Apa benar berita ini ? 

---------------------------------------------
Sekedar cerita dari teman-teman saya
di ITB

Arya Mahendra S

Assalamu'alaikum

yang tidak berkenan di delete saja
Adakah rekan muslim yang bisa mengkonfirmasi berita
ini. Kalau benar mungkin hal ini bisa mejadi
kewaspadaan kita semua.
Karena dari sepengetahuan saya yang minim untuk
kembali kaffah atau hijrah tidak
lah hanya seperti ini.
Rasul saw pun tidak pernah memaksakan Islam dipeluk
oleh semua orang,karena itu
adalah karunia ilahi.
Rahmat dan nikmat Allah yang paling besar adalah Iman
dan Islam, karena
tidak semua orang mendapatkannya.
Kalau mau pun tuhan bisa mengislamkan semua ciptannya,
kenapa allah tidak melakukannya?
mungkin bisa menjadi bahan renungan kita

Yang benar semuanya semata dari allah, yang salah
pastilah dari ku.

wassalamu'alaikum.
Raharyo

Forwarded by Setyo Hadi BKC0060 Raharyo/BKCP/BKC on
02/11/2000 07:53
Subject: Halo Bandung (important topic)

Assalamu'alaikum Wr Wb

Ikhwah Fillah wa Akhowati Fillah bagaimana menurut
anda...???

teguh

"MUSIBAH !!"

Mungkin itu adalah kata yang paling tepat digunakan
untuk menggambarkan suasana di ITB saat ini.

Tercatat setiap tahunnya, dari 30.000 orang yang ingin
menjadi mahasiswa ITB melalui jalur UMPTN, hanya dua
ribu (kurang) yang bisa diterima.
Tapi tahun ini, ada sekitar 200 mahasiswa yang
TERANCAM Drop-Out !!!
Sebagian besar dari mereka, rata-rata memiliki
ciri-ciri yang mirip:
- termasuk top student untuk angkatan dan jurusannya,
- berasal dari keluarga yang mapan secara ekonomi,
- berasal dari SMA yang berkualitas di Indonesia.

Lantas, kenapa mereka sampai terancam DO ?
Apa sebenarnya yang tengah terjadi ?!?
Salah satu orang tua mahasiswa bercerita dengan nada
sedih di Masjid Salman ITB. Ceritanya :
Anak saya wanita. Dia bungsu dari tiga bersaudara.
Suatu hari dia berkata:
"Mah, saya perlu dana satu juta rupiah ..."
Ketika ditanya untuk apa, dia berkata: "Untuk
diinfakkan ke ustadz saya.
Dan kalau Mamah nggak ngasih, berarti Mamah nggak mau
membantu gerakan kami,Mamah menghalangi gerakan kami.
Itu artinya, Mamah halal dibunuh !!!"
Masya Allah !!!
Seorang mahasiswi sampai berani berkata seperti itu
kepada ibunya.
(Ini kisah nyata di Masjid Salam ITB !)
Satu lagi orang tua mahasiswa ITENAS, mengadu di
hadapan mahasiswa dan pengurus Masjid Salman ITB.
Ceritanya:
Suatu hari, saya ditelpon oleh sebuah show-room
kendaraan bermotor di Bandung.
Mereka bertanya:"Maaf, apa Bapak serius mau menjual
mobil Bapak ?" Saya kaget dan langsung menjawab: "Apa
? Saya nggak pernah berniat menjual mobil saya !"
Lalu petugas show-room itu menyahut lagi: "Maaf Pak,
saya hanya ingin konfirmasi, sebab anak Bapak sekarang
ada di show-room kami untuk menjual mobil Bapak.
Bahkan surat-suratnya sudah lengkap semuanya."
Saya kaget sekali, langsung saya pergi ke show-room
tsb..
Ketika saya tiba di sana, ternyata anak saya dan 2
orang temannya sudah kabur
dengan menggunakan mobil saya. Untunglah, pemilik
show-room yang sudah curiga
tadi, ternyata sudah menyuruh anak buahnya untuk
mengejar anak saya.
Lalu mobil anak saya berhasil disalip dan dihentikan
di jalan lengkong (nama jalan di Bandung-red), tapi
meskipun demikian,
anak saya dan dua orang temannya sudah kabur ....
Beberapa hari kemudian, anak saya kembali ke rumah.
Langsung saya tanya dengan baik-baik, Jawabannya :
"Uang hasil penjualan mobil tsb., rencananya akan
diinfakkan kepada imam-nya !!!"

Dua kisah di atas hanya sekelumit derita para orang
tua mahasiswa yang anak-anaknya di-"rebut" secara
paksa oleh kelompok pengajian tertentu.
Belakangan diketahui kelompok pengajian itu adalah
kelompok Negara Islam Indonesia (NII) !

Demikianlah, ... sampai-sampai masjid Salman ITB
mengadakan press release khusus dengan tema :"Membedah
kasus NII di kampus ITB" pada hari jum'at 4 Februari
2000 yang lalu. Para pembicara dalam bedah kasus
ini ialah :
- Prof. Ahmad Mansyur Suryanegara (Pakar sejarah islam
Indonesia,dosen UNPAD)
- Dr. KH Miftah Faridl (Ketua MUI Jabar)
- Dr. Ir. Hermawan K Dipoyono (Ketua YPM Salman ITB)

Kelompok ini (NII), seperti dikatakan di atas, sedang
mewabah di kalangan mahasiswa, terutama di Jawa Barat.
Dan karena mereka
menargetkan mahasiswa- mahasiswa dengan intelektual
tinggi, maka ITB dan UNPAD menjadi korban yang paling
parah. Sebagian besar dari 200 kandidat Drop-Out di
ITB,
diperkirakan terjerat pengajian ini. Karena mereka
juga mengajarkan bahwa kuliah
termasuk ke dalam ilmu-ilmu kafir yang tidak boleh
dipelajari.

Kelompok NII ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Pengajian dalam bentuk sel-sel. Mirip
multi-level-marketing. Di
mana seorang anggota baru hanya bisa tahu siapa
"Lurah"-nya, tapi tidak boleh tahu dan tidak
diberitahu siapa "Camat", "Bupati" dst.
Istilah-istilah ini (Lurah, Camat, Bupati dll)
sepertinya memang digunakan oleh pihak NII,mengingat
mereka memang memiliki struktur pemerintahan
sendiri,dan tidak mengakui pemerintahan yang ada.
Untuk meng-counter ciri sel-sel ini, bukankah islam
mengatakan "Laa ikraaha fi diini" (tidak ada paksaan
dalam agama). Ini berarti,semua harus dilakukan secara
transparan dan terbuka. ( Ini menurut
Pak Miftah Faridl)
- Konsep yang selalu pertama mereka berikan dalam
pengajian adalah tentang HIJRAH. Setiap orang yang
ingin bergabung dengan NII,mereka itu berarti berada
dalam tahap "Makkah". Sedangkan yang sudah berbai'at
(bersumpah setia pada sang imam), mereka itu berada
dalam tahap "Madinah".

- Setiap anggota NII adalah islam. Di luar itu kafir.
Hal ini terbukti pada kasus mahasiswi di atas yang
bahkan tega untuk
membunuh ibunya (yang dianggapnya kafir) !!! (
meskipun sepertinya ada juga yang tidak mengkafirkan
pihak lain)

- Setiap anggota NII yang baru masuk dan sudah
berbai'at, harus memberikan infak untuk pergerakan
mereka. Besarnya infak ditentukan berdasarkan
kemampuan tiap individu. Mulai dari puluhan
ribu,sampai belasan juta perbulan !!!

- Setiap anggota NII yang sudah berbai'at, setelah
naik tingkat,mereka harus mendapatkan beberapa orang
anggota baru, yang dari anggota baru itu bisa didapat
infak-infak baru untuk pergerakan mereka.

- Setiap anggota NII yang sudah berbai'at TIDAK BOLEH
KELUAR LAGI,ada ancaman bagi yang keluar. Ancaman yang
diberikan berbeda-beda (sepertinya ada NII garis
keras, dan NII garis non-keras). Ancaman
terkeras adalah DIBUNUH. Sampai-sampai ada seorang
orang tua mahasiswa yang berteriak keras di masjid
Salman ITB: "Anak saya
keluar dari NII, sekarang dia sampai stress
kalau mendengar telepon di rumah berdering. Menurut
dia, itu telpon dari NII yang akan membunuh dia." Lalu
orang tua mahasiswa itu berteriak lagi: "Saya besarkan
anak saya dari kecil sampai SMA, sekarang dia malah
stress di rumah.
Jadi, kalau ada yang tahu dimana para imam-imam NII
itu, biar saya MENGADU JIWA dengan mereka !!!"

- Dakwah kelompok NII selalu bermula dari : "Kita
harus membentuk negara islam !!".
Padahal aqidah adalah bagian terpenting dalam tugas
para rasul (An-Nahl:36) dan BUKAN NEGARA. Dalam islam,
Negara islam adalah HASIL, bukanTUJUAN !!!

Selanjutnya, Pak Mansyur Suryanegara berpesan : "Saya
itu ketemu langsung dengan panglima-panglimanya
Kartosuwiryo (gerakan Darul Islam - DI). Pendapat saya
tentang mereka, mereka itu adalah muslim yang baik.
Tapi selanjutnya, gerakan DI ini
dicampuri pihak lain,sehingga mereka malah lebih mirip
PKI dari pada DI sendiri.
Dan sekarang, tokoh-tokoh DI yang masih hidup, semua
berkata bahwa gerakan NII yang sekarang ini ada juga
tidak pantas untuk disamakan dengan DI.
Menurut para tokoh DI itu, untuk mendirikan negara
islam, kita harus berjuang
dengan baik, cerdaskan ummat islam, lalu kita berjuang
dengan damai.
Tapi NII malah kebalik, mahasiswa-mahasiswa yang top
student malah dianjurkan untuk meninggal kuliah dengan
alasan bahwa itu ILMU KAFIR.
Ini jelas-jelas PEMBODOHAN UMMAT"

Dan Pak Hermawan berpesan : "Kalau ada pengajian yang
menyuruh untuk memusuhi orang tua kita sendiri,maka
apapun namanya, pengajian seperti itu harus dihindari.
Karena Islam mengajarkan bahwa meskipun orang tua kita
itu kafir, kita tetap
tidak boleh menyakiti hati mereka".

Lalu bagaimana dengan umat islam di Tokyo ?
Nah, sekarang kita semua memang harus hati-hati,
karena menurut pengamatan saya (Ismet-red), kelompok
dengan ciri seperti NII ini sudah bergerak juga di
Tokyo. Kata-kata HIJRAH, KAHFI, dan NEGARA ISLAM
adalah kuncinya.

Semoga rekan-rekan di PMIKJ dan MIDORI-ISC bisa
bahu-membahu, agar tidak ada lagi orang tua yang
dimusuhi oleh anaknya, hanya karena sang anak kuliah
di Jepang.

Wassalam
Isa Ismet Khumaedi
Ditulis Jum'at malam, 4 Februari 2000

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke