Mas Wisnu,

Mohon maaf, please, show some mercy on Mas Pabu Sacilat.
Kita semua bisa salah, bisa keliru, bisa kepleset, bisa sesat.

Seringkali dalam satu aspek kita bisa yg paling benar, tapi dalam perspektif
yg lebih luas, ternyata tidak sepenuhnya benar. Mas Pabu sudah menyatakan
penyesalannya, masakan masih terus kita kejar terus? Ekspresi penyesalan Mas
Pabu mungkin memang agak berlebihan, tetapi mustahilkah bahwa itu memang
berasal dari niat baik, dan hanya disebabkan oleh sedikit ketidakmampuan
artikulasi dalam takaran yang tepat?

C'mon lah Mas. Apa artinya kita hidup bareng2 di dunia ini, kalau bukan
untuk mempermudah kehidupan dan urusan satu sama lain?

Salam,
Ferli

-----Original Message-----
From: Wisnu Ali Martono [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Friday, February 18, 2000 5:27 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] Ngotwe (satulagi pelajaran sikap budaya JAWA)


On Fri, 18 Feb 2000, mBah Soeloyo wrote:

> wah... wah.... lha kok terus gini ya jadinya?
> pukulun wisnu murka pada ki aswat. asal nggak sampai triwikrama
> nggak soal. cak edi ngothak-athik sendiri ketemu bahwa ngotwe
> sama dengan lonte, wts... haha barang kali di sini letaknya kenapa
> ki aswat memlesetkan ngotwe jadi kowe. lha artinya WTS, kalau
> di tempel di atas bus jadi (misalnya) SMG - WTS (semarang - wates)
> padahal aswat adalah asli wates... hahaha.

WAM:
Mbah Soel,
Saya kan cuma mau mengingatkan, jangan lah memberi  info yang tidak benar.
Apalagi untuk kata-kata yang begitu kasar artinya. Saya ragu kalau Bung
Aswat nggak tahu bahasa prokem begituan. Dan lihatlah, sementara Anjing
Bajingan tidak mau orang tuanya dibawa-bawa dalam diskusi ini (dan saya
sudah minta maaf untuk hal ini), diamelakukan hal yang sama: membawa orang
lain. Buat saya, segala macam penyesalan yang dia nyatakan di milis ini
tidak lebih dari omongan orang munafik.

Dan amat benar sekali omongan bung Ferli, bahwa apa yang dilakukan oleh
Anjing Bajingan, meski dia mengaku sebagai orang Islam, justru semakin
menunjukkan kebalikannya. Dan jika diturutkan, benar lagi kata bung Ferli,
justru semakin memperkuat semangat perlawanan  orang Islam (yang tadinya
cuma mengaku _abangan_). Tidak pernah saya lihat sebelumnya, ada orang
yang (ngakunya) Islam tapi pemahamannya tentang nasib ummat Islam begitu
dangkal. Justru lebih paham soal Romo Mangun dsbnya. Sayang, diskusi ini
hanya terjadi di milis, dan bukan di chat. Jika tidak, akan mudah sekali
mengecek apakah benar dia orang Islam, atau cuma provokator yang
mengaku-aku sebagai orang Islam. Diskusi di internet menjadi berbahaya
dengan hadirnya orang-orang seperti  ini. 

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke