On Monday, 28 February 2000 Ferli Iskandar <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> 'Ribuan milis', 'soal identitas nggak populer': bisakah Anda membuktikan
> klaim2 itu? Agak lucu bahwa Anda membackup pernyataan Anda dgn 'pakar2
> yahoo, geocities, hotmail, dll; Bill Gate, HB Jassin, Kang Djalal, dst':
ini
> adalah penerapan kontra-tesis Anda, bahwa 'identity does matter'.

yap:
Nggak ada yang kontradiktif kan? Untuk membuktikan klaim itu mudah sekali.
Masuklah ke Searh engine. Tulis apa saja nama domain yang Anda tahu, atau
ngawur sajalah. Cari tahu milis yang ada. Ribuan, ya mungkin jutaan. Andapun
bisa membuka seribu milis kalau Anda mau. For free. Bahkan juga personal
home page. Masuklah lihat kesana. Atau subscribelah kalau memang syaratnya
begitu. Anda akan mendapati misalnya nama begini:
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], dan lebih dari 200 juta email address lainnya. Apakah
mereka memakai identitas asli? Ada yang ya ada yang tidak. Bahkan cd-nya
diperjual belikan bebas hanya kurang dari $ 40 untuk 500 000 email address,
spam free katanya. Dan nggak masalah, sejauh yang saya tahu komunikasi
mengalir dengan sehat. Biasa biasa saja.
Does identity matter? Definitely!!!  Nama adalah sebagian dari doa. Karena
itu terhadap pemilihan nama 'pabu sacilad' misalnya saya dalam posisi
neither endorse nor oppose. Bebas saja, karena bagaimanapun itu juga sebuah
identitas, kemana pesan diterima dan dikirim. Saya dalam posisi menghormati
hak azasinya. Boleh kan?

Ferli:
> Adalah jelas bahwa freemail punya manfaat dan kelemahan sendiri.
yap:
Naturally.

Ferli:
>Saya juga setuju bahwa substansi posting lebih penting ketimbang identitas
pengirim,
> tapi apakah dgn begitu kita hendak mengabaikan fakta bahwa ada korelasi
> antara penyembunyian identitas dengan peluang penyalahgunaan freemail?
> Tolong jangan terjebak dlm simplifikasi lebih lanjut spt 'memangnya yg
tidak
> menggunakan freemail tidak mungkin menyalahgunakan mailnya?', karena kita
> memang sedang berbicara soal 'degree of possibility', dan akal sehat
> mestinya gampang setuju bahwa freemail membuka peluang lebih besar bagi
> penyalahgunaan ketimbang yg tidak.

yap:
Dari sisi berbeda saya ingin tanya apakah kalau pakai identitas asli pasti
tidak ada peluang penyalah gunaan? Itu tergantung banyak hal, kan? Sekedar
ngobrol ya bung Ferli, untuk mendapat working permit di Jepang bagi beberapa
kelompok yang terpaksa menganggur disini, saya minta sobat di Yokohama yang
punya pabrik untuk memanggil beberapa nama Indonesia kesana. Pakai surat
resmi, identitas asli. Dengan bermodal fax itu, rekan rekan yang namanya
tercantum disitu santai saja mengurus visa dan sekaligus working permit. Dan
kalau Anda ke Yokohama hari ini, tidak sulit menemukan kampung Surabaya,
atau kampung Malang lengkap dengan celoteh ala Gigih, baik mereka yang
berstatus pekerja resmi atau overstay. Lho? Apa sih yang nggak bisa
dimainkan didunia ini kalau kita mau? Tergantung niatnya.
Siapa tahu orang yang menggunakan email address lengkap dengan atribut
organisasinya itu secara tidak sadar ingin agar opininya dianggap lebih
valid daripada yang pakai freemail? Atau bukan tidak mungkin itu menjadi
semacam pressure bagi yang lain?
Saya nggak membela pemakaian freemail, tetapi juga nggak menentang. Nggak
mutlak mutlakan lah.

Ferli:

 Mbak Erviana, Mas Bimbing, Mas Bambang,
> Mbak Che, (dan entah yg lain - mis. Pabu, Ladrang, Marto "???") ternyata
> adalah satu orang yg sama. Bagaimana bila identitas rangkap itu digunakan
> untuk seolah2 saling bersepakat, saling menguatkan satu sama lain, padahal
> itu berasal dari individu yg sama? Kelihatannya konyol (dan saya sedang
> mengilhami - atau sudah dicoba? - seseorang utk melakukan hal konyol itu),
> tapi jelas bahwa itu akan punya dampak psikologis yg efektif buat
> memanipulasi jalannya diskusi.

yap:
Yah, kalau memang satu orang dengan banyak nama, apa salahnya? Saya sendiri
pernah 'dicurigai' sebagai orang yang sama dengan Prama, John, Aswat, bahkan
Gigih dimilis ini. Jangan jangan juga ada yang curiga bahwa pabu sacilad itu
saya juga. Nggak masalah. Biar saja pendapat itu berkembang. Kan akhirnya
semua bakal mendapat kesimpulannya. Saya memang menggunakan beberapa user
name untuk keperluan yang berbeda, tetapi tidak menggunakan lebih satu user
name dimilis yang sama. Buang buang energi dong. User name dari ISP-ISP saya
hanya gunakan hanya untuk keperluan sangat khusus. Dan saya merasa selama
ini nggak menyalah gunakan apapun dari freemail itu.
Tentang manipulasi jalannya diskusi, ya nggak juga. Masak kita menerima atau
menolak suatu argumen hanya karena dari berapa banyak pendukungnya. Naif
kan? Mau maunya dimanipulasi. Mutiara tetap mutiara sekalipun keluar dari
mulut anjing. Dari sisi sebaliknya, sampah tetap sampah sekalipun keluar
dari mulut tokoh resmi yang sangat kredible dan legitimate. Why bother?

Ferli:
>
> Bahasa adalah senjata, Mas Yap, yg jauh lebih efektif untuk mempengaruhi
> realitas sosial ketimbang senjata konvensional seperti pistol atau
samurai.
>
> Freemail sangat bermanfaat. Seperti pistol atau ganja juga punya manfaat.
> Paradoks: maksimalisasi manfaat itu justru tercapai ketika pemanfaatannya
> dibatasi.
>
> Anda punya ide lain supaya diskusi di milis ini terhindar dari
> penyalahgunaan freemail?

yap:
Senjata itu cuma alat. Tergantung yang menggunakannya, dan tergantung
lawannya. Tergantung kita diposisi mana dan harus bagaimana. Rambo, James
Bond dan tokoh fiksi lainnya memberi inspirasi bahwa bukan senjata yang
menentukan, tetapi penggunanya. Mahesa Jenar malah dengan tangan kosong
untuk mendapatkan kekuasaan dan kehormatannya. Sebuah lirik Indonesia lama
menambah inspirasi ini : "tapi ada kala pria tak berdaya, tekuk lutut
disudut kerling wanita". Atau seperti rengekan dalam knive :"My wish is your
command, until you mend out of love". Bagi orang seromantis Anda sebaiknya
tahu ini. Eh, bener nggak sih Anda romantis?

Wah, paradoks Anda begitu manipulatif dan sangat egoistic! Jangan dong,
biarkan semua menikmati semuanya. Life is sharing. Membatasi itu kan cermin
ketidak pd-an dan kooptatif. Biarlah manusia menjadi sahabat yang aman bagi
setiap manusia. Beri kesempatan semua orang berbuat salah, biarkan mereka
menentukan tempatnya sendiri dalam komunitas yang dipilihnya.

Agar terhindar dari penyalah gunaan freemail, ya bersikap open mind-lah.
Siap mendapati perbedaan dengan arif. Nggak usah over reacted. Dalam
berhubungan dengan manusia pegangan saya cuma pergaulilah manusia dengan
achlak yang baik (wa cholichin naas sabichuluchin hazaniin). Tidak berarti
menyurutkan keberanian mengoreksi dan dikoreksi, karena itu termuat dalam
esensi amar ma'ruf nahi munkar. Cuma pandai pandailah mendefinisi mana yang
ma'ruf mana yang munkar. Jangan silau pada packagingnya. Jangan pula kalau
nggak seide dengan kita langsung dicap munkar. Kalau kita mau orang lain
baik, ya kita musti baik duluanlah. Kalau mau dihormati ya menghormati
duluanlah. Kalau ada rekan yang keliru, ya diingatkanlah dengan cara yang
baik. Kalau diingatkan ya jangan marahlah. After all, torang samua
basudara!!! Sederhananya, ibda bi nafsika (mulailah dari dirimu sendiri).
Nggak usah prejudice, ntar orang prejudice ke kita juga jadinya. Kan repot!
Itu kalau saya. Anda bebas saja memilih pegangan sendiri.

Ngomong-ngomong MROnly.com itu menyediakan freemail juga nggak sih? Ngomong
ngomong Ferli Iskandar itu nama Anda beneran nggak sih? Tanya boleh kan?
Yang jelas dengan mencantumkan nama Ferli Iskandar begitu, bagi saya juga
belum jelas kok siapa Anda. Dan kalau suatu ketika Anda ngaco saya juga
nggak bisa apa apa. Seperti 'spam' Anda kepada che, yang mestinya bisa
dituntut keprovider Anda untuk meremove Anda kalau Anda dianggap berbuat
tidak senonoh karena merayunya. (according to e-mail bill: section 301 per
section 301 paragraph (a) of s. 1618). Sama belum jelasnya bagi Anda tentang
saya. Satu yang pasti, saya belum pernah kenal pribadi dengan siapapun
dimilis ini (dalam arti jumpa langsung), dan saya merasa nggak ada masalah.
Justru lebih baik, karena dengan begitu komunikasi bisa berjalan tanpa
kendala perbedaan umur, sex, demography, jabatan, gelar, kekayaan, agama
atau apapun. Santai saja, seperti obsesi John Lennon: "living for life and
peace...ooooh"


>
> Salam,
> Ferli

Salam,
yap



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke