On Thu, 6 Jul 2000, [iso-8859-1] Fabian Bienjava wrote:
> fb,
> apakah ada media yang partisan mas wam ?
> apakah ada media yang menghindari memuat berita yang mungkin menjelekkan
> bossnya ?
> apakah ada berita yang hobi mengkspose kejelakan lawan pulitiknya ?
WAM:
Pertanyaannya kebalik. Mestinya: adakah media yang tidak partisan?
Saya yakin, jawabannya, enggak ada. Dengan berbagai definisi, semua media
adalah partisan. Dulu, saya sempat mimpi ingin melihat media yang non
partisan semua. Mimpi itu sudah saya buang. Dan syah-syah saja dalam alam
demokrasi ini media bersifat partisan. Pertanyaannya: apakah semua media
yang partisan itu semua beritanya sampah? Saya ragu. Bagaimana pun pasti
masih ada berita yang genuine.
> apakah itu berlaku pada adil, tekad, republika, kompas, tempo, detak atawa
> yang lainnya,
> jika ada nama media tersebut melakukan ketiga hal diatas,
> apalagi hampir semuanya mengarah ke situ,
> pantaskah saya menyebutnya media ini antek si itu ?
WAM:
Bukan saya yang menyebut media A atau B itu antek si A atau B. Kalau pun
itu benar, dengan berangkat dari premis bahwa semua media itu partisan,
terus kenafa? Apakah hanya media tertentu saja yang boleh partisan atau
menjadi antek seseorang?
> terlepas dari berita yang sama ditulis juga di media lain,
> dan kemungkinan besar bagi media partisan adalah,
> menuliskan berita dengan sudut yang menguntungkan bossnya...
> siapa yang mau membantah ?
WAM:
Betul.
Dan saya melihat, semua media melakukan pembiasan itu. Hatta media yang
katanya tidak bias.
> ---
> Saya sepakat, jika Sofyan Wanandi benar memberikan dorongan mbah
> Dur untuk menangkapi orang-orang kritis, memang cina satu ini yang mesti
> pertama kali ditangkap. Akan banyak saksi, para menteri yang ikut dalam
> sidang ekonomi saat itu, yang pasti mau bersaksi bahwa ide itu berasal
> dari mantan ketua PMKRI ini.
> soal tangkap menangkap, ya bolah boleh saja,
> saya setuja setuju setaja...
> namun kenapa dia ditangkap kan perlu ada alasaanya to , mas ?
> wis to usula siapa aja pendukung gus dur ditangkap,
> boleh.....
WAM:
Benar. Bahwa yang mengusulkan penangkapan tanpa alasan (dan bukti, itu
yang lebih penting) adalah biadab. Jika ukurannya adalah demokrasi. Namun,
jika ukurannya adalah mumpung berkuasa, ya semua jadi benar. Sayangnya,
presiden saya justru mengatakan suruh tangkap banyak orang tanpa bukti.
Dan adakah kroni presiden yang berani meluruskan pernyataan ngawur ini?
Nggk ada! Sepanjang yang saya pernah dengar dan baca (bisa saja saya
salah) tak ada kroni presiden yang membantah.
> WAM:
> Tanya sama mbah Dur sajalah.
> Pada saat sujud, tidakkah dia merasa berdosa, sudah sering kali
> menyebarkan fitnah yang nggak ada buktinya? Bisa jadi, mbah Dur lupa.
> Seperti yang pernah saya baca, salah satu efek orang yang terkena stroke
> adalah ketidakmampuannya untuk mengingat apa saja yang pernah
> dilakukannya. Bisa saja mbah Dur tidak secara sengaja ingin memfitnah. Dia
> cuma lupa. In that case, wajar kalau kasehatannya diperiksa.
> fb,
> dari awal memang semua orang sudah tahu
> bahwa kesehatan gus dur tidak dalam kondisi prima,
> bukan hanya matanya tetapi juga yang lainnya,
> namun justru saya percaya,
> bahwa kesehatannya sekarang jauh lebih baik,
> daripada dulu sebelum jadi presiden :-)
> ya karena ada anggaran kesehatan yang cukup...
WAM:
Sebenarnya, bukan masalah kesehatan fisik yang dipermasalahkan.
Dari dulu orang juga paham, mbah Dur agak kurang pengllihatannya.
Justru pola pikirnya (yang terbaca dari ucapannya) itu yang sering
dianggap aneh. Perkara secara fisik jadi lebih sehat, bisa jadi benar.
> soal memori dan yang lainnya,
> ya mungkin saja bener......
> yang aneh teteplah,
> orang yang membuat gus dur terpilih,
> dan kemudian ngojok-ngojkin orang lain untuk memasalahkan kesehatannya...
WAM:
Yang membuat Gus Dur terpilih adalah Poros Tengah, Golkar dan PKB. Golkar
dan Poros Tengah sudah mengkritisi mbah Dur. PKB justru semakin menjadi
pengekor.
> tetapi soal komitmen terhadap kebaikan orang banyak,
> sekarang ini ya mendingan lek dur, tah.......
WAM:
Amat subyektif sekali penilainnya.
Anda boleh berpendapat begitu. Tapi, saya punya pendapat sendiri.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!