On Tue, 25 Jul 2000, Abdullah Hasan wrote:
> Kalau semangat dan "sense of crisis" seperti ini lahir tidak telat dan
> terlambat. Bila lahir setelah orang-orang dengan agama tertentu dibunuh
> digorok habis-habisan waktu sembahyang idul-fitri. Bila lahir segera setelah
> sebuah pesantren seisinya dibabat bagaikan hama wereng. Bila ketika sejuta
> orang demonstrasi meminta kesungguhan gus dur juga dianggap manusia meskipun
> agamanya lain dengan orang eropa yang maju......
> Apakah semuanya bakal berlarut seperti ini ?
WAM:
Setuju.
Jika pada, awalnya, semangat rasisme (anti BBM) dan SARA (anti agama
Islam) tidak dibiarkan, apakah mungkin Maluku akan hancur-hancuran seperti
saat ini? Di tengah kesedihan, saya hanya berharap bahwa masyarakat akan
menyadari bahwa menyuburkan semangat rasisme dan SARA hanya akan
menyusahkan semua orang.
Saya sepakat, kenapa segala macam _teriakan_ itu baru dilakukan sekarang?
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!