AR mungkin ngetop di milsi ini,
karena doi pernah membangkitkan sebuah harapan,
dan sebagian tidak tahu lagi,
apakah harapan itu masih layak disandarkan pada si AR..

ing ngatasnya, partai semi-gurem,
bisa mendudukkan dirinya di singasana ketua mpr,
dan beberap di kabinet serta koneksinya di bumn
mangkanya lagi-lagi AR harus disebut sebagai manusia huibat...

- pabu sacilat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mengenai mas Amin Rais, saya kok tetap tidak percaya kalau dia itu
> tulus. Politik mana ada sih yang tulus (kecuali Gus Dur lho) saya
> memang pengagum berat Mas Gus Dur itu.

masalahnya, pernahkah anda berharap dan percaya pada beliow ini,
atau paling tidak, banyak orang menggantungkan harapan padanya,
kalau nggak, ya sebenarnya anggap saja beliau sama dengan si hamhaz.
repotnya, pengikutnya memang rada intelek dan sebagian keras batoknya.

soal tulus nggak tulus, gimana ente menilainya ?
pakai patokan apa ? ucapannya ? tingkah lakunya ?
sebenarnya juga ketulusan itu ada gradasinya, kan ?
nah kalau tidak tulus nilainya nol, terus yang tulus 100,
gus dur pun nggak nyampe 90...
atawa paling tidak, mengambil keuntungan dari langkah-langkahnya,
entah pribadi atawa kelompoknya...
amin dapat berapa ? takut gua !!!
  
> Serpak terjang Amin ketika masih di lingkungan akademis dapat
> dilihat. Contohnya ketika terjadi anaksasi irak atas kuawait itu lho.
> pendapatnya khan lari ke masalah barat dan timur, kemudian merembet
> ke masalah muslim dan non muslim. wacana barat dan timur itu khan
> selalu dikaitkan dengan muslim dan non muslim. Ini khan stereotype
> dari peta politik islam pada umumnya. Ini bukan provokasi lho. tetapi
> kenyataan.

semangkanya, kutika amin maju ke pentas reformasi mei,
banyak orang mendorongnya agar mau jadi tokoh non-sektarian,
tetapi karena doi begitu kepincutnya sama kursi,
jalan sektarian lah yang harus ia jual...
dan si amin telah kembali ke habitatnya...

hampir mirip dengan gus dur,
yang dari lsm non-sektarian tapi masih mambu iji..
begitu kursi kekuasaan sudah ada padanya,
atas dukungan orang-orang sektarian,
kemablilah doi ke habitat lsm nya...
berkhianatkah dia ?
kagak ada yang berani teriak, 
karena takut nggak dapat tempat......
 
> Saya orang muslim (abangan) tetapi kalau cara perpolitikan islam
> seperti itu yang kapan majunya. Contohnya lagi ketika orde baru masih
> berkuasa. saudara-saudara kita yang non muslim untuk mendirikan
> tempat ibadah saja sulitnya setengah mati. Nah kalau yang muslim
> hampir diseluruh pelosok indonesia, sampai di desa-desa terpencil
> dapat dengan mudah didirikan masjid atau surau atau mushola.

maaf, kelihatannya masayarakat politik muslim gampang diperdaya,
sebagian oleh politisinya sendiri, sebagian oleh si penunggang,
dan kelihatannya tak jauh dari 2 ta (tahta en harta)sebagai imbalannya,
dan kondisi itu adalah satu bentuk simbiose 9entah apa namanya),
seolah mutualistis tetapi nggak juga....

sebgaian umat islam telah dininanbobokan dengan simbol bangunan dan
angka, serta sebgaia sikap politisinya..
 
> Kita ini sering kok selalu curiga dengan gerakan-gerakan ritual
> keagamaan. Mengapa demikian ya karena dikaitkan dengan politik itu.
> Mas Amin dulu khan juga begitu. Kalu sekarang sudah berubah (dan
> manusia itu katanya akan selalu berubah), maka kapan perubahan Mas
> Amin itu dapat dijamin secara empiris. contohnya saja biasa nggak si
> orang nasrani itu menjadi presiden. 

sikap-sikap non-sektarian sudah waktunya dimasukin besek,
lantas dikotakkan, demikian katanya..
tapi nanti kalo diperlukan ya bisa dipake lagi, to ?
lha wong dapat menjadi senjata sakti dan memang belum dibuang, je... 
 
> Dulu ketika PDIP calegnya banyak yang non muslim semua ribut-ribut
> (apalagi MUInya itu). Apakah orang non muslim di Indonesia itu hanya
> numpang hidup.

pantesan gus dur bilang mui harus dilikuidasi...
 
> Islam memang merupakan agama mayoritas bahkan Indonesia dianggap
> merupakan negara islam terbesar didunia dan oleh sebab itu orang
> muslimlah yang mempunyai hak politik lebih banyak ketimbang orang non
> muslim. Nah ini khan paradoks sekali, katanya kita bukan negara agama
> (islam), mengapa kok ada statement semacam ini. Kalu toh memang
> kenyataannya demikian, khan tidak perlu diungkapkan oleh para
> politisi kita. Termasuk Mas Amin itu.

dan memanglah mas amin seorang pesilancar yang tangguh,
barangsiapa pandai meniti buih,
selamat badan di kursi kekuasaan...

yang lainnya belum sempat,
boss sudah datang dan nagih kerjaan...

mBin
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke