PDI-P Tolak Penundaan Interpelasi JAKARTA- Fraksi PDI-P DPR menolak permintaan Presiden Abdurrahman Wahid, yang baru bisa hadir ke Gedung DPR tanggal 20 Juli mendatang. Fraksi terbesar itu menghendaki Gus Dur datang sesuai dengan rencana semula, 13 Juli, guna memberikan jawaban terhadap hak interpelasi yang disepakati Dewan. Menurut Sekretaris Fraksi PDI-P, Hery Achmadi, keinginan Gus Dur itu merupakan taktik agar wakil rakyat tidak sempat membahas jawaban yang akan diberikannya. Sebab, tanggal 20 Juli adalah penutupan masa persidangan, sehingga anggota DPR tidak punya kesempatan lagi memberikan tanggapan atas jawaban Presiden. ----------------- soeL: waduh, penginnya sih ikutan bang Daniel, 'tuk nyenggol berita. tapi kok jadi mengsle gini sih? cobak ra-sodara, bayangkan. anggota dpr yang 500 kepala itu, harus memerlukan waktu sekian harikah buat ngebahas jawaban presiden atas pertanyaan yang hanya "minta klarifikasi untuk alasan pencopotan 2 orang menteri?" jangan-jangan benar prediksi semula, bahwa ada partai-nya orang bego, orang pinter, orang kota dan dagelan (sayang yang ini dipenalti oleh tim 11... padahal aku mau pilih lho... sumprit... buat lucu-lucuan... daripada senewen, mendingan nyeniwen) -------------------- ''Jadi penundaan itu hanya taktik. Sehari setelah Presiden memberikan jawaban, DPR reses. Pada masa reses, semua anggota melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah. Padahal, DPR perlu membahas jawaban Presiden,'' tegas Hery, kemarin. --------- soeL: eit.... maap atas pernyataan di atas.... ooo jadi semasa reses itu anggota daerah eh salah anggota dpr-nya langsung tourney kunjungan kerja ke daerah-daerah ya? lho apa hubungannya antara kunjungan kerja dan jawaban presiden? kok lucu sih? ---------------------- Hal senada dikemukakan Ketua MPR Amien Rais. Dia menganggap penundaan kehadiran Presiden sebagai taktik saja, sehingga DPR tidak bisa memberikan tanggapannya atas jawaban Presiden. ''Tanggapan memang bisa diberikan pada masa persidangan berikutnya, tetapi sudah tidak lucu lagi,'' katanya. ----------------- soeL: nyang ini mah sudah cair katanya. kemarin waktu pembukaan muktamar muhammadiyah. malah rangkul-rangkulan segala kok. sampai aku dlongop baca beritanya.... kok gini sih... tiwas ikutan emosiong and erosiong... ---------- DPR berniat menggunakan hak interpelasinya Kamis (13/7) mendatang, menanyakan alasan Presiden memberhentikan Laksamana Sukardi selaku Meninves/Pendayagunaan BUMN dan Jusuf Kalla sebagai Menperindag. Karena itu, Gus Dur diminta datang pada hari yang sudah dijadwalkan itu. Namun pihak Istana Negara menolak, dengan alasan kesibukan Gus Dur yang cukup padat. Ketua DPR Akbar Tanjung kemudian minta pertimbangan para ketua fraksi mengenai permintaan penundaan kehadiran Presiden itu. ------------ soeL: semustinya, presiden memperhatikan rakyat lho. kan DPR itu kumpulan para wakil RAKYAT? mahap... mahap kalau keliru. ---------- Datang Sendiri Sedangkan Ketua DPR tak mempersoalkan tanggal pelaksanaan, asal Gus Dur mau datang dan menjawab sendiri pertanyaan DPR. Dia berharap Presiden tidak mewakilkannya kepada salah seorang menterinya. ''Selesai menjawab, ya selesai. Sisa persoalan pun tidak sampai dibawa-bawa ke sidang umum tahunan MPR (Agustus 2000). Tetapi kalau urusan ini tidak selesai, bisa-bisa masalah ini akan terbawa-bawa ke sidang tahunan,'' tuturnya. --------- soel: emmm.... lha ini ada lagi pernyataan anggota DPR yang nyleneh. kalo gitu, boleh dong asal njawab... hehehee. --------------- Kalau Fraksi PDI-P menolak permintaan penundaan kehadiran Presiden Abdurrahman Wahid, Fraksi Partai Golkar justru menerima. Menurut salah seorang anggotanya, Ariady Achmad, fraksinya bisa menerima penundaan itu. ''Kalau Presiden memang meminta kedatangannya ke DPR ditunda, ya harus diterima dan kita dengar alasannya.'' Ariady minta kolega-koleganya di DPR agar berpikir secara jernih, objektif, dan rasional. Dia mengingatkan, DPR tak lebih kuat dari Presiden. ''DPR tak bisa menjatuhkan Presiden, karena itu tidak boleh mutlak-mutlakan dalam menentukan sikap dan jadwal interpelasi,'' tegasnya. Jika Dewan tetap ngotot dan tak mau mengabulkan permintaan Presiden, bisa jadi Gus Dur hanya akan mengutus salah seorang menterinya untuk memberikan jawaban. ''Namanya juga bertanya (interpelasi). Kalau dijadwal berarti ya sudah,'' kata Ariady. --------------- soeL: wakil rakyat yang bernama ariady ini kurang jelas kali pemikirannya. DPR itu kan wakil-wakil dari "demos". kamangka katanya negara ini pan negara demokrasi... ning embuh ding.. wong demokrasi itu juga macem-macem interpretasinya..... yang jelas, berhubung di dalam DPR sendiri jadi kayak gitu tingkahnya... maka maksud lebih jauh daripada "interpola(h)si(k) ini bisa ditengarai..... hehehee... artinya apa? ya embuh wis.. wong cuma penonton kok ikutan ribut ya? soel --- ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
