Tampaknya ada semacam lack time mengenai pemahaman terhadap arah
perubahan.
Banyak sekali permasalahan diangkat dengan mengatakan bahwa
terjadi ketidak adilan antara pusat dan daerah sebagai persoalan
pokok. Ok, itu benar sekali, namun itu merupakan kesalahan
pemerintahan masa lalu sehingga memunculkan semangat reformasi
dimana pemerintahan baru dibentuk dengan tujuan untuk memperbaiki
kesalahan itu. Saat ini pemerintah sedang berusaha untuk
mengkoreksinya, paling sedikit kita melihat Menteri Urusan
otonomi daerah dibentuk untuk alasan itu.
Menapa lack time itu muncul?
��
----- Original Message -----
From: T Cahyoadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 16 November 1999 17:35
Subject: Re: [Kuli Tinta] Enggan Multi Ragam
> Apakah anda sudah membaca ada gejala seperti ini ?
> btw, bila memang ada gejala spt itu, menurut saya hal ini
disebabkan oleh
> diberikannya kebebasan bagi semua pihak (tanpa kecuali) untuk
bersikap dan
> bertindak bebas termasuk bicara.Dipicu pula oleh ketidakadilan
dan
> ketidakmerataan pembangunan dan hasil2nya.
> Untuk itu perlu segera (dan sangat2 segera) ditindaklanjuti ttg
sinyalemen
> pemerintah ttg perbandingan pemasukan keuangan untuk pusat dan
daerah 20 :
> 80.
>
> TIA
> --------------------
>
> > Bagaimana dengan sikap yang enggan menerima fakta multi
keragaman
> > di Indonesia?
>
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!