Kawan-kawan, terlebih para "pejuang Aceh", hormatilah hak azasi Pak Iyad
Abbas ini untuk tidak menerima e-mail dari GAM. Kita, sebagai yang selama
ini memperjuangkan hak azasi, seharusnya mengerti.

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]

-----Original Message-----
From: Iyad Abbas <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 01 Desember 1999 23:24
Subject: STOP SENDING ME MAIL!!!


>
>TAKE ME OFF YOUR MAILING LIST!!! I DON"T KNOW WHO YOU PEOPLE ARE!! I HAVE
>ASKED YOU SEVERAL TIMES!!!
>
>>From: Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]>
>>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>>To: "Ramli, Ismail" <[EMAIL PROTECTED]>, ACEH FORUM <[EMAIL PROTECTED]>,
>>       ALUMNI TEKNIK UNSYIAH <[EMAIL PROTECTED]>,        BINCANG
>><[EMAIL PROTECTED]>, EKA VENTY <[EMAIL PROTECTED]>,        "H. DJP
>>ALFIANI" <[EMAIL PROTECTED]>, HADI <[EMAIL PROTECTED]>,        HIZIR
>>SOFYAN <[EMAIL PROTECTED]>,        IKA UNSYIAH JKT
>><[EMAIL PROTECTED]>,        IQBAL ABBAS <[EMAIL PROTECTED]>,
>>JEFRI <[EMAIL PROTECTED]>,        KULI TINTA
>><[EMAIL PROTECTED]>,        M DAUD <[EMAIL PROTECTED]>,
>>MARTIN MANURUNG <[EMAIL PROTECTED]>,        MARTUNIS MUKSIN
>><[EMAIL PROTECTED]>,        NIKOYA
>><[EMAIL PROTECTED]>,        PENERANGAN GAM
>><[EMAIL PROTECTED]>,        PENERANGAN GAM <[EMAIL PROTECTED]>,
>>RADIO NIKOYA <[EMAIL PROTECTED]>,        RAMADHAN P <[EMAIL PROTECTED]>,
>>      RIZAL MUNADI <[EMAIL PROTECTED]>,        SIRAREF
>><[EMAIL PROTECTED]>,        SORAYA
<[EMAIL PROTECTED]>,
>>        SYAHBUDDIN ABDURRAUF <[EMAIL PROTECTED]>,
>>TAJUDDIN ASSUBKI <[EMAIL PROTECTED]>,        UNSYIAHNET
>><[EMAIL PROTECTED]>, UCI <[EMAIL PROTECTED]>,        WIDAD
>><[EMAIL PROTECTED]>, YAN PRIBADI <[EMAIL PROTECTED]>,        YAYASAN
>>ANAK BANGSA <[EMAIL PROTECTED]>,        ZAGLUL <[EMAIL PROTECTED]>,
>>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>>Subject: GUS DUR TAMPILKAN ISLAM CARA LONDOK
>>Date: Wed, 01 Dec 1999 07:13:26 +0100
>>
>>http://www.dataphone.se/~ahmad
>>[EMAIL PROTECTED]
>>
>>Stockholm, 1 Desember 1999
>>
>>Bismillaahirrahmaanirrahiim.
>>Assalamu'alaikum wr wbr.
>>
>>GUS DUR TAMPILKAN ISLAM CARA LONDOK
>>Ahmad Sudirman
>>XaarJet Stockholm - SWEDIA.
>>
>>
>>Tanggapan untuk Pres Gus Dur.
>>
>>KEPEMIMPINAN GUS DUR PAKAI CARA LONDOK
>>
>>Setelah Gus Dur menjabat sebagai Presiden Daulah Pancasila, ternyata cara
>>londok
>>(binatang yang bisa berganti-ganti warna kulit sesuai lingkungannya) yang
>>dipakainya.
>>
>>Ketegasan sebagai seorang pemimpin muslim seperti yang dicontohkan
>>Rasulullah tidak
>>membekas pada diri Gus Dur. Ketika Rasulullah menjadi pempimpin Daulah
>>Islam Rasulullah
>>dan menyampaikan dakhwah Islamnya kepada para pemimpin Dunia terlihat
>>betapa tegas,
>>jelas dan terangnya antara Islam dan non Islam. Dengan Rasulullah
>>menyatakan dalam surat
>>dakhwahnya yang berbunyi, "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha
>>Penyayang. Dari
>>Muhammad ibn Abdullah untuk Heracleus, Pemimpin Romawi. Semoga kedamaian
>>dilimpahkan
>>kepadanya yang mengikuti petunjuk. Adapun setelah itu, saya mengajak
>>saudara untuk
>>mengikuti dakhwah Islam. (Bila) berserah diri tentu saudara akan menikmati
>>keselamatan
>>dan Allah akan memberi balasan yang berlipat ganda kepadamu. Tetapi bila
>>saudara
>>berpaling, maka dosa yang saudara lakukan akan dilimpahkan kepadamu".
(Ibnu
>>Sa'd,
>>Ath-Thabaqat al-Kubra).
>>
>>Bandingkan dengan apa yang dikatakan Gus Dur kepada mantan Presiden
>>Filipina Corry
>>Aquino. "Pada beliau saya katakan, kita di Indonesia sangat kagum pada
>>perjuangan beliau
>>menegakkan demokrasi bersama Kardinal Sin dan kita juga terkesan dengan
>>kenyataan bahwa
>>beliau tidak berusaha memperpanjang masa jabatan sebagai presiden,
walaupun
>>popularitasnya cukup untuk itu". (
>>http://www.kompas.com/kompas-cetak/9911/30/nasional/perj06.htm )
>>
>>Jadi disini kelihatan dengan terang dan jelas, dimana seorang pemimpin
>>muslim yang
>>tegas, jelas, terang dan tetap mengikuti apa yang diperintahkan Allah dan
>>Rasul-Nya
>>dengan pemimpin muslim yang hanya menggunakan cara londok.
>>
>>Seorang pemimpin muslim yang menggunakan cara londok adalah satu saat
>>ketika jumpa
>>dengan orang yang berbeda politiknya mengatakan "Saya kagum kepada politik
>>anda yang
>>telah menerapkan demokrasi sekuler". Begitu juga ketika jumpa dengan
>>pemimpin yang
>>sama-sama menggunakan label Islam keluar ucapannya: "Silahkan datang
kepada
>>kami dan
>>tujukkan kepada rakyat kami agar supaya mereka mengerti menjadi muslim
yang
>>baik tidak
>>usah membangun negara Islam dan contohlah rakyat negara kami yang sekuler.
>>Dengan
>>sekularisme kehidupan beragama terjamin dan kehidupan negara akan tenang.
>>Karena dengan
>>sekularisme agama tidak ikut campur dalam urusan pemerintahan dan negara.
>>
>>POLITIK LUAR-NEGERI-RANGKUL-JERAT-NYA GUS DUR
>>
>>Memang kelihatan politik yang dipakai Gus Dur dalam membangun Daulah
>>Pancasila ini.
>>Dengan jelas kelihatan politik luarnegerinya yang menerapkan politik
>>rangkul dan jerat
>>tanpa memandang ideologi dan agama. Suatu politik yang berdasarkan
>>sekularisme.
>>
>>Jumpa dengan Pemimpin-pemimpin negara Asia, Amerika, Jepang, Timur Tengah
>>dan sekarang
>>dengan pemimpin Cina yang beraneka ragam, dipakailah baju yang beraneka
>>ragam sesuai
>>dengan situasi dan kondisi pada saat pertemuan. Yang penting usaha untuk
>>membuka jalan,
>>merangkul dan menjerat lawan berhasil. Seperti yang diungkapkannya: "untuk
>>mengangkat
>>nama baik Indonesia sehingga tercapai suasana yang menggairahkan untuk
>>investasi, karena
>>kita memerlukan penanaman modal besar-besaran di negeri ini" (
>>http://www.kompas.com/kompas-cetak/9911/30/nasional/perj06.htm )
>>
>>POLITIK ACEH-PISAH-RANGKUL-JERAT-NYA GUS DUR
>>
>>Ternyata metode diam-diam yang tidak formil dengan taktik pisah, rangkul
>>dan jerat telah
>>diterapkan oleh Gus Dur untuk memisahkan, merangkul dan menjerat rakyat
>>Aceh.
>>
>>Beberapa tokoh ulama, thaliban (santri) dan intelektual di Aceh seperti
>>Sofyan Ibrahim
>>Tiba (Universitas Muhammadiyah Aceh), Naimah Hasan (tokoh wanita Aceh),
>>Teungku Baihaqi
>>(Himpunan Ulama Dayah dan Penasihat Thaliban), M Daud
>>Yoesoef (ahli tata negara Universitas Syiah Kuala) datang ke jakarta hari
>>Senin (29
>>Nopember 1999) untuk memenuhi undangan yang tidak menggunakan surat resmi
>>kepresidenan,
>>melainkan melalui lisan orang per orang untuk bertemu dan berdialog dengan
>>Gus Dur. (
>>http://www.kompas.com/kompas-cetak/9911/30/nasional/toko07.htm )
>>
>>Politik pisah-rangkul-jerat-Aceh-nya inilah yang dipakai Gus Dur sebelum
>>hari ini Rabu
>>(1 Desember 1999) pergi melakukan 3 hari kunjungan resmi ke Cina.
>>
>>Jadi, kalau terjadi pada tanggal 4 Desember 1999 ketegangan dan kerusuhan
>>yang
>>diakibatkan GAM/AGAM dan rakyat Aceh memperingati hari kemerdekaan Negara
>>Aceh
>>Sumatera-nya Hasan Tiro yang ke 23, maka Gus Dur sudah berlepas tangan.
>>
>>Karena menurut Gus Dur saya sudah bertemu dengan para tokoh ulama,
thaliban
>>dan
>>intelektual Aceh pada hari Selasa (30 Nopember 1999) kemarin. Yang membuat
>>keributan dan
>>kerusuhan pada tanggal 4 Dember 1999 hari sabtu yang akan datang itu
adalah
>>mereka yang
>>bukan tokoh ulama, thaliban dan intelektual Aceh, melainkan mereka yang
>>ikut dalam
>>GAM/AGAM.
>>
>>Politik pecah-rangkul-Aceh-nya Inilah yang dipakai oleh Gus Dur. Suatu
>>usaha pemecahan
>>dengan jalan politik yang tidak kena sasarannya. Padahal saya sudah
>>mengajukan kepada
>>Gus Dur dalam tulisan "DIR, Musyawarah, Trias Politika dan Aceh" (
>>http://www.dataphone.se/~ahmad/991114a.htm ) yang lalu yaitu,
>>
>>1. Presiden Gus Dur harus merubah taktik strategi kekerasan senjata dengan
>>taktik
>>strategi dialog dan perdamaian yang adil dalam menghadapi rakyat Aceh.
>>2. Presiden Gus Dur harus merubah sikap kebijaksaan politik militernya
>>dengan cara
>>menarik kekuatan TNI yang sekarang ada di Aceh dan diserahkan serta
>>memberikan
>>kepercayaan kepada pihak keamanan daerah Propinsi setempat untuk mengatur
>>keamanan di
>>daerahnya.
>>3. Presiden Gus Dur harus siap untuk mengusut dan mengadili mereka yang
>>terlibat dalam
>>berbagai tindakan kejahatan dan pembunuhan rakyat Aceh, terutama yang
>>dilakukan oleh
>>pihak militer.
>>4. Presiden Gus Dur harus mendekati dari segi aqidah Islam dan ukhuwah
>>Islam, karena
>>hampir semua rakyat Aceh adalah muslim.
>>5. Presiden Gus Dur harus memberikan kebebasan kepada rakyat Aceh untuk
>>menerapkan,
>>melaksanakan dan mengawasi hukum Islam tanpa dipengaruhi oleh hukum-hukum
>>Pancasila.
>>6. Presiden Gus Dur harus siap dan mau berunding dan berdialog dengan
semua
>>pihak dan
>>golongan yang terlibatdalam krisis Aceh.
>>7. Presiden Gus Dur harus mengerti dan memahami keinginan seluruh rakyat
>>Aceh. Dimana
>>dari berbagai macam keinginan yang timbul harus diperhatikan keinginan
mana
>>yang
>>dikehendaki oleh sebagian besar rakyat Aceh.
>>8. Presiden Gus Dur jangan sekali-kali menggunakan politik pecah belah
>>rakyat Aceh.
>>9. Presiden Gus Dur harus mau mengalah dengan memberikan kekuasaan otonomi
>>yang luas
>>kepada pemerintah istimewa otonomi Aceh untuk mengelola, mengatur dan
>>menetapkan
>>anggaran biaya, ekonomi dan keuangan daerahnya.
>>10. Presiden Gus Dur jangan sekali-kali menjalankan politik dialog dan
>>perdamaian dengan
>>tujuan untuk menipu rakyat Aceh.

>>http://www.dataphone.se/~ahmad/991114a.htm ).
>>
>>
>>KESIMPULAN
>>
>>Setelah Gus Dur menjabat sebagai Presiden Daulah Pancasila, ternyata cara
>>londok
>>(binatang yang bisa berganti-ganti warna kulit sesuai lingkungannya) yang
>>dipakainya.
>>Ketegasan sebagai seorang pemimpin muslim seperti yang dicontohkan
>>Rasulullah tidak
>>membekas pada diri Gus Dur.
>>
>>Politik luarnegerinya yang menerapkan politik rangkul dan jerat tanpa
>>memandang ideologi
>>dan agama. Suatu politik yang berdasarkan sekularisme.
>>
>>Metode diam-diam yang tidak formil dengan taktik pisah, rangkul dan jerat
>>telah
>>diterapkan oleh Gus Dur untuk memisahkan, merangkul dan menjerat rakyat
>>Aceh yang
>>dipakai Gus Dur dalam memecahkan krisis Aceh.
>>
>>Inilah sedikit tanggapan untuk Pres Gus Dur.
>>
>>Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
>>[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
>>untuk membaca
>>tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah
>>Islam dan Undang
>>Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP
>>http://www.dataphone.se/~ahmad
>>
>>Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
>>memohon
>>petunjuk, amin *.*
>>
>>Wassalam.
>>
>>Ahmad Sudirman
>>
>>http://www.dataphone.se/~ahmad
>>[EMAIL PROTECTED]
>>
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke