>Jumat 14 Juli 2000
Forum Aliansi Partai Islam
Dua Pilihan untuk Abdurrahman Wahid
Jakarta, Kompas
Forum Aliansi Partai-partai Islam (FAPI) menyatakan, Presiden
Abdurrahman Wahid mempunyai dua pilihan, yakni mundur dengan sukarela
atau terus berkuasa. Bila memilih terus berkuasa, Abdurrahman Wahid
harus mengubah sikap, dan lebih sering mengajak Ketua DPR, Ketua MPR,
tokoh-tokoh partai politik, dan tokoh masyarakat yang independen untuk
berbicara.
Hadir dalam pembacaan pernyataan tersebut, antara lain, Ketua FAPI
Prof Dr Deliar Noer....<delete>
Disebutkan, jika Abdurrahman Wahid memilih terus menjadi presiden,
perlu sekali perubahan sikap pada dirinya. Selain diminta untuk tidak
membuat pernyataan yang kontroversial, Abdurrahman Wahid juga diminta
agar mengoordinasikan kabinet dengan lebih baik, menyusun pedoman
kerja dan program besar kabinet, serta mengefisienkan dan
mengefektifkan kerja kabinet. Caranya dengan menghapus menteri negara
dan menteri koordinator yang terasa mubazir.
Selanjutnya, Abdurrahman Wahid harus mewujudkan otonomi daerah dengan
merealisasikan UU No. 22 Tahun 1999 dan UU No. 5 Tahun 1999. Khusus
untuk Aceh, perlu diadakan restrukturisasi sistem pemerintahan yang
senada dengan tuntutan UU-Nagro Aceh Darussalam.
Terakhir, Abdurrahman Wahid diminta mengingat bahwa dukungan yang
lebih ikhlas dapat diharapkan dari kalangan Islam. "Gus Dur sebaiknya
memperkuat kedudukan Islam, antara lain dengan lebih melibatkan
tokoh-tokohnya, mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah umat
Islam," katanya
------------------
soel:
wah... wah.. aku heran betul sama buah pikiran pak prof. noer ini.
hehee... alih-alih menginginkan gusdur lengser, terus cari alasan,
seandainya gusdur mundur sukarela, maka megawati yang wapres
tidak langsung jadi presiden, karena mundurnya presiden tidak konsti-
tusional.... (lha terus yang konstitusional itu yang gimenong?)
lhucunya lagi, FAPI ini terdiri atas 12 partai yang total kopral
memperoleh
3.64 prosen suara waktu pemilu. menurut aturan yang disepakati
bersama,
kudune... harusnya anasir FAPI ini tidak usah lagi ikutan mejeng...
apalagi, mengultimatum presiden dengan 2 pilihan....wiiiiih ampuh
be'eng?
yang paling bagus adalah alinea terakhir. hahahaaa.. pak prof ini
ikutan bersenjatakan "mayoritas". kamangka ke-12 partai FAPI
yang kebetulan berazas mayoritas pun hanya dipercaya oleh
3.64% pemilih untuk diwakilinya di kancah legislator. kalo
gini ini dibilang "mlungker" boleh ndak ya? lha witikna...
dulu beralasan-kan keagamaan pada bersikap ABM..
ikutan pilih GD. eeee sekarang mau ABGD... lho kok
dulu ABM... akhirnya kembali keluar aji pamungkas
MAYORITAS.... lak ngaten to nggih?
soeL
-----
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!