On Mon, 21 Feb 2000, tri man wrote:
> TRM :
> Tak berarti Atedi kuno. Dia kan baca dari media umum. Di koran banyak
> dimuat. Buat WAM, pasti kuno dan basi. Buat Atedi, kaget, dong. Sebab, BPPT
> selama ini kan canggih-canggih saja adanya. Lalu Hikam mak-bledorr... WAM
> ngadepi sendiri denmas Hikam, ya pantes. Dia sudah biasa dengar begitu, ya
> pantes. Wong sekantor.
WAM:
Itu dikatakan Hikam saat _marah_ disentil warga BPPT dalam pertemuan umum
belum lama ini. Baru keluar di internet beberapa hari kemudian. Lha jelas
saya tahu duluan apa-apa yang dimuat di satunet.
> TRM :
> Yang jadi soal, kiranya, apakah sentilan itu betul, atau salah. Kabar yang
> tersiar adalah :
> - tak punya kendaraan dinas
WAM:
Kendaraan dinas untuk siapa?
Untuk antar jemput karyawan sih ada.
Untuk pejabat, rasanya memang terbatas.
Dan anda mesti tahu, jabatan di BPPT memang tidak terlalu menjanjikan dari
segi materi. Lain dengan departemen. Jabatan pimpro, yang di departemen
dijadikan rebutan, cuma buat lemparan-lemparan di BPPT. Minimal di tempat
saya. Jabatan deputi, yang di departemen adalah setingkat dirjen, juga
tidak menjanjikan kelebihan materi apa-apa.
Bandingkan dengan departemen, dimana jabatan = kelebihan materi.
Satu-satunya yang membuat betah adalah iklim egalitarian yang amat kental.
Di mana atasan bisa dikritik, tanpa perlu takut, jika dirasa tidak benar.
Di mana atasan kita adalah pilihan kita dan bisa kita lengserkan kalau
macam-macam (kecuali menterinya). Di mana lagi ada kantor dengan iklim
begitu demokratis seperti ini? Nggak ada!
> - penganaktirian beberapa sektor teknologi
WAM:
Tolok ukurnya apa?
Waktu itu, Hikam menyalahkan Habibie yang hanya nguplek-uplek teknologi
penerbangan.
> - penganakemasan teknologi tertentu
WAM:
Lihat jawaban di atas.
> - ucapannya disambut gempita oleh khalayak BPPT sendiri
WAM:
Apa iya? Banyak yang heran dengan ucapan ini.
Siapa yang _menyambut_ ucapannya? Yang selama ini berhasil, atau yang
selama ini tersingkir? Wong waktu acara tatap muka itu nggak ada yang
gegap gempita. Paling banter tertawa cekakak-an. Entah kalau yang nyambut
bukan orang BPPT.
> - padahal dana yang dikucurkan di BPPT besar
WAM:
Secara absolut, tidak. Anggaran BPPT tidak seberapa.
Secara relatif, bisa jadi.
Jauh lebih besar lagi anggaran untuk departemen.
> Kalau Hikam cuma tukang sentil, dan tak satupun sentilan itu benar, yang
> menurut WAM 'ya begitulah Hikam', maka poin-poin tadi tak benar.
WAM:
Maksud saya, ketika mengatakan _ya begitulah Hikam_ adalah, nggak usah
heran lah dengan sentilannya Hikam. Wong semua orang dia kritik. Dan tidak
selalu kritikan itu buruk. Meski, at first, rada membuat merah muka
juga. Sekedar menyegarkan kembali penalaran yang disentil. Tanya saja
mereka-mereka yang pernah dikunjungi Hikam.
Bisa jadi ada yang benar. Soal teknologi penerbangan
misalnya. Yang lainnya, saya masih ragu. Bisa iya, bisa tidak.
> Monggo (dijelaskan)
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!