> >On Sun, 18 Jun 2000, Sukaton _ wrote: > > > UEDIAN!! sejak jaman dahoeloe eyang kita emang terkenal sahih dalam > > memainkan strategi dan ibarat kelapa makin tua makin bersantan. > > Disamping telah berhasil membuat Jaksa Agung tak berkutik dengan alasan > > bahwa memorinya sudah soak sehingga jawaban nggak sinkron dengan >pertanyaan, > > rupanya banyak strategi serangan balik lainnya yang sedang dibuat. Hidup > > status quo!!. > >WAM: >Masih lakukah teori macam ini? >Tidak pernah terbukti selama ini, bahwa mbah Harto ada di belakang >setiap keruwetan yang tidak berhasil didandani. Mulai dari Banyuwangi, >Ambon, Irian. Sekarang Buloggate. Selalu Suharto yang disalahkan. >Andaikata anda sedikit lebih cerdas dengan mengemukakan bukti untuk >mendukung tuduhan anda, pasti akan banyak yang menghargai pendapat anda. > >Paling gampang memang menuduh orang yang sudah tidak punya power. >Nggak bakalan membalas. Yang lebih sulit adalah menduduh orang yang masih >berkuasa. Anda berani? > >Gimana Suharto dituduh berada di belakang Suwondo, wong Gus Dur sendiri >yang bilang dia memakai Suwondo untuk memata-matai mbah Harto. Atau, anda >pikir mbah Dur bohong? Katon kayaknya cuma ingin memberikan kata pengantar, meski ada perasaan setuju), terhadap apa ysng ditulis SiaR. Jadi adalah 'so what', kalau meminta Katon untuk berani menuduh nyang-bukan-daripada-Soe. Wondo dikenalkan kepada GD karena Wondo mengaku punya banyak hubungan dengan Soe yang sudah berlangsung lama. Wajar kalau Wondo, dalam hal pengetahuannya soal Soe, dimanfaatkan oleh GD untuk menyerap apa-apa info yang sekiranya bermanfaat untuk membuat negara ini jejeg. Dan ini harap dibedaken dengan daripada kasus Bulog-nye Wondo. GD di belakang Wondo untuk memata-matai nyang-daripade-Soe jelas GD sendiri pernah ngomong. Tapi perkare Wondo dalam hal Bulog, bisa macam-macam, yang masih akan ditelisik. Boleh jadi ada Soe (bukan secara Soe-nya sendiri, bisa kruni atau pemuja-puja-puji nyang laen). Siapa tau, wong sedang ditelisik, toh ? Iya... tapi 'so what'? > > > UPAYA CENDANA GONCANG ISTANA > > > JAKARTA, (SiaR, 17/6/2000). Dugaan bahwa kalangan Cendana ikut > > bermain dalam membuat kisruh perpolitikan nasional mulai kelihatan. > > Para operator politik Cendana satu-persatu mulai terkuak. Sugeng > > Suparwoto (orang kepercayaan Bambang Tri) dan Jenderal (pur) R. > > Hartono (mantan KASAD), mulai bergerak merongrong kabinet Gus Dur. > > Ditengarai kasus Bulog yang melibatkan Suwondo dan Istiqhosah Karya > > Peduli Bangsa (KPB) di Serang bagian dari skenario besar kelompok > > Soehartois tersebut. > >WAM: >Ini SiAR yang mana? >Ada SiAR terbitan Katolik kekiri-kirian. Terbit di internet. >Ada tabloid Siar (r kecil) yang lebih fair. Siar yang terbit dalam bentuk tabloid memang menumpang SiaR yang lebih dulu ngetop melalui jalur internet. Ini pernah dibuat statemennya oleh SiaR melalui internet. Pemberian predikat katholik-kekiri-kirian rasanya kok terlalu cepat. > > > Diperoleh info bahwa Sugeng Suparwoto seorang mantan aktivis > > mahasiswa 80-an adalah orang yang membawa Suwondo pada Gus Dur saat > > masih di Ciganjur. Menurut sumber SiaR, Sugeng pula yang membawa > > Suwondo lagi sesaat Gus Dur dipilih menjadi presiden. Melalui kepala > > biro protokol dan pers Istana Wahyu Muryadi, Sugeng merekomendasi agar > > Suwondo diterima Gus Dur. Wahyu yang sempat di Harian Media Indonesia > > ini mengenal dekat Sugeng saat bekerja di harian milik Surya Paloh > > tersebut. Sumber itu menegaskan, Suwondo ditugaskan untuk mencoba > > melobi Gus Dur untuk memberikan impunity (pengampunan) bagi bekas > > orang nomer satu itu. > >WAM: >Lho, apa orang udah pada tahu (jauh sebelumnya) kalau Suharto bakal >terjungkal dan bakal dituntut diadili? Wong Suwondo itu udah jadi tukang >pijetnya mbah Dur sejak mbah Dur belum jadi presiden kok. > >Dengan begitu, amat lemah argumentasi bahwa Suwondo disuruh melobi Gus >Dur. Lha wong cina satu ini sudah grudak-gruduk sama mbah Dur sejak lama >kok. Itu adalah argumentasi orang kalap. Agenda perseteruan antara GD dengan Soe memang sudah berlangsung lama, bahkan GD pernah diganjel-ganjel ketika mau dicalonkan jadi ketua PBNU. Wajar kalau ada yang menyetorkan Wondo kepada GD, yang katanya punya banyak info mengenai Soe. Spion dua muka ini kan soal nyang-daripade-biase. Hampir semua 'pejuang' reformasi yakin Soe bakal tumbang. Setidaknya banyak di antara mereka sudah melakukan berbagai upaya untuk sedikit demi sedikit mendongkeli batu-batu penyangga kekuasaan Soe. kejatuhan Soe soal waktu. Jika kita aktif membaca 'apakabar', perjuangan itu sudah berlangsung di atas 5-7 tahun lampau. Mengenai tugas untuk impunity, bisa saja dilakukan belakangan, bukan sejak dikenalkan. Tak ada kalimat SiaR tersebut yang menunjukkan asosiasi bahwa Wondo ditugasken sejak lama itu. Jadi memang 'so what'. Dan kalap. > > > Sementara R Hartono sendiri melakukan manuver lewat ormasnya yang > > bernama Karya Peduli Bangsa (KPB) dengan memobilisasi 50.000 massa > > lewat Istiqhosah yang diadakan KPB di Serang, Jawa Barat, beberapa > > waktu yang lalu. Sebuah sumber SiaR menyebutkan, Hartono yang dekat > > dengan Tutut bahkan diisukan disebut-sebut sejumlah kalangan sebagai > > "pacar Tutut" ini dibantu oleh Irsyad Djueli, yang sehari-hari > > dikenal sebagai pimpinan lembaga pendidikan Islam "Mataul Anwar". > > Lembaga ini memiliki sejumlah pondok pesantren hingga universitas. > >WAM: >Wooalahh, >Dengan massa 50 ribu aja kok takut. And apa urusannya dengan _Tutut >pacarnya Hartono_? Kalau pun itu benar, bukan urusan anda untuk >mempermasalahkan. Mau pacaran sama Paijo atau Hutabarat, so what? >Dasar media PKI. Seenaknya saja mempermasalahkan urusan pribadi orang. Di bagian mana ada perasaan ketakutan yang 'so what' simpulkan terhadap 50-rebu itu? Juga rasanya, pencantuman isu 'hartono-tutut' tersebut bukan dimasalahkan oleh SiaR. Kalau dilihat, sekedar sebuah anak kalimat untuk bikin manis berita. Isu itu sendiri juga bukan ada di berita SiaR saja, tetapi sudah merata di semua media. Kalau pun dipermasalahkan, oleh siapa saja, mengenai kedekatan hartono-tutut adalah ketika hartono bilang 'TNI-AD adalah kader golkar' ketika mereka berdua runtang-runtung dalam rangka tugas kegolkaran tutut. Bukan karena 'dasar media PKI'. 'So what' ? > > > Menurut kabar, biaya untuk Istiqhosah selama sehari tersebut sebesar > > Rp 300 juta. Semua dana langsung diperoleh dari Cendana lewat Hartono. > > Sumber SiaR menyebutkan Irsyad Djueli ini pula yang saat maraknya demo > > mahasiswa menjelang Sidang Istimewa, November 98 lalu terlibat sebagai > > tenaga pengerah barisan Pam Swakarsa. Sumber tersebut menyebutkan, > > "agaknya kelompok Soehartois akan habis-habisan agar tidak diadili > > oleh pemerintahan Gus Dur." > >WAM: >Menurut kabar yang saya terima (yang pasti sama boongnya dengan kabar >SiAR), biaya istigosah itu cuma 300 ribu perak. 300-rebu itu duit yang lebih daripada ndak mungkin. Sewa tenda sama pengeras suara aja, dijamin sudah kurang. > > > Dugaan banyak kalangan tentang keterlibatan kelompok Soehartois dalam > > berbagai skenario untuk menjatuhkan kabinet Gus Dur ini masih cukup > > tinggi. Bahkan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono sendiri > > mengungkapkan hal itu. "Saya menduga semua kerusuhan yang terjadi > > belakangan ini ada kaitannya dengan Soeharto, namun kita harus > > mengakui bahwa kita tak punya cukup data untuk membuktikan hal > > tersebut, ujarnya pada Rabu (14/6).*** > >WAM: >Siapa yang bisa membuktikan Juwono memang ngomong begini? Di banyak media, Yuwono pernah ngomong seperti itu. Tak cuma SiaR. Saya malah baca dari koran, bukan di Internet. So what ? ________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
