----- Original Message -----
From: RM Roy Suryo <@ugm.ac.id>
To: Rekan-rekan Pemerhati Kasus RCTI <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 28 Januari 2000 3:52
Subject: RCTI memang semakin tampak memiliki "tujuan tertentu"


> RCTI memang semakin tampak memiliki "tujuan tertentu"
> Yogyakarta, Jum'at dini hari 28 Januari 2000, pukul 03.00 WIB
>
> TERJADI LAGI. Setelah pada tanggal 15 Januari 2000 lalu Stasiun TV swasta
> pertama di Indonesia milik Bambang Trihatmojo Soeharto ini melakukan
> tindakan yang sangat tidak etis, yakni meng-edit (baca : sengaja memotong)
> bagian-bagian paling penting dalam Pidato Presiden Abdurrahman Wahid
> --dimana diantaranya menghilangkan Kalimat Assalamu'alaikum, Solusi Aceh &
> Maluku, Peran Wapres, dan berbagai hal krusial lainnya-- yangmana ulah
> RCTII ini membuat Pidato Presiden yang semestinya berdurasi 16 menit 28
> detik itu hanya menjadi 6 menit 28 detik, alias dihilangkan � 10 menit
> (Kasus selengkapnya sudah beredar luas di mailing list Internet, Harian
> Bernas, Jawapos, Suara Pembaruan, dan sebagainya). Kamis kemarin, 27
> Januari 2000, stasiun TV yang sekarang setidak-tidaknya sudah tidak rutin
> me-relay Acara "Dunia Dalam Berita" (21.00 WIB) ini kembali melakukan hal
> yang tidak pantas untuk disebut sebagai 'ketidaksengajaan' atau
> 'ketidaktahuan'.
> Kembali mengenai Pidato Gus Dur, dimana Rekaman yang disiarkan
> pertamakalinya oleh TVRI pukul 21.30 WIB ini sebenarnya disiapkan Presiden
> sebelum keberangkatannya untuk melawat ke berbagai negara pada hari ini,
> Jum'at 28 Januari 2000 (Dimana didalamnya Gus Dur secara lugas menerangkan
> maksud dan tujuan lawatannya tersebut demi kemajuan bangsa Indonesia).
> Namun apa yang terjadi? Lagi-lagi, setelah semua TV Swasta menyiarkan
> pidato yang berdurasi � 33 menit tersebut, dimulai dari ANTeve, kemudian
> SCTV, Indosiar dan TPI yang terakhir memulainya pukul 00.50 WIB, ternyata
> RCTI kali ini bukan hanya meng-edit Pidato tersebut (seperti saat Tayangan
> Acara "Malam Maluku Basudara" lalu) tetapi kali ini RCTI bahkan samasekali
> tidak menayangkannya! Bisa dilihat mulai dari Acara pukul 21.30 s/d
> Sign-off pukul 02.10 WIB, acara RCTI berturut-turut saat itu adalah Film
> Mandarin, Buletin Malam, Film Barat, Renungan Harian dan diakhiri Siaran
> Berita Terakhir (Rekaman Relay TVRI). Sehingga dengan demikian, untuk
> pemirsa televisi di daerah-daerah tertentu yang hanya bisa menonton RCTI
> (melalui � 50 Stasiun Relay-nya di seluruh Indonesia), bisa dimungkinkan
> mereka tidak mengerti samasekali penjelasan (penting) Presiden tentang hal
> yang akhir-akhir ini banyak dipertanyakan kepada beliau, yakni alasan
> perjalanan LN tersebut.
>   Oleh karenanya saat ini saya tidak perlu menunggu lagi penjelasan dari
> RCTI lagi, karena meski akhirnya dijawab oleh Sdri. Anti Soeroso (Manager
> PR RCTI), namun jawaban tersebut terlambat 10 (sepuluh) hari, dimana surat
> bernomor 0090/PR-RCTI/I/00 untuk kasus tanggal 16 Januari itu baru dikirim
> tanggal 26 Januari 2000 kemarin!. Sehingga dari sini saya bisa
menyimpulkan
> bahwa memang Stasiun TV swasta ini semakin tampak jelas memiliki "tujuan
> tertentu" (dan sistematis) terhadap Presiden Abdurrahman Wahid dengan
> selalu memberikan perlakuan tidak imbang kepada beliau. Bisa ditambahkan
> pula, hal ini juga sangat kentara dalam setiap Tayangan Diskusinya yang
> cenderung memojokkan kinerja pemerintahan Gus Dur-Megawati yang syah dan
> demokratis sekarang ini. Apa sih maumu RCTI .?
>
> (c) RM Roy Suryo, Yogyakarta - <@ugm.ac.id>
>
>                  \|||/
>                  (. .)
> *-------------ooO-(_)-Ooo------------*
> RM Roy Suryo
>             <@ugm.ac.id>
> Yogya - Indonesia
> *-------------oo0-----Ooo------------*
>


-===  FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3  ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke