ke bawah

--- "Daniel H.T." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> >------dihapus-----
> 
> >Karena itulah penting bagi kita untuk merasa yakin
> bahwa posting2 yg masuk
> >adalah posting2 yg bertanggung jawab. Untuk dibikin
> moderated mungkin
> >terlalu merepotkan, tapi ada jalan tengah: biarkan
> anggota milis dari alamat
> >yg jelas memposting tulisan mereka secara bebas,
> tapi bagi anggota yang
> >menggunakan alamat gratisan, tidak diperkenankan
> posting, hanya membaca
> >saja. 
> >
> >Bagaimana?
> >
> >Salam,
> >Ferli
> 
> 
> Saya sebenarnya sangat setuju dng usulan sdr  ini. 
> Mmg sebaiknya u/ ikut
> dlm diskusi dlm milis diharuskan menggunakan alamat
> e-mail yg bukan
> berdasarkan web-mail. Tetapi yg ISP-nya jelas. Agar
> tdk disalahgunakan
> seperti yg dimaksud sdr Ferli.
> Tetapi kmd timbul masalah:  apakah ini tdk menjadi
> penghalang bagi mereka
> yg kebetulan tidak mempunyai komputer yg dilengkapi
> fasilitas internet di
> rumah/kantor? Misalnya yg biasa menggunakan
> fasilitas Warung Internet?
> Masakan mereka dilarang berbicara?
> 
> Begitu juga dng mereka yg di luar negeri, apakah
> ISP-nya jelas atau tidak,
> tidak mempunyai pengaruh yg berarti. Mana kita tau,
> atau sebatas mana kita
> tau ttg mereka yg di luar negeri itu?  Apakah
> ISP-nya jelas ataukah tidak? 
> 
> 
> Salam Sejahtera

Sdr. Daniel, tulisan anda sama sekali tidak memberikan
solusi dan tidak ada gunanya. Sebenarnya pakai e-mail
gratisan itu tidak ada masalah. Ada ataupun tidak ada
ISP nya juga tidak ada masalah. Masalahnya sekarang
kita ini dewasa apa tidak dalam berdiskusi. Gampang
marah tidak kalau diserang atau dicaci maki. PGI
disenggol langsung marah dan mengeluarkan kuda-kuda,
AR diinterpretasi meradang, PAN disebut sektarian
kupingnya merah. Betapa gampang kita sakit hati dan
emosi. Tidak heran betapa gampang pula kita diadu
domba. Ada yang tidak beres di dalam otak kita. Cepat
sekali kita mengidentifikasi kawan atau pun lawan. 

Internet memberikan sarana baru untuk demokrasi dan
pelepasan unek-unek. Kalau ada yang marah akibat caci
maki, silakan pukul monitornya. Dalam hal ini Internet
juga mengajari kita dalam mengontrol emosi. 

Di Indonesia para pengguna internet, sebagian besar
adalah golongan menengah ke atas seperti anda, jadi
dianggap terdidik dan mampu mengendalikan emosi. Bila
hanya karena diskusi di dunia maya, orang jadi emosi
dan membawa-bawa pertentangan antara Islam dan
Kristen, itu sudah keterlaluan sekali. Kalau golongan
menengah ke atasnya gampang emosi seperti itu,
bagaimana dengan golongan bawah yang mendominasi
rakyat kita ?

Saya pikir diskusi busuk ini ya biarkan berjalan.
Nanti juga akan reda dengan sendirinya. Yang dituntut
kepada kita adalah kedewasaan dalam mengendalikan
emosi.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
B. Atedi
Masih pake e-mail gratis di wartel 

 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke