Assalamu'alaikum Wr.Wb. Tragedi kemanusiaan yang memilukan. Pemerintah harus bisa segera turun tangan. Kalau jumlah pengungsi hanya 10 orang, secara individu kita-kita yang terketuk hatinya bisa menampung mereka... tapi ini ribuan. what can we do sahabat? jangan lihat agama mereka, tapi lihat masa depan mereka. Wassalam, +++Poirot Senin, 31 Juli 2000 3.000 Pengungsi Ambon Ditolak Masuk Irja 8 Berniat Mengungsi ke Luar Negeri Jayapura, Kompas Setelah ditolak di Irian Jaya (Irja), sekitar 3.000 pengungsi Ambon >yang menumpang Kapal Motor (KM) Dobonsolo memutuskan akan berjuang >mengungsi ke luar negeri. Di tanah kelahirannya mereka merasa tidak >aman, di propinsi lain ditolak. Karena itu, tidak ada pilihan kecuali >mengungsi ke luar negeri. Penolakan pengungsi Ambon di Irja ini dilakukan oleh masyarakat bersama Satuan Tugas (Satgas) Papua. Di Sorong, Jumat (28/7), KM Dobonsolo juga dilarang merapat oleh masyarakat. Sementara itu, Sulawesi Utara juga telah menyatakan tertutup untuk pengungsi, karena bebannya sudah terlampau berat. Wakil Gubernur Sulawesi Utara Freddy Harry Sualang kepada wartawan, Jumat, melukiskan sulitnya kehidupan sekitar 30.000 pengungsi asal Ambon, Maluku Utara, dan Poso (Sulawesi Tengah) di Sulut. "Sulut kini tertutup bagi pengungsi baru. Untuk jadi tempat transit bisa, tetapi ntuk tempat tujuan, tidak lagi. Sebab kondisinya tidak memungkinkan agi," kata Wagub. Khawatir mengimbas Di Jayapura, ratusan warga bersama Satgas Papua juga menolak dengan mengadakan unjuk rasa di Kantor DPRD. Mereka khawatir kerusuhan serupa akan mengimbas ke Irja, karena dikabarkan orang-orang yang membuat onar di Maluku akan datang ke Irja. Orang-orang dari pedalaman turun ke kota dengan membawa bersenjataan untuk melawan. Penolakan yang sama juga terjadi di Biak dan Manokwari. Sampai semalam, KM Dobonsolo masih di Pelabuhan Jayapura, tanpa menurunkan pengungsi. Kapal hanya mengisi bahan bakar, air minum, dan bahan pangan. Dari sana, KM Dobonsolo akan kembali ke Jakarta dengan melalui rute Biak-Manokwari-Sorong-Ambon-Kupang-Benoa (Denpasar)-Surabaya-Jakarta. Nasib 3.000 pengungsi Ambon yang masih tetap berada di dalam kapal belum diketahui. Saat ini ada sekitar 30.000 pengungsi Ambon dan Maluku yang telah berada di Irja. Wakil pengungsi, Hengky Hattu, kepada Wali Kota Jayapura MR Kambu dan Kepala Polres Jayapura Superintendent Daud Sihombing di dalam KM Dobonsolo, yang berlabuh 300 meter dari Dermaga Jayapura, Minggu, mengatakan, warga Ambon sangat malu. Ini bukan kesalahan warga Irja tetapi kesalahan elite politik di Jakarta. "Kami minta maaf kepada seluruh masyarakat Irja karena telah mengganggu ketenteraman warga. Kami, sejak awal, tidak bermaksud mengungsi ke Irja tetapi hanya menjadikan Irja sebagai transit untuk ke Bitung, Tual, dan daerah lain di Maluku. Perjalanan melalui darat di Ambon tidak memungkinkan lagi karena ada wilayah-wilayah yang tidak boleh dilalui kelompok dari aliran lain," kata Hattu. "Di daerah sendiri kami tidak aman karena elite politik sedang bermain memperebutkan kekuasaan. Antara Kristen dan Islam diadu domba. Karena di daerah lain kami ditolak, kami memutuskan meminta bantuan luar negeri," tambah Hattu. Wali Kota Jayapura Kambu mengatakan, "Kami hanya menyampaikan amanat dari Pemda Irja dan masyarakat untuk menolak pengungsi. Pengungsi dipulangkan ke daerah asal atau ke NTT, Poso, dan Jakarta. Kami sudah hubungi propinsi-propinsi ini. Mereka bersedia menerima." Sony Krisipi, wakil mahasiswa Irja di Ambon yang mendampingi pengungsi dalam KM Dobonsolo, mengatakan, jika menolak warga Ambon, bagaimana dengan 1.000 warga Irja yang ada di Ambon, termasuk para mahasiswa. Krisipi mati-matian memperjuangkan pengungsi turun dari kapal. Namun, tetap ditolak Wali Kota Kambu. "Soal warga Irja di Ambon akan dibicarakan kemudian," kata Kambu. Sekitar dermaga, ribuan warga Irja memasang spanduk dengan tulisan "kami menolak pengungsi Ambon". Mereka juga mengancam para pejabat, termasuk wali kota, jika menerima para pengungsi. Di dalam KM Dobonsolo, Kambu mengumumkan bahwa ada tiga kelompok penumpang KM Dobonsolo. Pertama adalah penumpang dengan tujuan Sorong. Kedua penumpang dengan tujuan Jayapura. Ketiga adalah pengungsi asal Ambon. Kategori pertama dan kedua diturunkan di Jayapura. Penumpang Sorong akan melanjutkan perjalanan dengan KM Umsini, Senin. Sedang pengungsi Ambon tetap berada di dalam kapal. Air bersih, makanan, dan kebutuhan lain akan dipenuhi. Di dalam KM Dobonsolo, sekitar 5.000 penumpang termasuk pengungsi tampak lesu, capai, dan tak berdaya. Sebagian di antara mereka sedih bercampur malu melihat sosok orang Irja yang masuk ke dalam kapal. Mereka umumnya mengungsi setelah kampung-kampung di Ambon yang tadinya aman tiba-tiba diserang. Rumah mereka dibakar, termasuk segala harta benda, pada malam hari. "Kami lari hanya mengenakan pakaian di badan. Tidak punya apa-apa lagi di Ambon," kata Ny Maria Sopalase sambil menangis. Ny Niken Nusipati asal Kampung Unipukan, Ambon, bersama lima anaknya menuturkan, ada pengungsi anak-anak yang diturunkan di Sorong, Manokwari, dan Biak tetapi orangtuanya masih di dalam kapal. Ada pula pengungsi yang meninggal dan melahirkan di kapal. (kor/fr) ------------------------------------------------------------------------ ________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
