From: RM Roy Suryo
To: Anti Soeroso - Manager Public Relations RCTI
Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: 26 Januari 2000 11:43
Subject: Re: Pidato Presiden Gus Dur


At 09:01 26/01/00 +0700, <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Jakarta, 25 Januari 2000 No.: 0090/PR-RCTI/I/00 Kepada Yth, Bapak RM Roy
Suryo di Jakarta Perihal : Pidato Presiden Gus Dur dan Ucapan Terima Kasih
Dengan hormat, Surat Bapak tertanggal 16 Januari 2000, perihal kritik pidato
Presiden Gus Dur, telah kami terima dengan baik. Pertama-tama atas nama
Direksi dan seluruh karyawan PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI),
mengucapkan terima kasih atas perhatian yang Bapak berikan melalui kritik
yang sangat bermanfaat. Pengetahuan dan perhatian Bapak mengenai tayangan
Pidato Presiden Gus Dur di RCTI yang begitu detail, sangat kami hargai
setinggi-tingginya. Merupakan suatu kehormatan dan masukan yang sangat
berharga bagi perkembangan dan kemajuan RCTI. Perlu kami jelaskan bahwa
pemotongan (editing) dilakukan tanpa bermaksud mengabaikan inti dari pidato
tersebut. Semata-mata karena asumsi bahwa pemirsa televisi telah
menyaksikannya secara keseluruhan pada tayangan langsung dari
stasiun-stasiun televisi lainnya beberapa saat sebelumnya, sehingga untuk
menghindari pengulangan, kami meng-edit pidato tersebut. Tanpa kami sadari
hal ini berdampak serius bagi pemirsa setia RCTI. Kami sangat setuju bahwa
pidato kepala negara Gus Dur, selalu penuh arti dan berkesinambungan dari
awal sampai akhir pembicaraan. Untuk itu, kritik Bapak merupakan masukan
yang sangat berharga dan pecut bagi RCTI untuk lebih berhati-hati dalam
menyajikan tayangan-tayangan yang bermanfaat, bermutu, informatif sekaligus
menghibur. Hal ini bisa terealisasi melalui orang-orang yang jeli seperti
Bapak. Kami berharap Bapak dapat terus memberikan masukan maupun kritikan
pada tayangan RCTI lainnya di masa mendatang. Sekali lagi terima kasih atas
waktu yang telah diluangkan untuk memantau RCTI serta perhatian yang telah
Bapak berikan. Hormat kami,
Anti Soeroso
Manager Public Relations
PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia
e-mail: [EMAIL PROTECTED]


Ibu Anti Soeroso Yth,
Surat melalui e-mail diatas telah saya terima dengan baik pada hari ini,
Rabu 26/1/00, hanya saja sayangnya jawaban dari RCTI tersebut saya rasakan
*sangat-sangat terlambat* sehingga keburu permasalahannya sudah berkembang
luas di berbagai media dan mailing-list di Internet. Oleh karenanya kalau
bisa saya sarankan agar RCTI di masa mendatang lebih correct dan responsif
lagi terhadap audience-nya (seperti ketika PR masih dijabat sahabat saya,
Bang Edu) agar tidak berakibat berlarut-larutnya suatu masalah seperti ini.
Saya saat itu sebenarnya sudah langsung mengirimkan e-mail dan fax kepada
RCTI agar tidak berkembang luas, tetapi ketika dirasa tidak ada respons
sedikitpun, maka saya posting ke beberapa rekan, media & mailing-list itu.
Di lain pihak saya mengerti permasalahan besar yang sedang dihadapi RCTI
saat ini, dengan eksodusnya beberapa (baca: banyak) person penting
didalamnya, tetapi hendaknya ini justru dibuat sebagai 'cambuk' agar bisa
berperforma lebih baik lagi (tidak justru malahan tampak terpuruk menghadapi
TV-TV swasta lain yang --saya dengar-- mulai bangkit bahkan bisa melampaui
perolehan iklan yang selama ini didominasi RCTI sebagai TV Swasta pertama di
Indonesia). Apalagi di tahun-tahun mendatang dengan kehadiran 'pemain baru',
misalnya Trans-TV, Metro-TV, Global-TV, dsb yangmana tentu akan membuat
persaingan semakin ketat lagi.
At lat but not least, Saya tentu masih akan bersikap obyektif kepada media
manapun, oleh karenanya jangan khawatir bila sikap kemarin dirasa terlalu
memojokkan hanya karena 'kebetulan' RCTI yang melakukan tindakan kurang etis
terhadap pidato Presiden Abdurrahman Wahid tersebut, namun tentunya hal ini
bisa juga terjadi pada media yang lain (selama di Indonesia belum ada Komisi
semacam FCC di AS yang bisa bertanggungjawab kepada masyarakat).
Sekian dan Terimakasih, salam dari Yogyakarta ...
Yogya, 26 Januari 2000,



-===  FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3  ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke