Itu kan dulu mas �� , sekarang bisa saja lain. Politik kan situasional.
Boleh dong esuk dele sore tempe. Mas WAM bilang politisi itu kelompok yang
paling munafik, jadi ya mungkin saja aliran pemikiran ini ada penganutnya.
Dari paket aslinya sih politisi itu negarawan, yang penuh dignity, kata
katanya dipedomani dan menjadi inspirasi banyak kawulo. Bahwa
perkembangannya politisi memfokuskan pada upaya mendapat simpati dan
kepercayaan, lalu dimanipulasi untuk kenyamanan pribadi, ya mungkin itu
anomali.
Tapi kalau anomalinya sudah diatas 90%, ya yang10% terbalik jadi anomali.
He he hee, menurut theologinya mBah Soel, nanti kan yang salah bakal seleh,
walaupun selehnya sambil kekenyangan alias kemlekaren. You got it?

When you tell one lie, you must tell more lies to cover up the first one!
But always remember, what goes around comes around.

Selamat berakhir pekan,
Yap

----- Original Message -----
From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, 12 February 2000 7:06 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Pabu Sacilat
>
> Mas AR (lho koq AR lagi) piyayi Solo itu kan pernah mengatakan di
> UI dalam debat calon presiden bahwa Sultan yogya adalah feodal
> kecil yang akan dikikis nanti setelah feodal besar Soeharto. Nah
> target AR kan Presiden yad.



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke