Ini berita dari detik.com (30/01). Yg saya pingin tahu, lalu ISP untungnya
dari mana nanti?

Akses Internet Bakal Lebih Murah
Reporter: Iwan Triono dan Donny
detikcom - Jakarta, Biaya akses Internet nampaknya bakal kian murah.
Soalnya, dalam waktu dekat ini, deregulasi penarifan biaya akses segera
diterbitkan. Aturan yang menetapkan minimal tarif akan dicabut. Di sisi
lain, Internet Service Provider (ISP) sudah berancang-ancang masuk dan
menggratiskan biaya akses.

Murahnya biaya akses Internet tersebut, memang ditunggu-tunggu banyak
kalangan. Keluhan biaya akses Internet yang cukup mahal, sebenarnya sudah
terdengar sejak jauh hari. Belum lagi pulsa telepon di Indonesia yang
tarifnya tergolong mahal juga.

Mahalnya tarif akses Internet tersebut, tak lepas dari peraturan
Pemerintahan yang menetapkan tarif minimun akses Internet. Menurut
Sekretaris divisi riset Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII),
Johar Alam kepada detikcom beberapa waktu lalu, tarif per jam dipatok
minimum Rp 2.000.

Penetapan tarif minimum itu berlaku sejak Mei 1996. Sanksi atas pelanggaran
penetapan tarif minimum tersebut cukup berat. "Pelanggaran terhadap tarif
diancam dengan pencabutan izin operasi ISP,� kata pengurus ISP Access.net ini.

Memang, penetapan tarif minimum itu, sebenarnya sudah dikecam banyak
kalangan. Di satu sisi dianggap sebagai kartel, di sisi lain, penetapkan
tersebut dianggap pula sebagai bentuk perlindungan terhadap ISP-ISP yang
jumlahnya kian banyak di Indonesia. Perlindungan terutama terhadap ISP kecil.

Maksud baik itu tentu tidak sejalan dengan iklim deregulasi dan suasana
reformatif di Indonesia. Plus akses Internet biayanya tetap saja mahal.
Padahal layanan yang jauh lebih baik tak juga kunjung datang. Peningkatan
infrastruktur mandeg. 

Kompetisi sehat di kalangan ISP tidak terjadi. Oleh sebab itu, rencana
dicabutnya ketetapan tarif minimum, disambut baik oleh banyak kalangan.
Rencana pencabutan aturan tarif minimun itu sendiri, dibeberkan oleh Sekjen
APJII, Sanjaya.

Dalam perbincangan dengan detikcom, Sanjaya yang juga Dirut IndoNet itu
menyatakan, dalam waktu dekat ini aturan tarif minimum akan dicabut.
Artinya, setiap ISP bebas penetapkan tarif akses Internet.

Dengann kata lain, jika ketetapan itu dicabut, ISP pun juga kuat, bisa
menggratiskan akses Internet. Dengan begitu, peluang Freei.Net memasuki
Indonesia, kian terbuka lebar.

Menurut rencana, Freei.Net akan segera memasuki pasar internet Indonesia,
Malaysia, Brunei, Singapura dan Thailand. ISP yang berpusat di Amerika
Serikat ini, berniat memberikan layanan internet gratis. 

Gratis dan lengkap dengan email berkapasitas 20 MB, chat hingga layanan
e-commerce gratis. Freei.net sendiri telah membentuk perusahaan Freei
Asia-Pacific Sdn. Bhd. yang berkedudukan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sanjaya pun tidak keberatan Freei.Net masuk Indonesia. "Silakan saja. ISP
Indonesia siap untuk berkompetisi,"kata Sanjaya. Gong pun sudah ditabuh.
Pertarungan perusahaan penyedia jasa akses Internet di Indonesia bakal seru. 

Tarif yang murah dan ISP pemberi layanan terbagus nampaknya bakal berjaya.
Yang mahal tarifnya, dan layanan akses Internetnya termehek-mehek
dipastikan akan bablas. Wes..ewees...ewees...!






-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke