Assalamu'alaikum Wr.Wb.

mas...waktu belajar himpunan dulu...
"union" itu artinya penambahan/penggabungan
dua himpunan [bukan dan]. Kalau dan...kayaknya
lain deh.

Mari kita lihat yang ini

Himpunan A adalah himpunan pelanggar hukum.
anggotanya {aman, amin, amon, abu, aba, abi}

Himpunan B adalah himpunan orang sektarian.
Anggotanya {cucu, cici, cica, abu, abi}

- A union B --ditulis A u B--
  dalam bahasa matematika adalah penggabungan anggota
  himpuan A dengan anggota himpunan B
Anggotanya:
{aman, amin, amon, abu, aba, abi, cucu, cici, cica}

- bahasa tulisnya adalah "anggota himpunan orang
  pelanggar hukum digabung dng anggota himpunan orang
  sektarian"

  disitu tidak jelas apakah pelanggar hukum itu sekaligus
  sektarian.


- Pelanggar hukum yang sektarian adalah anggota himpunan
  A (pelanggar hukum) yang juga anggota himpunan B
  (sektarian).

  Dalam bahasa matematika ditulis dengan simbol "n"
  dibaca "subset".

-jadi A n B adalah "Abu" dan "Abi".
Abu dan Abi memenuhi syarat pelanggar hukum dan sektarian.

Menurut kalimat Presiden Wahid, yang akan dihukum adalah
pelanggar hukum dan sektarian, dalam contoh di atas ini
hanya diwakili oleh "Abu" dan "Abi".

Artinya, Abu Aman, Amin, dan Amon tidak akan dihukum.
krn mereka bukan anggota himpunan B {Sektarian}. Cucu,
Cici, dan Cica juga tidak akan dihukum krn HANYA
sektarian.

Mungkin saya keliru loh mas...wong aku dapat mata kuliah
Matematika I sudah lama. Aku hanya ingat bedanya konsep
"subset" dengan "union".

Wassalam,
+++Poirot

----------------------------------
>From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Sektarian: wanted!
>Date: Mon, 3 Jul 2000 04:41:29 +0700
>
>Menurut hemat saya sih kata "dan" secara matematik (union)
>menunjukkan dua
>syarat yang harus terjadi bersama; berbeda dengan "atau".

>Disamping itu, kalimat itu adalah "Gus Dur menyatakan bahwa
>dirinya akan bertindak tegas terhadap orang-orang yang melanggar
>hukum dan sektarian..."
>
>Jadi, mereka yang melanggar hukum dan sektarian yang akan
>ditangkap.
>
>Artinya, pertanyaan Bung Peirot mestinya: "Apa kriteria melanggar
>hukum dan sektarian?", dan bukan "apa kriteria sektarian"
>
>Maaf saya bukan ahli bahasa, namun sering kesalah pahaman dimulai
>dari bahasa. Maka, masalah semantik dan kognitif dalam sebuah
>kalimat memang mestinya mendapat perhatian agar kesalah pahaman
>itu bisa dikurangi.
>
>
>----- Original Message -----
>From: Hercule Poirot <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Monday, July 03, 2000 2:33 AM
>Subject: [Kuli Tinta] Sektarian: wanted!
>
>
>Assalamu'alaikum Wr.Wb.
>
>www.detik.com
>"...Gus Dur menyatakan hal itu, ketika salah seorang
>     peserta menanyakan mengenai langkah Gus Dur dalam
>     mengatasi persoalan disintegrasi bangsa. Mendapat
     pertanyaan itu, Gus Dur menyatakan bahwa dirinya
>     akan bertindak tegas terhadap orang-orang yang
>     melanggar hukum dan sektarian..."
>
>Poirot:
>[1] Apa kriteria sektarian?
>[2] Organisasi cendekiawan Muslim, Katholik, Kristen
>     Hindu, Budha adalah contoh organisasi sektarian.
>     Mereka yang gabung ke sana bisa dianggap sekatarian.
>     Apakah ini berarti mereka akan ditangkapi, regardless
>     of apakah mereka berbuat kriminal atau tidak?
>
>Wassalam,
>+++Poirot
>
>__________________________________________________________________

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke