Assalamualaikum,
Tiga minggu mudik di jawa timur. Tiga minggu putus dari Jakarta , Kompas,
Republika, dan tabloid dan internet dan milis. Sengaja tidak banyak nonton
warta berita TV. Cuma Jawa Pos dan Surabaya.

Kehidupan kalangan awam sekitar kami sekitar mesjid Ampel hampir tidak
kelihatan berubah dari tiga tahun yang lalu. Lalu lintas tambah macet,
perdagangan kaki lima amat ramainya. Obrolan awam tidak jauh berbeda dengan
awam Jakarta. Sama-sama kurang paham sedang mengalami apa kita ini sebagai
bangsa. Konon, dijauh sana, di langit Jakarta sedang terjadi peperangan
misterius antara siapa dan siapa. Semoga cepat selesai dan tidak tumpah
ketempat kami.

Hari itu Jawa Pos menurunkan gambar dari AFP. Seorang milisi Kristen Ambon
 interpretasi kami) lewat berjalan didepan seorang anggota marinir KKO.
Senjata yang disandangnya tampak lebih canggih dari senjata anggota TNI
yang kelihatan tak berdaya yang cuma bisa melemparkan senyum kepada sang
milisi garang tersebut.

Gambar tersebut mengundang perasaan sedih, heran, tak berdaya. Gambar
tersebut menggambarkan dengan telanjang pada khalayak awam sekitar tempat
kami , bahwa memang kaum muslimin amat lemah . Banyak jumlahnya , ternyata
cuma buih rupanya. Sedihnya PR pihak lain berhasil dengan gemilang membuat
image kegarangan dan kekuatan kaum Muslimin Indonesia. Esoknya Jawa Pos
mengeluarkan ralat atas gambar tersebut. Senjata yang disandang milisi
ternyata cuma senjata mainan. Ooooo..... Anda bisa membayangkan apa
interpretasi khalayak atas ralat tersebut.

Berita pembantaian-pembantaian di Maluku diikuti. Pasif tentunya. Tapi
berita dan kenyataan2 seperti itu membuat saya mengerti betapa sulitnya
menumbuhkan saling kepercayaan lintas agama. Begitu sulitnya untuk maju satu
meter meyakinkan bahwa yang beragama Kristen adalah saudara kita ummat Nabi
Isa yang menginginkan persaudaraan yang tulus dengan kita. Tambah keraslah
suara Al-Quran :"... bahwa mereka itu ( Yang beragama Yahudi dan Kristen)
tidaklah rela padamu, sampai kamu masuk kedalam agama mereka.....".   Tambah
merasuk dihati.

40 lembar koran menumpuk menunggu di Ciganjur. membaca headline Republika
selama tiga minggu ini membuat saya tambah ngenes. ... Pasukan Merah
menyerang kembali.... Ribuan orang  ( yang menganut agama tertentu ) mati
dibantai dalam semalaman. ... Aksi sejuta Ummat... Amin Rais.... Korban cuma
Lima : kata Gus Dur .....dll.dll.

Arsip milis Kulitinta yang saya kunjungi juga cukup ramai rupanya.
Satu-satunya suara kegetiran ummat Islam yang cukup menyolok muncul ke
permukaan , Amin Rais dan Sejuta Ummat, dari diskusi milis secara cemerlang
dicoba disimpulkan sebagai ambisi rendah Amin yang pingin jadi presiden
menggantikan Gus Dur. Suara Islam cuma bisa keluar dari Matori Abdul Jalil
dan PKB:  mungkin begitu kata orang2 yang pintar dan yang beragama lain.
Pandangan bodoh dan sederhana seperti itu seharusnya cuma bisa lahir dimasa
Suharto dulu.

Dari Kompas pagi ini 17 Januari, Pangdam Pattimura menyatakan bahwa korban
kerusuhan Maluku tidak sampai duaribu. Cuma 771. Itupun bukan semalaman,
tapi dalam seminggu ini. Tapi diakui pula bahwa yang luka berat sebanyak 559
orang ( mungkin termasuk yang lehernya separuh putus, kaki buntung atau yang
isi perutnya berantakan) . Tapi nggak apa-apa . Mayoritasnya kan cuma orang
beragama tertentu ( gaya orde baru). Jadi kan cuma setengah orang.

Secara kenyataan, peristiwa pembantaian, ethnic-cleansing seperti di
Ambon/Maluku , cuma bisa dibandingkan dengan yang di Bosnia atau Kosovo.
Maaf, tidak pernah terjadi ditempat yang mayoritasnya kaum Muslimin. Lemah
dan bodoh. Tapi ternyata, lebih punya KASIH, meskipun tidak punya PR canggih
untuk gembar-gembor. Apakah kami ini sudah sederajat dengan binatang ,
sehingga mengeluh dan menangispun, amat mengganggu anda-anda, sehingga harus
dilarang dan diredam?.  Sehingga kebenaran terus tenggelam ?

Kenangan Timor Timur , Uskup Bello, Xanana Gusmao, tiba-tiba jadi membuat
mules dan nek diperut saya. Ketidak Adilan perlakuan yang amat njomplang.

Selamat Hari Natal dan Tahun Baru. Selamat hari raya Idul Fitri. Selamat
berjumpa lagi.

Wassalam.
Abdullah Hasan.




-===  FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3  ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke