>Poirot:
>
>Kalau ini diteruskan akan jadi debat kusir.
>Yang jelas, you miss my point. Yang saya maksud
>adalah kesiapan bertempur yang dimiliki oleh
>pasukan perdamaian. Termasuk kesiapan tempur
>yang dimiliki LJ.
>Soal pemihakan LJ ke golongan muslim di Maluku
>saya nilai sebagai tindakan yang tepat.
>Apakah Anda berharap LJ datang ke Maluku dengan
>bermanis muka ke daerah yang dikuasai pasukan Merah,
>terus melakukan kegiatan sosial di sana?
>Menurut saya, tindakan itu menyalahi hukum common sense.
>Sebelum sempat bertugas, LJ sudah habis digorok pasukan
>merah. Ingat perwira-perwira muslim yang senjatannya
>diminta Pangdam. Beberapa jam kemudian mereka ditemukan
>tewas. Padahal by nature, tentara bersikap netral.
>Kasus Maluku dengan LJ-nya menunjukkan bahwa muslim
>Indonesia tak bisa mengandalkan perlindungan dari
>pemerintah. Dan oleh karenanya LJ mengambil inisiatif
>melindungi saudaranya.
>Ada saatnya seorang muslim membantu siapa saja tanpa
>harus melihat latar belakang orang yang dibantu. Tapi
>ada saat tertentu seorang muslim harus berpihak. Dalam
>kasus perang bernuansa agama spt di Ambon, keberpihakan
>LJ ke muslim Maluku adalah tindakan yang tepat.
>Wassalam,
>+++Poirot
>
>_____________________________________________________________________

Benar sekali bila diteruskan akan kembali menjadi
debat berkepanjangan tak berujung, walaupun pangkalnya
jelas, yi. keabsyahan pengiriman Lasykar Jihad ke kepulauan
Maluku. Dan salah kalau itu menjadi debat kusir, karena
yang berdebat bukan kusir sama sekali.
Hanya saja saya yang menggunakan pikiran bodhon ini,
tetap saja bertanya-tanya, mengapa tindakan pengiriman
atau lebih dulu pembentukan LJ itu sepertinya mengingkari
beberapa hal. Terutama sikap bersahabat dari tokoh-tokohnya.
Bukankah tidak mustahil, seandainya dahulu diadakan pembicaraan
baik-baik dengan seluruh pemuga agama, bila memang krisis
Maluku diindikasikan bernuansa agama?
Bukankah telah dengan lantang, beberapa tokoh LJ mengemukakan
bahwa LJ semata-mata untuk berdakwah dan kegiatan sosial?
(walaupun saya tetap bertanya-tanya tentang imbangan atau
rasio jumlah pendakwah dengan ummat sasaran yang akan
didakwahi).
Sementara saya tetap dalam kekhawatiran bila seandainya
muncul lasykar tandingan dari "pasukan merah". Betapa
akan muramnya dunia keagamaan di Indonesia. Apakah tidak
ada jalan lain selain membalas kekerasan dengan kekerasan
yang lebih intens, hanya dengan berpegangan kepada ketepatan
dari suatu pihak?


Gondo Maruto

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke