On Wed, 2 Feb 2000, Daniel H.T. wrote:

> >WAM:
> >INi yang sering tidak dimengerti oleh temen2 Kristen.
> >No problem dengan kelahiran Nabi Isa AS. Yang jadi masalah adalah bahwa 
> >Laa-illaha-illallah. 
 
> Daniel:
> Dari pernyataan ini kelihatannya Anda mau menang sendiri. Anda mengatakan
> 'soal ini yg tdk dimengerti temen2 Kristen ... Laa-illaha-illallah." Yang
> artinya 'Tiada Tuhan Selain Allah" (?)

WAM:
Anda salah.
Gimana anda bisa mengatakan saya mau menang sendiri, wong saya tidak maksa
anda (yang bukan Islam) untuk ikut kepercayaan saya. INi yang perlu
diluruskan. Saya benar-benar meyakini salah satu ayat al-kafirun: lakum
dinukum waliyyaddin. Bagiku agamaku, bagimu agamamu. INi lah intinya
kerukunan beragama, bung. Saya tidak mengganggu kepercayaan anda, dan
jangan ganggu kepercayaan saya. Kurang apa lagi?

Lagian, kalau anda melarang saya mengucap laa-illaha illallah, berarti
anda sudah mengganggu kepercayaan saya. Simple kok mas, kalau kita mau
mempraktekkan kerukunan beragama. Saya tidak mengganggu anda, jangan
ganggu saya. Bahwa anda percaya lain lagi, silahkan saja.

Sulitkah bagi anda menerima kenyataan bahwa orang Islam percaya terhadap
agamanya berdasarkan dua kalimat syahadat? Why? Dengan ayat al-kafirun,
orang Islam tidak ambil pusing dengan kepercayaan  penganut agama lain.
Kenapa jadi anda yang repot?
 
> Ini kan berarti sudah soal kepercayaan (aqidah) msg2 agama. Kristen percaya
> Yesus adalah Tuhan, dan Islam tidak demikian. Kalau anda berani mengatakan
> bhw soal ini (Islam tdk mengakui Yesus sbg Tuhan) yg tdk dimengerti oleh
> org2 Kristen, maka sebaliknya org Kristen juga bisa berkata sama. Yaitu
> soal inilah (bahwa Yesus adalah Tuhan menurut iman Kristen) yg tdk
> dimengerti temen2 Islam. Jadi, sama-sama tidak mau mengerti. Pdhal ini kan
> soal aqidah msg2. Jadi, biarlah yg Kristen percaya bahwa Yesus adalah
> Tuhan, dan Islam tidak pertcaya begitu. Ya, sudah. Mengapa harus ribut
> terus soal ini. Soal aqidah kan tdk bisa dipaksa-paksa. Apakagi ada prinsip
> dari Islam bahwa agamamu adalah agamamu agamaku adalah agamaku. Kalau
> Kristen percaya Yesus adalah Tuhan, mengapa org2 seperti WAM sepertinya
> kegerahan? Begitu juga sebaliknya. Jadi, biarlah msg2 individu dgn
> keyakinannya msg2. 

WAM:
Lha iya mas.
Saya kan sudah bilang, saya nggak mau ngurusi soal akidah agama lain.
Tapi, bahwa penganut Islam itu percaya pada syahadat, ya mau diapakan
lagi? BUkan saya kok yang bikin syahadat. Dan bukan cuma saya yang percaya
syahadat.

Lucu kalau kemudian anda menuduh saya ini itu karena kalimat syahadat.
Lha wong saya juga nggak ngganggu anda mau punya kepercayaan yang gimana.

Kita kan bermula dari diskusi mengenai perayaan Natal.
Saya tidak pernah melarang penganut Kristen merayakan Natal. Yang saya
pertanyakan (barangkali anda nggak ikut dari awal) kenapa adanya
sekelompok mahasiswa IAIN Su-ka hadir dalam perayaan Natal dianggap
sebagai simbol kerukunan beragama? INi yang aneh.

Buat saya, kerukunan itu identik dengan tidak saling mengganggu
kepercayaan masing-masing. Bukan denga ikut mengikuti ritual agama lain.
Mind you, anda punya temen dekat berlainan agama atau tidak?
Saya punya. Sejak kuliah dulu. Bahkan nggak cuma teman.




- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke