----- Original Message -----
From: "Daniel H.T." <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, July 15, 2000 11:10 AM
Subject: [Kuli Tinta] Senggolan Berita 150700 (3)


* Celetukan Wimar (detik.com 15/7/00)
Kali ini benar omongannya
Kompas: Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono meminta Panglima
TNI
Laksamana Widodo AS dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal
Tyasno
Sudarto untuk menindak tegas semua anggota TNI, khususnya dari
Angkatan
Darat, yang terlibat dalam kerusuhan di Maluku dan Maluku Utara.
= Memang harus ditindak tegas. Tetapi, rasanya kalimat "ditindak
tegas"
seperti ini entah sudah berapa puluh atau malah ratusan kali kita
dengar di
semua urusan ... Termasuk kasus Ambon... bukan baru kali ini kita
dengar.
Lebih baik jangan banyak omong langsung saja bertindak.
----
ngesoel:
lha ya sulit to mas.
wong menterinya mintak kepada pala-staf angkatan darat.
ya siapa mau orang tua mengakui anaknya berbuat jahat
terus di-jeweri atau digebuki di muka umum oleh sang bapak
sendiri?

yaaa itu kan berarti menunjukkan kesalahan bapaknya juga,
sampai ada anak nakal nggak karuan. cerminnya lagi-lagi
yaaa pencopotan laksamana-kalla yang menghasilkan
ngenter-agustusan-polahsik kepada gusdur itu. mana
ada seorang bapak rela mengakui anaknya bertabiat jelek
di muka umum? kalau perlu yang membawa bukti-pun
ditawari apa-kek-apa, biar tidak ngroweng.

lha kok kebetulan ada orang tua angkat yang ngroweng,
setelah penyampai bukti minta bahwa pernyataannya
untuk konsumsi dalam (rapat tertutup atau tertutup
rapat.....). ah, tinggal nunggu 5 hari lagi kan, buat
mengetahui duduk-persoalan atau dodok-selehe
perkoro.....

wong jelas-jelas sekarang ini banyak yan ingin mengimpis
presiden. meski kudu pakai bumbu-bumbu penyedap,
agar rakyat tidak langsung marah.... (hehehe, mungkin).
ada yang bilang, sebagai anggota poros tengkuk, kami
tidak ingin menjatuhkan gusdur, tetapi itu semua bukan
salah kami, tapi salah dia sendiri.... bukan tengkuknya!

ada lagi yang bilang, kalau tetap ingin melanjutkan kekuasaan
ya harus berubah total.... (lho ini malah maksa...).
yang lucu lagi ketua dpr misuh-misuh, gara-gara
(katanya lho) GD tidak menganggap penting pertemuan
4-sekawan (4 memang sekawan ya?). padahal di beberapa
media yang sempat tak baca, GD nggak bilang tidak
penting, justru menyatakan "masak orang 209 juta kok
menggantungkan pada 4 orang, jelas ini yang salah.
diapa-apakan tetap salah, makanya mari menyelesaikan
bersama"......(gitu kira-kira..wong nggak apal). juga di
suatu koran, GD menyatakan bahwa sekarang sedang
masuk alam demokrasi, sehingga semua sedang belajar.

lho berarti kan ngajak belajar bersama... atao studi-klub
lah.. bisa lah dibayangkan bila dalam suatu club-study
itu ada anggota yang merasa bener terus, merasa lebih
terus, dan konyol-nya lagi kalau ada yang gampang
menyalahkan kawan satu club, membela kawan satu
click.... hehehee

soeL
-------









->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke