Hercule Poirot wrote:

> Tadinya saya berharap di milist ini ada diksusi yang
> mengarah "how to" bila ada problem yang dihadapi.
> Saya tidak tahu apakah ini karena kita-kita ini tak
> memiliki kemampuan untuk berdiskusi yang mengarah
> ke "how to" atau karena kita memang tak memiliki
> kemauan untuk itu.
>
> Wassalam,
> +++Poirot

Kan memang tidak semua yang disini (dan di milis2x lain) benar2x mencari diskusi
yang mengarah ke "how to" seperti yang anda harapkan. Kebanyakan mungkin malah
seneng suloyo-nya aja. Bahkan pernah ada yang menulis, ada disuatu milis yang
setelah copy darat, diskusinya jadi kurang greget. Jadi benar2x cuma seneng
"berantem" kan? Atau seneng ngliat (membaca) orang berantem. Tapi itu kan nature
kita sebagai manusia. Kalau nggak masa jaman dulu ada panggung gladiator segala.
Cuma sekarang berhubung kita berusaha lebih civilized, ya pake olah ragalah,
misalnya tinju. Dalam hal yang lebih halus bertengkar mulut lah. Yang lebih
kecil lagi resikonya, pake email, di milis2x.

Jadi kalau anda mas Poirot, mengharapkan diskusi yang jelas arah dan tujuannya,
ya kita aja yang mesti pintar2x memilih, komentar siapa yang mesti kita baca
dengan serius, dan yang mesti dengan santai. Tergantung tujuan anda baca email
itu apa kan? Kalau semua diseriusin ya repot kan, jadinya ntar cap2x an, antek2x
an, dlsb.

Tapi ditempat lain, misalnya Siyasah, saya lihat anda jarang komentar, padahal
tulisan disana sering serius. Padahal saya berharap lho, anda diskusi disana,
sekali-kali. Karena terlalu homogen? Yang heterogen, Perspektif juga ok - dan
lebih serius, ada Pak Wimar Witoelar nya lagi, yang bisa sekali-kali men-judge
tulisan anda nggak bermutu, atau memuji  ;-).




->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke