PGI sekarang pasti sedang pegang anusnya
gajah. Diobok-obok lagi.


----- Original Message -----
From: "Martin Manurung"
<[EMAIL PROTECTED]>
To: "HKBP Mailing List"
<[EMAIL PROTECTED]>; "Kuli Tinta List"
<[EMAIL PROTECTED]>; "Perspektif
Mailing List" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, February 02, 2000 3:39
AM
Subject: [Kuli Tinta] Fw: [Eskol-Net]-
Hot Spot: Surat PGI kepada Amin Rais


> > PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI
INDONESIA (PGI)
> > Nomor: 0055/PGI-XII/2000
> > 20 Januari 2000
> >
> > Hal : Tanggapan atas Sikap dan
Pandangan terhadap
> >         Kerusuhan Maluku/Maluku
Utara
> >
> > Yang terhormat
> > Sdr Dr Amien Rais
> > Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
RI
> > Di  Jakarta
> >
> > Dengan hormat,
> >
> > Kami sampaikan salam sejahtera
kepada Saudara dengan harapan kiranya
> > Saudara diberi hikmah dan
kebijaksanaan oleh Allah Yang Maha Esa
untuk
> > melaksanakan tugas-tugas negara
serta kemampuan untuk mewujudkan
> > harapan-harapan segenap rakyat
Indonesia, baik waktu sekarang ini
maupun
> di
> > masa datang, sesuai dengan jabatan
yang dipercayakan segenap rakyat
> > Indonesia.
> >
> > Beberapa waktu lalu, Saudara hadir
dan menjadi pembicara pada sebuah acara
> > yang menurut informasi dilakukan
untuk menyatakan solidaritas kepada
warga
> > masyarakat beragama Islam yang
disebut-sebut sebagai korban
pembantaian,
> > perkosaan dan sebagainya di Maluku
khususnya di wilayah Halmahera Utara,
> > Propinsi Maluku Utara. Kami
mengikuti dengan cermat seluruh
pemberitaan
> > media massa dan informasi mengenai
hal-hal yang Saudara kemukakan pada
> saat
> > itu dan kemudian yang Saudara
sampaikan kepada media massa pada
sejumlah
> > kesempatan berikutnya dalam bentuk
wawancara atau pernyataan pandangan dan
> > sikap Saudara.
> >
> > Berkaitan dengan itu perkenankan
kami menyatakan beberapa hal sebagai
> > berikut: 1. Pernyataan-pernyataan,
pandangan dan sikap Saudara mengenai
> > kerusuhan di Propinsi Maluku umumnya
dan di Halmahera Utara, Propinsi
> > Maluku Utara khususnya, membuat
masyarakat terkejut dan gelisah karena
> > Saudara tidak memposisikan diri
sebagai pimpinan lembaga tertinggi
negara.
> > Warga masyarakat yang beragama
Kristen khususnya merasa mengalami
> > fait-accompli oleh
pernyataan/pandangan Saudara yang
menempatkan umat
> > Kristen di wilayah Halmahera Utara
sebagai penganiaya, pembantai dan
> sumber
> > kekerasan terhadap umat Islam.
> >
> > 2. Maafkan kami jika terpaksa
menilai bahwa pernyataan/pandangan
Saudara
> > mengenai kerusuhan khususnya yang
terjadi berhari-hari sejak 26 Desember
> > 1999 hingga Januari 2000 di kota
Tobelo dan sekitarnya adalah hal yang
> > sangat gegabah karena Saudara lalai
mendasarkan diri pada sejumlah fakta
> > objektif.
> >
> > Hal objektif pertama yang Saudara
lalaikan adalah fakta bahwa apa yang
> > terjadi di Tobelo dan sekitarnya
adalah suatu lingkaran kekerasan yang
> > menjebak warga masyarakat, baik
masyarakat yang beragama Islam, Kristen
> > maupun yang masih menganut
agama-agama suku.
> >
> > Hal objektif kedua yang juga Saudara
lalaikan adalah bahwa kekerasan di
> > Tobelo dan sekitarnya bukan fenomena
independen dan partial. Karena itu
> > sangat naif untuk menilai apa yang
terjadi di Tobelo terlepas dan berbagai
> > konflik lain di pulau Ternate, pulau
Tidore, di semua bagian pulau
> > Halmahera dan bahkan di Propinsi
Maluku.
> >
> > Hal objektif ketiga yang Saudara
lalaikan adalah bahwa kerusuhan di
> > Propinsi Maluku dan Maluku Utara
telah melibatkan dan mengorbankan rakyat
> > yang Saudara pimpin tanpa pandang
latar belakang agama mereka. Karena itu
> > maaf jika kami katakan bahwa Saudara
telah keliru bersikap seakan-akan
> > golongan tertentu saja yang menjadi
sasaran aksi-aksi kekerasan yang
> > terjadi.
> >
> > Saudara nampaknya tidak tahu atau
tidak perduli pada fakta bahwa telah
> > terjadi "pembersihan"
desa-desa/pemukiman di pulau Tidore,
Ternate, di
> > wilayah Halmahera Tengah dan ke arah
desa/pemukiman di jazirah selatan
> > pulau Halmahera yang penduduknya
beragama Kristen.
> >
> > Hal ini terjadi sejak akhir
September-awal Oktober 1999. Beberapa
bulan
> > sebelum itu, golongan tertentu di
Sanana, kepulauan Sula, Maluku Utara,
> > telah terusir keluar dari wilayah
pemukimannya. Apakah mereka yang menjadi
> > korban sia-sia itu bukan rakyat
Indonesia?
> >
> > 3. Kami ingin sampaikan kepada
Saudara bahwa aksi-aksi kekerasan di
Maluku
> > Utara dimulai dari peristiwa yang
jauh dari nuansa pertentangan antar umat
> > beragama, pun dari waktu ke waktu
alasan-alasan dan warna agama terus
> > dipaksakan mewarnai kekerasan.
Mengenai hal ini Saudara perlu
> memperhatikan
> > beberapa fakta sebagai berikut:
> >
> > Bahwa serangan pertama (yang membuka
babak kerusuhan di Maluku Utara) ke
> > desa-desa Kecamatan Kao oleh
penyerang yang berasal dari Malifut
(beragama
> > Islam) dilawan juga oleh warga Kao
yang beragama Islam. Masalahnya
> > bersumber pada policy Pemda mengenai
pemekaran Kecamatan yang ditolak oleh
> > sebagian masyarakat yang telah
terikat pada kesepakatan Adat.
> >
> > Ketika serangan berikut terjadi
sementara warga Kao yang beragama
Kristen
> > melaksanakan kebaktian Minggu, yang
menghadapi serangan itu adalah warga
> > Kao lainnya yang tidak beribadah di
hari Minggu dan mereka adalah
> > Saudara-saudara yang beragama Islam.
> >
> > Serangan balasan terhadap warga asal
Makian di Malifut yang mengakibatkan
> > banjir pengungsi asal Makian ke
Ternate dan Tidore misalnya melibatkan
> > warga Kao, baik yang beragama
Kristen maupun Islam.
> >
> > Kekerasan pertama yang meletus di
Tidore dibuka oleh pembantaian seorang
> > pendeta Gereja Protestan Maluku yang
diundang Kapolsek menghadiri sebuah
> > acara bersama para anggota
Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Camat
dll.).
> >
> > Ketika penghancuran gedung-gedung
gereja (14 buah gedung gereja hancur)
> dan
> > kekerasan terhadap warga yang
beragama Kristen terjadi di kota Ternate
> > misalnya, ada cukup banyak warga
beragama Muslim di sana yang bangkit
> > melawan aksi-aksi kekerasan
tersebut.
> >
> > Hingga konflik pecah di Tobelo
tanggal 26 Desember 1999 (didahului
dengan
> > berbagai isu dan provokasi di
hari-hari sebelumnya), 34 gedung gereja
> telah
> > hancur terbakar paling kurang di 15
lokasi kerusuhan.
> >
> > Fakta-fakta ini nampaknya tidak
diperhatikan oleh Saudara atau Saudara
> > membiarkan diri diselubungi oleh
informasi-informasi sepihak dan
subjektif
> > serta diberati oleh
kepentingan-kepentingan politik golongan
yang
> > jelas-jelas berperspektif sangat
sempit. Ini hanya sedikit dari fakta
yang
> > dapat kami beberkan untuk menopang
agar Saudara bersikap objektif dan
> > berani terlibat menghentikan
kerusuhan melalui prakarsa dan
> langkah-langkah
> > strategi dan efektif yang
dimungkinkan oleh posisi dan kewenangan
Saudara.
> >
> > 5. Kami harus menyatakan bahwa
pernyataan-pernyataan Saudara mengenai
> > kerusuhan di Halmahera Utara
jelas-jelas telah memojokkan warga
negara
> yang
> > beragama Kristen dan memberi
insinuasi pada pertentangan warga
berbeda
> > agama di negara ini. Karena itu
tesis Saudara semula bahwa kerusuhan di
> > Indonesia disebabkan karena ada
banyak "daun-daun atau rumput kering",
> > tidak valid lagi. Fakta di lapangan
membuktikan bahwa akar kerusuhan
> > bukanlah hanya karena adanya
daun-daun atau rumput-rumput kering tapi
juga
> > karena ada tindakan politisasi
terhadap "daun-daun atau rumput-rumput
> > kering" itu.
> >
> > Kami sangat kuatir apa yang Saudara
ucapkan sejak pertemuan di Tugu Monas,
> > Jakarta, adalah salah satu dari
sekian tindakan politisasi yang
akibatnya
> > hanya mengorbankan rakyat yang
percaya kepada Saudara sebagai Ketua
> Lembaga
> > Tertinggi Negara, MPR RI. Kami
selalu berharap bahwa dari Saudara
sebagai
> > Ketua MPR RI, selalu datang
pembelaan terhadap warga negara/rakyat
> > Indonesia yang mengalami penistaan,
penderitaan, fitnah dan kezaliman,
> > tanpa pandang suku, agama, ras dan
golongannya.
> >
> > 5. Lingkaran kekerasan di Maluku dan
Maluku Utara akan dapat diputuskan
> > jika semua terutama Saudara sebagai
Ketua MPR RI berusaha dengan wewenang
> > dan kepercayaan rakyat yang Saudara
miliki, mengeliminasi semua fenomena
> > politik dan dramatisasi angka-angka
korban yang hanya akan menjadikan
> > kerusuhan konflik langgeng dan
rakyat - tanpa pandang agama - menjadi
> > korban sia-sia. Selain itu jika
Saudara berkenan, kualitas dan kedudukan
> > Saudara sebagai Ketua MPR sangat
memungkinkan Saudara untuk berada di
luar
> > dan membongkar fenomena konspirasi
politik di kalangan elit, yang berada
> di
> > balik kerusuhan dan pelanggengan
penderitaan rakyat. Hal ini lebih
> > bermanfaat Saudara lakukan karena
hal ini menjadi harapan rakyat banyak
> > termasuk kami dan Gereja-gereja di
Indonesia.
> >
> > 6. Kami harapkan semua langkah yang
dilakukan Pemerintah Pusat/Daerah,
> > lembaga-lembaga legislative di pusat
dan daerah, TNI/POLRI, semua kelompok
> > masyarakat, pimpinan dan tokoh
lembaga-lembaga agama Islam dan
> > Gereja-gereja, dapat secara
sistematis memberi manfaat bagi
terhentinya
> > kekerasan individual dan kolektif
serta membuka peluang bagi pemberdayaan
> > masyarakat serta dialog-dialog ke
arah rekonsiliasi dan perdamaian yang
> > langgeng.
> >
> > Kami juga berharap kerusuhan sejenis
tidak lagi meletus di bagian-bagian
> > lain tanah air kita. Jika di luar
kemampuan kita sekalian kerusuhan masih
> > berlanjut atau meledak di tempat
lain, perkenankan kami menyarankan agar
> > Saudara dalam kedudukan sebagai
Ketua MPR RI, bersedia menghimpun
> data-data
> > sebanyak mungkin dari berbagai pihak
sebelum melakukan penilaian dan
> > menyatakan pandangan serta sikap
Saudara. Saudara tentu paham bahwa
rakyat
> > biasa tidak bisa secara lugas
membedakan peran Saudara sebagai
pribadi,
> > tokoh agama Islam, tokoh
Muhammadiyah atau Ketua MPR RI. Kami
yakin
> Saudara
> > dapat memahami keadaan objektif
rakyat Indonesia sebagai keseluruhan
yang
> > sedang menderita. Mereka semua
menggantungkan harapan kepada Saudara
> > sebagai Ketua MPR RI dan terbantu
jika Saudara menjadi lebih arif dan
> mampu
> > memberi jalan keluar yang tepat
kepada rakyat untuk terbebas dari neraka
> > kerusuhan di Maluku/Maluku Utara
atau di mana saja. Untuk melanjutkan
> > keinginan baik yang telah kami
tunjukkan kepada Saudara, kami selalu
> > bersedia membantu Saudara dengan
sepenuh hati dan pikiran.
> >
> > Terimakasih atas perhatian Saudara.
Teriring salam dan hormat kami, Atas
> > nama MAJELIS PEKERJA HARIAN
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA.
> >
> > Pdt. Dr. Sularso Sopater
> > Ketua Umum
> >
> > Pdt. Dr. J.M.Pattiasina
> > Sekretaris Umum
> >
> > Tembusan disampaikan kepada yang
terhormat:
> > 1. Presiden Republik Indonesia di
Jakarta
> > 2. Wakil Presiden Republik Indonesia
di Jakarta.
> > 3. Ketua DPR RI di Jakarta
> > 4. Para Wakil Ketua MPR RI dan DPR
RI di Jakarta
> > 5. Panglima TNI di Jakarta
> > 6. KAPOLRI di Jakarta
> > 7. Pimpinan Panja Maluku
> > 8. Gubernur/KDH Tingkat I Maluku
Utara di Ambon
> > 9. Care-taker Gubernur Maluku Utara
di Ternate
> > 10. Ketua KWI di Jakarta
> > 11. Pimpinan Gereja-gereja Anggota
PGI di tempatnya masing-masing
> > 12. Pimpinan PGI Wilayah di
tempatnya masing-masing
> > 13. Pimpinan PGPI, PII, GBI
> > 14. Pimpinan Lembaga-lembaga
Keumatan di Jakarta
> > 15. Para Anggota MPH-PGI di
tempatnya masing-masing
> > 16. Dirjen Bimas (Kristen) Protestan
Departemen Agama RI
> > 17. Dirjen Bimas Katolik Departemen
Agama RI
> >
> > "Sebab segala sesuatu adalah dari
Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
> > Bagi Dialah kemuliaan sampai
selama-lamanya!" (Roma 11:36)
> >
****************************************
*******************************
> > Moderator EskolNet berhak menyeleksi
tulisan/artikel yang masuk.
> > Untuk informasi lebih lanjut,
pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
> > tulisan harap menghubungi
[EMAIL PROTECTED]
> > Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza
Surabaya,
> > a.n. Martin Setiabudi Acc.No.
761.000.000.772
> >
****************************************
*******************************
> > Kirimkan E-mail ke
[EMAIL PROTECTED] dengan
pesan:
> > subscribe eskolnet-l ATAU
unsubscribe eskolnet-l
> >
>
>
> -- Situs sulap pertama di Indonesia
http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
> Untuk bergabung atau keluar dari
Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung:
[EMAIL PROTECTED]
> Keluar:
[EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>

-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke