----- Original Message -----
>  Message-Id: <a04320400b5a237664657@[32.100.84.37]>
>  To: [EMAIL PROTECTED]
>  Cc: [EMAIL PROTECTED]
>  From: Tigun Wibisana <[EMAIL PROTECTED]>
>  Date: Mon, 24 Jul 2000 14:46:39 -0500
>  Subject: [arek-suroboyo] Gogoboys dalam gedung pertunjukkan DPR-RI
>  
>  Gedung Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, ternyata telah berubah 
>  menjadi sebuah gedung pertunjukkan tari telanjang khusus kaum homosex 
>  berbaju elit politik.
>  Irama musik dangdut yang begitu menggelegak, mengantarkan para 
>  'gogoboys' ( penari telanjang pria) menari-nari tanpa busana 
>  dihadapan para pensiunan diktator orde baru yang setengah mati 
>  mencoba mengereksikan kelaminnya yang sebenarnya sudah lumpuh 
>  termakan usia uzur.
>  
>  Celebrities gogoboys macam Akbar Tanjung, Amien Rais, Ahmad Sumargono 
>  dkk dengan asyiknya menari-nari di atas panggung dan melemparkan 
>  (maaf) pantatnya tinggi-tinggi ke-udara, agar bisa dinikmati oleh 
>  sang pataq warak Suharto dan militernya demi melepaskan 
>  desakan-desakan biologis yang telah membludag hingga ubun-ubun.
>  
>  Tehnik-tehnik malu-malu keledai ( lebih canggih dari malu-malu 
>  kucing) yang diumpankan oleh sang superstar Akbar Tanjung, 
>  sesungguhnya justru amat mudah kita cerna sebagai tehnik; Kularikan 
>  pantatku, kejarlah daku.
>  Dengan tanpa malu Akbar Tanjung seolah-olah mencampakkan Suharto dari 
>  sejarah Golkar, yang sebenarnya adalah sebuah sandiwara besar bagi 
>  kita semua, agar Suharto dan militernya ( baca neo TNI) semakin 
>  penasaran untuk segera menyetubuhi sang superstar ini.
>  Sama persis seperti yang pernah dilakukan oleh Amien Rais tempo hari, 
>  demi mempecundangi para mahasiswa yang sedang marah terhadap 
>  pemerintahan militer Jendral Besar Suharto.
>  
>  Begitu pula Suharto yang seolah-olah segan menonton tarian telanjang 
>  Akbar Tanjung, langsung dipentas 'Golkar Nude Show' beberapa hari 
>  lalu di Jakarta. Padahal kita tahu, beliau ini justru asyik menonton 
>  lewat siaran televisi khusus dirumahnya, sambil mengelus-elus 
>  kelaminnya, tak sabar menunggu kedatangan penari istimewa Akbar 
>  Tanjung yang sebentar lagi muncul tanpa busana di-depan gerbang 
>  istana Cendana.
>  
>  Lalu apa imbalan yang diinginkan oleh Akbar Tanjung dan Golkarnya 
>  untuk semua tariannya ini???
>  
>  Jelas 'UANG dan KEKUASAAN' yang sudah pasti!!! Ini karena sang 
>  superstar ini masih memperhitungkan, bahwa simpanan ringgit emas 
>  Suharto dan militernya masih menentukan tegaknya sejarah orde baru 
>  (orde Golkar) di-bumi nusantara ini. Selain juga, bahwa hidupnya 
>  bakalan menghadapi kehancuran jika ia tak lekas menyadari, bila 
>  Suharto dan militernya terjeblos ke dalam pengadilan rakyat Indonesia.
>  Untuk itulah ia harus menyelamatkan diri lebih dulu, sebelum dihabisi 
>  tangan-tangan kotor mafioso Cendanalia ( Sicilia baru di Asia) 
>  lantaran tak mau mengorbankan pantatnya untuk disodomi sang pataq 
>  warak.
>  
>  Sang superstar ini tak hanya mimpi bisa dinikmati oleh sang pataq 
>  warak Suharto dan militernya saja, namun ia juga memimpikan akan 
>  dekapan hangat para hidung belang Capitol Hill dibawah bayang-bayang 
>  Henry Kissinger dkk yang ringgit emasnya sangat berkilauan dimata 
>  beliau. Henry Kissinger sang pesuruh setia kerajaan Inggris yang 
>  sebenarnya adalah dalang dari segala dalang pertunjukkan wayang 
>  ekonomi dunia.
>  
>  Tidak hanya Akbar Tanjung dan Amien Rais saja yang tak menyadari akan 
>  bencana yang sedang menghadang ekonomi Paman Sam yang selama ini 
>  menulang punggungi pemerintahan Suharto dan militernya. Suharto dan 
>  militernyapun juga tak menyadari sedikitpun tentang hal ini. Tentang 
>  kehancuran Wall Street yang kelihatannya tak akan lama lagi. Dan ini 
>  akan menjadi bencana yang akan semakin menindih negara-negara 
>  berkembang semacam Indonesia.
>  Mental pelacur yang menyelubungi jiwa mereka lebih pekat dari pada 
>  kemauannya untuk bisa melepaskan diri dari bencana.
>  
>  Tanpa rasa malu sedikitpun, Akbar Tanjung, Amien Rais, Ahmad 
>  Sumargono dan kawan-kawan menari telanjang dalam pesta pora gedung 
>  DPR. Sementara Ambon, Poso dan pelosok-pelosok Indonesia lainnya 
>  banjir darah, lantaran berebut untuk bisa menonton tarian telanjang 
>  para gogoboys ini.
>  
>  Ya Tuhan, kenapa Engkau tak pernah biarkan kami menghirup nafas segar 
>  sedikit saja?
>  
>  Merdeka,
>  G.Wibisana
>  IPS - USA





_______________________________________________________
Say Bye to Slow Internet!
http://www.home.com/xinbox/signup.html


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke