Dear friends,

Beberapa waktu lalu di milis ini sempat ada heboh soal bahasa "prokem" nya
Jogja. Dibawah adalah cara memakai 'bahasa' tsb, yang kebetulan saya peroleh
dari bincang-bincang dengan teman2x yang "ikatan kejawa-annya" masih kuat.

Di jawa (tengah) dikenal tulisan jawa yang memakai huruf-huruf jawa kuno.
Sebenarnya nggak kuno sih, orang waktu sd saya masih diajarin kok. Ada lagi
yang lebih kuno, lupa saya namanya, palawa atau apa. Huruf-huruf tsb, yang
dengan jeniusnya diciptakan oleh Aji Saka (siapa ya Aji saka...), sebenarnya
merupakan sebuah rangkaian cerita, yaitu:

Ha Na  Ca Ra  Ka  --> Ada utusan
Da Ta  Sa Wa  La  --> membawa berita
Pa DHa Ja Ya  Nya --> Sama kuatnya
Ma Ga  Ba Tha Nga --> Sama-sama mati

Garis besar ceritanya : Aji Saka punya dua orang pengawal yang setia. Satu
orang ditinggal disuatu tempat menjaga sesuatu (surat? lupa lagi...). Satu
lagi pergi bersama Aji Saka untuk suatu keperluan. Suatu hari Aji Saka
menyuruh pengawal yang pergi bersamanya untuk mengambil barang yang dijaga
pengawal yang satunya. Dia lupa telah berpesan barang tsb tidak boleh
diserahkan kepada orang lain kecuali Aji Saka sendiri. Akhirnya karena
sama-sama ingin menjalankan perintah Aji Saka, kedua pengawal tersebut
bertarung, yang karena sama-sama kuat dan saktinya, akhirnya mereka berdua
sama-sama binasa.

Untuk mengenang kedua pengawalnya tsb, Aji Saka menciptakan huruf-huruf
diatas, dalam bentuk tulisan jawa tentunya, tidak latin begini. 

Seperti yang terlihat diatas, huruf2x tsb hanya terdiri dari konsonan saja.
Memang begitu. Asesoris yang dikenakan padanya akan menetukan bunyi
vokalnya. Seperti huruf arab. Khusus untuk huruf H (Ha), berlaku juga untuk
semua vokal yang ada di awal kata/ tidak diawali konsonan. Misalnya Ikan ->
tulisannya akan sama dengan Hikan. Atau Udang -> Hudang, dst.

Oleh, katanya, sebuah "geng" di Jogja, huruf2x diatas diplesetkan. Huruf2x
di baris ke satu ditukar dengan huruf2x baris ke tiga. Huruf2x baris ke dua
ditukar menjadi baris ke empat. Jadi misalnya kata "cara" akan menjadi
"jaya", "Diam" akan menjadi "Mipad", "asu" -> "pabu", WaM -> THaD, BPPT ->
SHHG, dst.

Lebih gampangnya dibawah adalah konversi langsung konsonan2x tsb. Vokal
(sebagai bunyi) tetap. Vokal sebagai awal suku kata/ tidak diawali konsonan
dianggap H :

H       ->      P               
N       ->      Dh              
C       ->      J               
R       ->      Y               
K       ->      Ny              
                                
D       ->      M               
T       ->      G               
S       ->      B               
W       ->      Th              
L       ->      Ng              
                
P       ->      H
Dh      ->      N
J       ->      C
Y       ->      R
Ny      ->      K
                        
M       ->      D
G       ->      T
B       ->      S
Th      ->      W
Ng      ->      L

Begitu dulu, bagi yang tidak berkenan dengan tulisan yang mungkin nggak
perlu ini, ya maafin aja, bagi yang merasa lebih mengetahui harap dibetulkan
kalau ada yang salah. Jadi nggak seru ya disebar begini?

Semoga berguna.

Bangad mayi Thol Bongo,
Bayu.

(kalau boleh milih sebenarnya saya lebih setuju kalau pertukarannya 1-4 dan
2-3 biar nama saya nggak jadi jelek kalau di konversi dengan bahasa ini)



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke