Dan ini memang terjadi sampai dengan detik ini sabtu tanggal 5 pebruari 2000. Kapolda DIY juga telah menginformasikan kepada masyarakat Yogya melalui Media massa yang ada. Sebelum terjadinya operasi KTP liar tersebut,para pengurus RW melalui pertemuan dengan aparat kecamatan (setelah memperoleh instruksi dari Kepala Daerah) diharapkan untuk mengidentifikasi orang-orang khususnya pendatang yang dianggap mencurigakan. Akan tetapi ternyata perkembangan lebih lanjut, justru menimbulkan keresahan tersendiri, karena telah dimanfaatkan oleh provokator, melalui operasi KTP liar tersebut. Dengan demikian hal ini dapat disinyalir bahwa provokator sudah masuk sampai ketingkat RW bahkan mungkin RT. Bahkan mungkin sudah berbaur dengan kehidupan masyarakat sekitar secara kental. Jadi yang disebut provokator itu ada dan sangat dekat dengan lingkungan kita masing-masing. Oleh sebab itu yang perlu selalu diperhatikan antara lain : 1. tetap konsisten dengan nilai-nilai kehidupan kemasyarakatan di sekitar kita masing-masing. 2. tetap berpikir kritis melalui penajaman ulah nalar dan budi, sehingga tidak mudah terprovokasi. 3. tetap memberikan kesempatan kepada aparat untuk mengusut tuntas provokator-provokator yang naga-naganya sudah diketahui identitas dan pola gerakannya. 4. mendukung aparat dalam menegakkan hukum, karena dewasa ini - dengan kondisi yang serba rancu - aparat dihadapkan pada persoalan yang sangat dilematis, yakni antara mengkikis habis provokator melalui tindakan-tindakan represif dengan ketakutan dari para aparat itu sendiri kalau dituduh melanggar HAM. 5. Bagi masyarakat yogya (yang sebagian besar adalah kaum intelektual), gerakan provokator nampaknya untuk sementara dapat ditekan seminimal mungkin. Ini berarti tingkat kecerdasan emosional masyarakat yogya sudah semakin tinggi (tidak bermaksud membanggakan kedaerahan lho). Oleh sebab itu agar tingkat kecerdasan emosionla sampai ke dataran grassroot, maka para pengurus RT, RW sampai di tingkat kecamatan harus selalu proaktif memberikan pemahaman-pemahaman mengani kondisi Indonesia yang sebenarnya. 6.Masyarakat bawah sudah semakin kritis, banyak sekali ungkapan-ungkapan yang justru menolak pandangan para pakar yang kadang kala mengemukakan pendapat seenaknya sendiri tanda didukung data-data akurat. Bahkan tidak sedikit yang mengganggap bahwa para pakar tersebut sering membingungkan masyarakat dalam berpendapat. Oleh sebab itu sebagai tokoh intelektual, para pakar wajib untuk memberikan pemahaman yang realistis, konkrit dan mudah dicerna oleh masyarakat bawah. Sehingga kerancuan-kerancuan yang terjadi di negeri kita ini tidak tambah rancu lagi hanya gara-gara ungkapan atau pendapat pakar yang justru membingungkan. 7. Para pakar hendaknya berbicara sesuai dengan bidangnya masing-masing. Inilah yang kadangkala tidak diperhatikan oleh para pakar itu. Pakar ekonomi bicara mengenai penegakkan hukum dan pembangunan sistem hukum di Indonesia, Pakar politik berbicara persoalan-persoalan mendasardi bidang ekonomi, Pakar kebudayaan berbicara masalah politik, Pakar sejarah berbicara masalah-masalah hukum, Pakar hukum berbicara dan berpendapat tentang persoalan-persoalan ekonomi mikro, dss, dsb, dll, etc. Inilah yang membikin kita semakin rancu. Oleh sebab itu kesadaran intelektual para pakar inilah yang juga harus ditumbuhkan. Kalaumemang tidak mampu untuk berpendapat tentang suatu masalah yang memang bukan bidangnya, mengapa tidak ditolak saja. Intinya kepakaran seseorang sangat berkaitan dengan spesifikasi ilmu yang mereka miliki masing-masing. 8. Menciptakan kerukunan antar warga melalui solidaritas dan toleransi yang tinggi. Bangsa ini membutuhkan dukungan kekuatan seluruh komponen yang ada di dalamnya. Kalau hanya ulah provokator menjadikan kita tercerai berai, maka tidaklah ada kesempatan bagi bangsa ini untuk memperbaiki diri. Kita sudah tertinggal jauh dari negara-negara lain yang kebetulan sama-sama menghadapi krisis di pengujung tahun 1998. Padahal didepan kita sudah ada tantangan yang maha dahsyat. 9. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. 10. Berdoa dan selalu berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara ini. Karena dengan berdoa, Allah akan selalu menolong bangsa dan negara ini untuk menuju cita-cita. kalau bangsa dan negara ini di tolong oleh Allah, maka anggota-anggotanya tentua akan ikut menikmati dan tertolong olehNya. 11. Amin (bukan AR lho) -- On Wed, 2 Feb 2000 21:19:37 eg wrote: >Hari ini Rabu 3 januari 2000, > >di Yogyakarta paling sedikit di dua titik Yogya Utara dan Yogya >Selatan, beberapa orang telah melaporkan bahwa ada sekelompok >masyarakat yang mencegat pengendara kendaraan dan meminta KTP. > >Modus operandinya hampir mirip dengan setiap awal kerusuhan. >Mungkin saja yang ber KTP agama tertentu di suatu tempat >diprovokasi atau dihajar dan kemudian di tempat lain mereka yang >ber KTP dengan agama lain juga dihajar untuk menciptakan citra >pembalasan. Kemudian diciptakan situasi seolah-olah akan terjadi >serangan di masing-masing kubu. Oleh karena itu masyarakat harap >berhati-hati karena siapapun bisa menjadi sasaran. Ingat, >peristiwa Ambon hanya bermula dari masalah sepele. > >Sejauh ini memang belum ada korban dan baru berupa sebuah tindakan >yang berkategori intimidasi, namun disamping itu sudah menimbulkan >keresahan bukan mustahil akan meningkat kalau aparat keamanan >tidak segera bertindak. Yogya disamping kota pelajar juga salah >satu kota tujuan wisata asing. Kerusuhan di Lombok sudah berhasil >menurunkan wisatawan asing. Bali tampaknya sangat homogen sehingga >agak sulit ditembus dan Yogya mungin dipandang lebih heterogen >penduduknya disamping banyak pendatang. > >Setelah pengrusakan hari Minggu itu, sudah tiga hari ini tampaknya >Yogya tetap tenang dan mereka yang menderita kerusakan kelihatan >tidak terpovokasi. Tampaknya usaha untuk menciptakan kerusuhan di >Yogya dinilai gagal setelah usaha-usaha lain juga gagal. Oleh >karena itu, usaha ini tampaknya merupakan contingency plan dari >sebuah grand scenario untuk menggoyang pemerintah melalui >ketidakstabilan politik. > >Mudah-mudahan Sultan Yogya dan segenap aparat pemerintah tanggap >akan gejala ini dan masayarakat Yogya tetap tidak mudah >terprovokasi. Tentu saja, apa yang terjadi di Yogya bisa juga >terjadi di tempat lain. Oleh karena itu, tetap berhati-hati dan >jangan mudah terprovokasi. > >eg > > >-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/ >Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI >Bergabung: [EMAIL PROTECTED] >Keluar: [EMAIL PROTECTED] > >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! > > > > > > > > > > > > Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail account at http://www.eudoramail.com - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com -- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
