Mbak Erviana yg cantik, yg pengagum marxisme, yg setuju bahwa agama adalah
candu, yg menggunakan 'wassalaamualaikum wr.wb.' sbg salam, yg mementingkan
substansi posting ketimbang pengirimnya, yg menyimpan keprihatinan atas
nasib manusia2 tertindas, yg memendam kerinduan atas pembebasan manusia dari
segala apa pun yg mengeksploitasi kehidupannya.
Saya cinta Mbak Erviana.
Salam,
Ferli
-----Original Message-----
From: Bambang Ananta [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Monday, February 21, 2000 4:37 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [Kuli Tinta] NAMA
Ah keburu kukasih tahu.
Di alam maya ini, dengan e-mail gratisan, nama
seseorang bisa diubah apa saja. Saya bisa merubah nama
dengan bermacam-macam dengan satu alamat e-mail. Atau
sebaliknya nama sama alamat e-mail beda. Atau bisa
jadi berbeda semua. Saya pernah melakukan hal ini di
sebuah milis yang besar dan ramai. Dan juga disini.
Karena ada yang mempersoalkan masalah nama. Dari situ
saya dapat menyimpulkan bahwa dalam milis ternyata
fokus mereka bukan pada nama yang dipakai, jarang
sekali mereka concern dengan nama. Kebanyakan (saya
tidak bikin statistiknya) mereka mereply bukan karena
nama yang dipakai, tetapi penasaran/setuju/tidak
setuju dengan argumen yang dikemukakan.
Member milis baru mengecek nama bila e-mail tersebut
membawa kritikan tajam. Dari situ reaksi biasanya
bermunculan :
1. Yang dewasa akan menanggapi dengan dewasa.
2. Yang emosi tapi masih menggunakan nalar akan ganti
mengritik, tapi nada emosinya masih kentara, dan
biasanya ada nada sindiran dalam replynya.
3. Yang emosi, nalarnya enggak jalan biasanya langsung
memaki-maki sepengirim e-mail.
Sebenarnya ada lagi, yang diam. Tidak diketahui dengan
jelas yang diam ini. Apakah diam karena dapat menahan
emosi. Diam mangkel terus memukul monitor (monitor
milik sendiri), diam mangkel tapi tidak berani memukul
monitor (ngirimnya lewat warnet sih). Yang terakhir
ini pelampiasannya bisa bermacam-macam, ngomelin
pembantu, marah sama istri, dll.
Dari survey itu juga dapat diketahui bagaimana budaya
group (agama, suku, ras, parta) itu sangat dominan di
Indonesia. Group sangat berpengaruh pada pemikiran
seorang individu. Dalam group rasanya individu dapat
berlindung meski itu semu.
Harga diri group harus dipertahankan mati-matian,
seperti mempertahankan milik yang sangat berharga.
Dalam group pula orang bisa mentransfer tanggung
jawab.
Segini dulu, nanti tambah berpanjang-panjang.
Sebenarnya survey seperti ini sangat menarik, karena
kita baru saja kenal teknologi informasi ini. Mohon
maaf bila ada yang tidak berkenan, juga survey saya di
atas adalah survey pribadi saja, dan tidak dapat
digunakan untuk menjustifikasi apa yang sudah dan
sedang terjadi di milis ini, itu semua adalah
kesimpulan saya, setelah hampir 6 tahun berinternet
ria.
Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan.
B. Atedi, B. Ananta, Che, dst-dst...
itu semua bukan nama saya yang sebenarnya.
Wassalam
Salam Sejahtera
Best regards
dst-dst...
semoga menjawab mas Ferli
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!