerja BI)
>dari A/C di BNI Menteng dan Rp 1,150 miliar (bank
>statement jelas) dari rekening BNI Sudirman ke PT
>Austral Byna di BNI Banjarmasin. Rekening 648.01.203
>akses ditolak oleh Cabang Banjarmasin.
>
>14 Juni, transfer Rp 503 miliar dari PT Austral Byna,
>rekening BNI Banjarmasin ke Departemen Kehutanan,
>rekening di BRI Sudirman. Kertas kerja BI yang
>kelihatan, akses untuk informasi lebih jauh ditolak.
>
>15 Juni, dari rekening pada BNI Banjarmasin terdapat
>penarikan kas Rp 221 miliar ke PT Sarana Surya di
>Surabaya. Kertas kerja BI jelas. Akses ke tempat ini
>ditolak.
>
>15 Juni, dari rekening pada BNI Banjarmasin ada
>penarikan kas sebesar Rp 837 juta, kertas kerja BI
>jelas. Akses ke informasi lebih lanjut ditolak.
>
>15 Juni, sejumlah Rp 420 juta ditransfer dari rekening
>pada BNI Banjarmasin, ke PT Sinar Indo Buana kertas
>kerja BI jelas. Akses ke informasi lebih lanjut
>ditolak.
>
>11-15 Juni, penarikan cash pada rekening BNI Sudirman
>sebesar Rp 546 juta. PwC tidak tahu secara detail
>penerimaannya. Akses ke informasi lebih lanjut
>ditolak.
>
>14 Juni, transfer dana dari rekening pada BNI Sudirman
>di atas ke Tjhiu Tjoun Min (rekan bisnis dari Bong No
>Lie) sejumlah Rp 200 juta pada BNI Dukuh Bawah. Akses
>PwC ke bank ditolak tidak ada detail dari penerimanya.
>
>11 Juni, penarikan cash rekening Djoko Rp 100 juta.
>Copy dari bank statement dan pendukungnya dapat
>dilihat. PwC tidak memiliki detail dari penerimanya.
>
>14 Juni, dari rekening Djoko sejumlah Rp 500 juta
>ditransfer ke OC Kaligis (pengacara Djoko) pada BCA
>Duta Merlin. Rekening 05330002061, copy dari cek dan
>slip transfer disediakan oleh BCA.
>
>14 Juni, dari rekening pada Djoko sejumlah Rp 400 juta
>ditransfer ke Iwan Tjahyadikarta, Presiden dari Bank
>Dipo International dan penjual mobil terkenal,
>rekening 0500000724 pada Dipo International
>Pecenongan. Tidak detail rekening lebih lanjut selain
>transfer untuk membeli sejumlah mobil.
>
>14 Juli, sejumlah Rp 93 miliar dimasukkan dalam
>deposito berjangka atas nama Djoko di BDN Mulia
>Centre/BDN Wisma Staco. Copy dari sertifikat deposito
>disediakan oleh BDN.
>
>14,19 Juni, dua transfer berjumlah Rp 591 juta,
>ditransfer ke Liem Chee Chien account di DBS Bank
>Singapura A/C rekening 001.088347.0. tidak ada akses
>ke Bank di Singapura tetapi copy formulir transfer BNI
>terlihat.
>
>20 Juli, sejumlah Rp 500 juta ditransfer ke RC. Nur
>Sitawati (pegawai Bappindo Sudirman), dikonfirmasi di
>bank.
>
>5 Agustus, sejumlah Rp 113 juta ditransfer ke Multi Co
>Building Prod. rekening pada Some Bank Bhd Singapura,
>rekening 05.80.04949.5. Ada copy transfer dari BNI.
>Tidak ada akses ke Bank Singapura.
>
>15 Juni, dari rekening Djafar S Rp 5 miliar ditransfer
>ke PT Indowood Rimba Pratama. Pedagang valuta rekening
>246.0000.10372.003 di BNI Rasuna Said, dikonfirmasi
>pada bank.
>
>15 Juni, penarikan cash Rp 7,5 juta ditarik dari
>rekening Djafar S, terdapat bank statement. Penerima
>tidak dikenal.
>
>16 Juni, sejumlah Rp 3,492 miliar ditransfer dari
>rekening Djafar S ke Arief Pigao Bank Global di Mangga
>Dua. Ada bank statement dan dokumen pendukung. Tidak
>akses ke bank.
>
>15 Juni, sejumlah Rp 1,5 miliar ditransfer dari
>rekening Djafar S ke PT Citra Graha Multindo Sentosa
>pada Bank Danamon Fatmawati. Rekening 0110194. Ada
>dokumen pendukung.
>
>11 Agustus, dana dari Danamaon Fatmawati Rp 1,5 miliar
>dimasukkan dalam deposito on-call 7 hari atas nama PT
>Graha Citra Multindo Santosa. Informasi diagram dari
>BI hanya tersedia pada transaksi ini.
>
>15 Juni, transfer sejumlah 1 juta dolar atau Rp 7,385
>miliar dari rekening Djoko ke Coutts Banks (Schwiz)
>A.6. Ada catatan tranfer BNI. Tidak ada akses ke
>Coutts Banks.
>
>18 Juni, kliring Rp 2 miliar dari rekening Djoko ke
>Gani Djemat & Partner di Deutche Bank Jakarta.
>Informasi ada di Deutche Bank.
>
>29 Juni, pembayaran Rp 2 miliar dilakukan dari
>rekening pada Deutche Bank dalam 10 transaksi, tapi
>hanya 1 penerima yang diketahui, Ernawati Agustina Rp
>600 juta. Sumber informasi adalah Deutche Bank.
>Catatan: Dana kemudian sebesar Rp 2,057 miliar masuk
>dari sebuah sumber yang tidak diketahui ke rekening
>ini pada Deutche Bank. Sekali lagi hanya sebuah sumber
>dana yang diketahui yaitu: Bank Gambir. Informasi
>disediakan oleh Deutche Bank.
>
>18 Juni, transfer Rp 1 miliar dari rekening Djoko ke
>USG, rekening 259.623.036.201 di BNI JPU.
>
>18 Juni, transfer Rp 105 miliar dari A/C Djoko ke
>rekening Djoko pada Bank Lippo KC Kuningan Plaza telah
>dicek dengan cabang Kuningan Plaza.
>
>22 dan 24 Juni, transfer Rp 1,687 miliar dari rekening
>pada Djoko ke PT Astria Perkasa Valasindo (money
>changer) rekening 268.300.438.1 pada BCA Capem Kemang.
>Copy cek dan transfer terlihat.
>
>24 Juni, penarikan cash sebesar Rp 100 juta dari
>rekening pada Djoko, diindentifikasi dengan melihat
>copy dari cek.
>
>25 Juni, transfer sebesar Rp 127 juta dari rekening di
>Djoko kepada PT Citra Cipta Bika. Dokumen penunjang
>tersedia/jelas.
>
>25 Juni, uang sejumlah Rp 500 juta ditransfer dari
>rekening Djoko kepada Yudith Dirkin (orang asing/ahli
>yang bekerja pada kantor Manimaren) rekening di Amex
>Jakarta. Konfirmasi dari Amex.
>
>9 Juli, transfer sebesar Rp 80 juta kepada HSBC
>Jakarta. Formulir aplikasi transfer jelas/ada.
>
>9 Juli, transfer sebesar 50.000 dolar atau Rp 348 juta
>kepada Shirley Dirkin di HSBC Hong Kong. Formulir
>aplikasi transfer ada.
>
>6 Juli, sebesar Rp 5 miliar yang ditarik dari rekening
>Djoko ditarik dalam bentuk deposito berjangka atas
>nama Djoko di BNI Rasuna Said. Dokumen-dokumen
>penunjang ada.
>
>6 Agustus, setelah deposito pada BNI Rasuna Said jatuh
>tempo, dananya ditransfer kepada rekening Anna B di
>HSBC Singapura. Dokumen penunjang ada.
>
>19 Agustus, transfe dari Djoko kepada rekening
>tagihan/escrow Bank Bali atas nama EGP sebesar Rp
>94.252 miliar. Dokumen-dokumen penunjang ada.
>
>16 Agustus, transfer dari USG sebesar Rp 112,2 miliar
>ke dalam rekening tagihan Bank Bali atas nama EGP.
>
>18 Agustus, transfer dari rekening PT Trimulia
>Ampuhtama (Trimulia) nomor rekening
>246.000.000.115.003 di BNI Rasuna Said sebesar Rp
>43.914 miliar ke dalam rekening tagihan Bank Bali atas
>nama EGP. Dokumen-dokumen penunjang ada.
>
>16 Agustus, transfer darsi PT Muliar Lend ("Mulia
>Land") dari deposito di BRI sebesar Rp 5,25 miliar
>kepada Tri Mulia. Dokumen-dokumen penunjang ada.
>
>16 Agustus, transfer dari Mulia Land kepada Tri Mulia
>dari deposito di BBD sebesar Rp 5,3 miliar.
>Dokumen-dokumen penunjang ada.
>
>14 Agustus, transfer dari PT Tri Dhar Sakti Indah
>(TSI) kepada Tri Mulia dari deposito di Bank Mandiri,
>Plaza Mandiri sebesar 1.673.627 dolar. Dokumen-dokumen
>penunjang ada.
>
>14 Juli, transfer dari orang tak dikenal kepada
>rekening TSI sebesar 1.565.311 dolar. Akses ditolak.
>
>16 Agustus, transfer dari Mulia Land kepada Tri Mulia
>dari deposito di Bank Mandiri Plaza Mandiri sebesar
>2.433.315 dolar. Dokumen-dokumen penunjang ada.
>
>20 Juli, transfer dari orang tak dikenal di BNI Rasuna
>Said DEVA 01279A kepada Mulia Land Bank Mandiri Plaza
>sebesar 2.433.315 dolar. Akses ke bank ditolak.
>
>16 Agustus, transfer dari TSI Bank Mandiri Plaza
>Mandiri ke Tri Mulia 522.206 dolar. Dokumen pendukung
>telah dilihat.
>
>20 Juli, transfer dari orang tak dikenal pada BNI
>Rasuna Said ke TSI Bank Mandiri, Plaza Mandiri 522.206
>dolar. Akses ke bank ditolak.
>
>16 Agustus, transfer dari Mulia Land ke Bank Mandiri,
>Plaza Mandiri ke Tri Mulia di Rasuna Said sebesar
>129.011 dolar. Akses ditolak.
>
>20 Juli, transfer dari orang tak dikenal dari BNI
>Rasuna Said ke rekening Mulia Land di Bank Mandiri
>sebesar 129.011 dolar. Akses ditolak.
>
>16 Agustus, transfer dari orang tak dikenal pada Bank
>BNI 218.331 dolar. Akses ditolak.
>
>20 Juli, transfer dari tak dikenal pada BNI Rasuna
>Said ke rekening 218.331 dolar. Akses ditolak.
>
>18 Agustus, transfer dari AGJ pada Bank Lippo rekening
>738.30.018.96.1 untuk Rp 30 miliar kepada rekening
>tagihan BB. Dokumen pendukung sudah dilihat.
>
>18 Agustus, transfer dari deposito berjangka Rp 13.7
>miliar dan sebuah transfer dari deposito cash Rp 19,4
>miliar ke rekening tagihan BB di atas. Dokumen
>pendukung telah dilihat.
>
>18 Agustus, transfer dari Gelora Raya rekening
>738.30.08409.3 pada Bank Lippo, Lippo Center Rp 43
>miliar ke rekening tagihan BB. Dokumen pendukung telah
>dilihat.
>
>18 Agustus, transfer deposito berjangka Rp 25 miliar
>ke Gelora Raya pada Bank Lippo, Lippo Center. Dokumen
>pendukung telah dilihat.
>
>16 Agustus, transfer Rp 5 miliar ke Gelora Raya Lippo
>Bank, Lippo Center dari sebuah deposito cash. Dokumen
>pendukung telah dilihat.
>
>18 Agustus, transfer dari AGJ Rp 3,8 miliar ke Gelora
>Raya pada Bank Lippo, Lippo Center. Dokumen pendukung
>telah dilihat.
>
>18 Agustus, transfer dari Bumi Persada Nusantara (BPN)
>Bank Lippo. KC Kuningan, Gedung Lippo Life Rp 174,953
>miliar ke rekening tagihan BB. Dokumen pendukung telah
>dilihat. Transfer ini tidak terjadi.
>
>18 Agustus, transfer dari BPN di Bank Lippo, KC
>Kuningan, Gedung Lippo Rekening Nomor 705.30.08941.2
>dari Rp 13,360 miliar ke tagihan escrow Bank Bali.
>Dokumen-dokumen pendukung terlihat ada.
>
>18 Agustus, transfer dari Mulia Persada Tata Lestari
>(MPTL) sebesar 900.000 dolar dari Bank Mandiri, Plaza
>Mandiri dan dari Mulia Cemer Land Dian Persada (MCDP)
>sebesar 800.000 dolar dari Bank Mandiri, Plaza Mandiri
>(total Rp 11,687 miliar) ke escrow Bank Bali terkait
>dengan EGP. Dilengkapi dengan data penghubung.
>
>23 Juli, transfer dari MPTL jumlah 900.000 dolar
>simpanan di BRI Gatot Subroto ke MPTL pada escrow BB
>di atas. Data-data dokumen pendukung tersedia.
>
>23 Juli, transfer dari MCDP sebesar 800.000 dolar di
>BRI Gatot Subroto ke MPTL pada escrow BB di atas.
>Dokumen pendukung ada tersedia.(23)
 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke