Penulis imil ini bermaksud minta tolong untuk memforwardkan imil ini ke 
PKB, atau NU, atau Gus Dur.



Ari
mailto:[EMAIL PROTECTED]


=======================================================

Dear Bahteranauts,

dalam berita kunjungan Gus Dur ke Irian Barat dalam sk Kompas 1 Januari
(http://www.kompas.com/kompas-cetak/0001/01/UTAMA/iria01.htm)
diterangkan:

 > Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, setuju pergantian
 > nama Irian Jaya menjadi Papua. Persetujuan itu bukan akibat tekanan
 > siapa-siapa, tetapi karena nama Irian Jaya merupakan manipulasi dari
 > bahasa Arab yang artinya telanjang.
 >
 > "Mulai sekarang, nama Irian Jaya menjadi Papua. Mungkin waktu itu,
 >  penggembala-penggembala Arab melihat teman-teman di sini masih
 >  memakai koteka," kata Gus Dur ketika berdialog dengan tokoh masyarakat
 >  Irian Jaya di Jayapura, Jumat (31/12) malam.

Terus terang saya mula-mula agak tercengang, kemudian merasa sedih. Ini
rupanya masih ekor-ekor dari promosi ignoransi yang bersimaharajalela
selama pemerintahan Orde Baru, yang antaranya juga menjebak Habibie
kemarin, menganggap _Irian_ itu cuma nama bagian barat pulau itu:
ternyata, waktu mempbicarakan pemekaran Irian Jaya akan menjadi tiga
propinsi baru itu, yang satunya dinamakan Irian Barat. Padahal, Irian
itu nama seluruh Pulau, dan nama Propinsi RI ke-26 mula-mulanya (waktu
akan dikembalikan pada tahun 1962-1963) itu "Irian Barat", dan baru
diubah mendjadi "Irian Jaya" belakangan, di waktu Soeharto jadi
presiden.

Di bawah Orde Baru, asal-usul nama _Irian_ itu dipalsukan, yaitu dinyatakan
bahwa itu adalah akronim untuk "Ikut Republik Indonesia Anti Nederland".
Apa motifnya mengajarkan keterangan bohong itu saya tidak tahu, tapi yang
jelas menjadi senjata yang makan tuan: Habibie turut kebohongi sehingga
mengira Irian itu cuma nama bagian barat pulau itu, yaitu bagian yang
pernah dijajah Nederland.

Sangat sedih saya, bahwa akibat politik penerangan Orde Baru yang
tidak beres itu, masyarakat luas di indonesia, sampai-sampai tokoh-
tokoh gerakan reformasi sendiripun, turut menjadi korban. Kalau
di antara rekan-rekan pebahtera ada yang punya koneksi ke PKB atau
NU atau bahkan ke Gus Dur sendiri, tolonglah forwardkan keterangan
ini:

Dalam kenyataannya Irian itu dari bahasa Biak, yaitu nama yang dipakai
dalam mitologi dan folklore tradisional Biak untuk menyebut daratan
besar yang oleh orang Eropa dinamakan "Guinea Baru". Khusus dalam
ceritera-ceritera Manarmakeri ada fragment berikut:

<<Bapak Orangkaya Sanawi bangkitlah, kau orang suci, kau menghalangi
   sinar matahari di Gunung Yamnaibori, gunung gadis dara Pulau Biak,
   agar kita muatkan segala perkakas ke kapal dan berlepas menujukan
   haluan kepada daratan Irian. Maka mataku telah melihat bintang
   Sampari [= Bintang Kejora] menyingsing, tidak berdiam saja di
   Jumamba ([= di timur].>>

Lihat: Freerk Kamma, "Koreri - Messianic movements in the Biak - Numfor
Culture Area", translated by M.J. van de Vathorst-Smit, penerbitan
Voorhoeve (1954), lihat sana halaman 27.

Nama Irian itu dalam sejarah tertulis diberitakan muncul pertama kali
dalam satu kabar dari Gubernur Maluku Portugis tahun 1536 yang menyebutnya
_Irian_, dan baru kemudian, dari tahun 1545, menyebutnya _Nuvea Guinea_
(artinya "Guinea Baru").

Setelah Proklamasi 1945, kemudian setelah pihak Nederland mendatangkan
tentaranya ke Indonesia dan mulai menduduki kembali sebagian wilayah
Indonesia sejak Maret 1946, Indonesia bagian Timur dan Tengah hampir
seluruhnya berhasil didudukinya kembali, maka mulailah mereka menarik
sebagian politikus setempat untuk mau mendirikan apa yang dinamakan
"Negara Indonesia Timur", yaitu pada tiga konperensi pada tahun 1946
itu, di Malino, di Pangkal Pinang, dan di Den Pasar. Pada konperensi
Malino itu tercatat juga pernyataan utusan dari Irian Barat yang waktu
itu masih dinamakan Guinea Baru Barat, yaitu seorang pribumi yang
menjadi pegawai binnenlandsch bestuur (administrasi sipil Belanda),
bernama Frans Kasiepo (kalau tak salah belakangan diangkat jadi
Gubernur Irian Barat oleh pemerintah RI).

Dalam "Kort verslag van de vergadering van de Malino-conferentie op
18 juli 1946" yang diterbitkan dalam  S.L. van der Wal (ed.), "OfficiŽle
bescheiden betreffende de Nederlands-Indonesische betrekkingen 1945-1950",
deel 5, 16 Juli - 28 Oct. 1946, tercantum:

  <<De heer Kasiepo zeide, dat .....
    .....
    De band van het landschap Tidore met Nieuw-Guinea dient te worden
    verbroken. De naam Papoea moet worden afgeschaft, omdat dit woord
    het Tidoreesch "slaaf" beteekent. Het volk wenscht het land
    "Nieuw-Guinea" te noemen en het volk "Irian".>>

artinya:
   "Tuan Kasiepo mengatakan, bahwa.....
    .....
    Ikatan kawasan Tidore dengan Guinea Baru hendaknya diputuskan. Nama
    Papua perlu dibatalkan, karena kata ini adalah kata bahasa Tidore
    yang berarti "budak". Rakyat menginginkan supaya negerinya dibamakan
    'Guinea Baru' dan bangsanya dinamakan 'Irian'."

Keterangan serupa (tapi sangat ringkas) pernah juga saya baca dalam
Ensiklopedi Indonesia suntingan Shadily dll. (sub "Irian").

Adalah untuk menuruti keinginan orang pribumi bagian barat pulau tersebut
itulah, maka pemerintah RI kemudian memutuskan tidak memakai istilah
Papua atuapun Guinea Baru, melainkan memakai nama Irian. Pada tahun
1962, menjelang dikembalikannya wilayah tersebut kepada Indonesia,
pemerintah yang dipimpin Bung Karno memutuskan mengangkat status
wilayah itu menjadi propinsi tersendiri dengan nama Irian Barat.

Berkenaan dengan kata "Papua", dapat diterangkan bahwa nama ini
berasal dari pendengaran Portugis akan kata _pepuah_ atau _puah-puah_
yang berarti "berambut keriting" dalam logat Melayu di Maluku Utara
di masa lampau. lihat misalnya R.J. Wilkinson, "A Malay-English
dictionary" (1903)

_pepuwah_  -- curly, wooly, or frizzled, as the hair of a Papuan. -
           _Orang p._: a Papuan.

Dalam ensiklopedi Hindia Belanda suntingan Stibbe, "Encyclopaedie van
Nederlandsch-Indie", 2e druck, met medewerking van W.C.B. Wintgens en
E.M. Uhlenbeck, 3e deel (N-Soema), 's-Gravenhage: Nijhoff / Leiden: Brill
(1919), lihat sana halaman 298 (sub _Papoea's_)

  <<...Papoea's, een woord dat vermoed wordt door samentrekking uit het
    Maleisch _poea-poea_ of "kroesharig" onstaan te zijn...>>
artinya:
   "...Papua, suatu kata yang kiranya terjadi liwat penyingkatan kata
    Melayu _pua-pua_ yang berarti 'berambut keriting'."

Pemakaian kata tersebut dalam sumber pemakaian asli yang tertua yang
diketahui yalah satu surat dari Sultan di Ternate kepada Gubernur
Jendral Belanda tanggal 11 September 1733, yang menyertai pengiriman
hadiah Sultan berupa:

   <<...empat orang budak2, tiga orang laki-laki seorang perempuan,
     tiga orang rambutnya betul seorang papuah...>>

Lihat: A.Gallop, "The legacy of the Malay letter", London: British
Library for the National Archives of Malaysia (1994), lihat sana
halaman 82-83.

Perlu dicatat, bahwa pengembara (musafir) Arab bernama Ibn Batuta
yang konon pernah berkunjung ke Maluku Utara itu tidak selalu tepat
memberitakan etimologi nama-nama. Khususnya, nama Maluku (yang waktu
itu masih menunjuk kepada pulau-pulau Maluku Utara tempat tumbuhnya
cengkih: Tidore, Ternate, Makian, Mutir, Bacan) menurut Ibn Batuta
itu _Muluk_ yang diinterpretasi berarti "negeri raja-raja" (bandingkan
Bahasa Arab _malik_ "raja"). Padahal, kawasan itu sudah disebut dalam
Nagarakertagama karangan Prapanca dengan nama _Maloko_, artinya, nama
yang dipakai orang Portugis, yaitu mula-mulanya _Moluco_, itu
bukan berasal dari _Muluk_ yang diberi akhiran -o sesuai bunyibahasa
Portugis, melainkan cukup tepat mencerminkan nama asli yang lamase perti
yang tercatat dalam Nagarakrtagama itu. Dan interpretasi arti "negeri
raja-raja" itu hanyalan "etimologi populer" (folk etymology) karangan
Ibn Batuta itu.

Salam,   Waruno

-----------------------------------------------------------------------
Waruno Mahdi                  tel:   +49 30 8413-5411
Faradayweg 4-6                fax:   +49 30 8413-3155
14195 Berlin                  email: [EMAIL PROTECTED]
Germany                       WWW:   http://w3.rz-berlin.mpg.de/~wm/
-----------------------------------------------------------------------


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke