On Wed, 26 Jul 2000 14:59:39 +0700, [EMAIL PROTECTED] wrote:

>  WAM:
>   Saya menganggap jawaban romo Magnis (apa
>  saya mampu?) hanya sebagai cara menghindar. Kenapa dia tidak menjawab
>  _mau!_. Rasanya jahat sekali menolak permintaan tolong untuk
>  menyelamatkan nyawa-nyawa yang (mungkin sekali) masih berkesempatan
hidup.
>  
>  
>  Penilaian atau anggapan yang didasarkan atas kebencian seringkali
>  menghasilkan sesuatu pernyataan yang menyimpang.
>  
>  Begitu juga diskusi ini, kalau anda mau membuka diri sedikit dan mau
melihat
>  keluar tanpa kebencian, tentunya akan menghasilkan diskusi yang lebih
>  baik,....sukur-sukur ada kata sepakat.


Jawaban Romo Mangun saya nilai sebagai sebuah penyampaian rasa
kerendahhatian seorang rohaniwan, yang ingin menyatakan, bahwa beliau sama
sekali tak ada artinya (dibanding masalah Maluku yang begitu besar). Jika
melihat dengan sedikit awas, maka jika sekaliber Romo Mangun saja berani
menyatakan 'apa saya mampu', maka berarti masalah Maluku bukan masalah
enteng, sehingga kita harus mencari jawaban pertanyaan tersebut kepada sosok
yang 'lebih tinggi' dari Romo Mangun, dari segi kekuasaan dan kekuatan,
untuk meredam kasus Maluku. Pernyataan Romo Mangun, jika diucapkan sekarang,
maka bisa berbunyi 'apa saya mampu, wong Darurat Sipil saja tak bisa segera
menyelesaikan kasus Maluku tersebut'. yang menurut teman Jawa saya, Paido,
bisa ditambahi dengan 'wong nyuruh pulang Laskar Jihad saja alotnya
keliwat-liwat, kok'.

Jawaban Romo Mangun jelas menunjukkan kerendahhatian. Ini beda dengan 'maaf,
sedang repot, kok', yang punya makna 'sebenarnya mampu, cuma karena lagi
repot, ya sorry, lah...'





_______________________________________________________
Say Bye to Slow Internet!
http://www.home.com/xinbox/signup.html


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke