Sebagian sudah dijawab oleh SKT (kayak rokok), bahwa
ada keserakahan dan hawa nafsu. Sebagian keserakahan
itu dirupakan dalam bentuk gila kekuasaan dan kekayaan
secara instan, potong kompas. Akibatnya bisa ditebak,
main injak sohib sendiri, tanpa peduli.

Gambaran seorang raja yang bisa mukti-wibowo
diejawantahkan dalam format-format yang mirip secara
komposisi, namun mini dalam size. Sikap mbalelo
menjadi hiasan sehari-hari, tak cuma masa lampau,
tetapi juga sampai kini. Kehidupan beberapa kelompok
preman yang berbingkai simbul-simbul resmi merupakan
pencerminan pelestarian feodal yang dicomot secara
mentah.

Kita pandai melihat, pandai mencontoh, dan
memadan-madankan semua replika tadi pada tubuh
sendiri. Sayang, tak pas. Hanya sekedar memindah wadag
tanpa ruh. Lihat pilar-pilar gaya mediteranian di
arsitektur rumah mewah, yang digabung dengan
arsitektur kebudayaan lain, yang seperti dipaksakan.
Yang penting semuanya mahal.

Sikap haus kekuasaan, yang diharapkan mampu menjadi
tumpangan untuk meraup kekayaan, sebagai upaya
pelanggengan keturunan, merupakan bagian dari bentuk
kekosongan jiwa, yang mudah disusupi oleh pihak lain
untuk bersikap instan. Kompeni berhasil memecah
kerajaan Jawa menjadi beberapa protholan, bukan?

Kegilaan akan kekuasaan membuat jabatan presiden, yang
cuma satu-satunya, pun jadi rebutan. Segala macam UU
pun dijadikan bulan-bulanan. Para legislator lebih
senang membuat aturan-aturan yang dimaksudkan untuk
lebih membesarkan kekuasaan dirinya, dibanding mencari
keseimbangan yang saling memperkuat proses menuju
kemajuan bangsa. Aturan SI, yang dibuat sedemikian
rupa, sehingga senjata-pamungkas ini tak sedemikian
gegabah dikeluarkan karena memang baru akan dipakai
untuk sebuah keadaan yang sudah fatal, dibuat dan
ditambah-tambahi, hanya karena mentang-mentang 'MPR
bisa berbuat apa saja', kata Ade Komarudin (Golkar).

Simbol-simbol kebesaran, akhirnya cuma tinggal masa
lalu, yang cuma bisa didongengkan. Jika 'Britain rules
the waves', maka 'Indonesia waves the rules'. Demi
mengejar kepuasaan sesaat, kita melupakan
sopan-santun, unggah-ungguh, dan ketrapsilaan. Bangsa
ini sudah menjadi salah satu simbol 'ke-barbar-an'
belaka. Sayangnya, sebagian dilaksanakan dengan alasan
agama.

GN
------------

--- �� <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mas Katon,
> 
> Kalau kita berhenti sebentar menengok ke belakang
> maka akankah
> kita bisa melihat titik belok (turning point) itu?
> Kekuatan-kekuatan apa yang membuat terjadinya titik
> belok itu?
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: Sukaton _ <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Thursday, August 03, 2000 9:07 AM
> Subject: RE: [Kuli Tinta] Fw:"Lawan Pihak Ketiga,
> Muslim dan
> kristen Perlu Bersatu."
> 
> 
> SKT:
> Mas HC ini menunjukkan salah satu keterbelakangan
> peradaban bangsa
> kita ini.
> Di negara-negara maju berperang dengan "otak" dalam
> hal high
> technology (cyberwar, dll.), ekonomi/ perdagangan,
> sedangkan di
> negara kita masih seperti jaman jahiliyah, perang
> menggunakan
> "otot", bakar-bakaran, bunuh-bunuhan.
> Negara-negara maju berperang melawan negara lain,
> sedangkan negara
> kita perang melawan saudara sendiri ibarat tangan
> menusuk kaki
> sendiri, apa tubuh nggak lumpuh?.
> Negara maju seperti Amerika, Canada, dll. telah
> begitu jauh
> menerapkan dengan baik azas keadilan diantaranya
> mengatasi
> ketimpangan mayoritas dan minoritas/ kaum marginal.
> Sebaliknya di
> negara kita minoritas dan marginal dijadikan
> bulan-bulanan dan
> jauh dari keadilan.
> Saya bingung, padahal (menurut sejarah) bangsa kita
> dulu pernah
> punya peradaban yang tidak kalah dibanding
> negara-negara lain.
> Lalu, kemana hilangnya? tenggelam ditelan
> keserakahan dan hawa
> nafsu? Mudah-mudahan ini menjadi PR buat kita-kita
> yang masih bisa
> menyumbangkan sesuatu buat bangsa kita ini.
> 
> 
> ------Original Message------
> From: "Her Canthuka" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: August 3, 2000 1:27:26 AM GMT
> Subject: RE: [Kuli Tinta] Fw:"Lawan Pihak Ketiga,
> Muslim dan
> kristen Perlu Bersatu."
> 
> 
> HC:
> Kemarin, saya menerima mail provokatif dari rekan
> saya yang sedang di Jepang. Posting itu dari
> seseorang
> yang mengaku sebagai Imam Masjid Nagoya. Judulnya
> "Mari Berjihad".
> ..........
> 
> Pusing bener sih sekarang ini. Lha wong Islam itu
> kata
> ustadz saya adalah RAHMAT dunia kok yang dipelihara
> malah nafsu perang? Kata ustadz saya tadi lagi,
> "Lihat
> lah bangsa yang seneng perang, mana ada yang maju?
> Bangsa Mongol, Portugis, Turki, Irak, Iran, Afghan,
> dll.. Apa kita mau jadi MONGOL ke-2?"
> Dalam hati aku bergumam, Lah kenapa bangsa Jepang,
> Jerman,Inggris dan Amerika kok maju terus ya,
> padahal mereka gemar sekali perang... atau karena
> sekarang mereka telah SEMBUH dari GILA PERANG?
> 
> Her Cumanthaka
> --------------
> 
> >SKT:
> >Weleh...weleh, lha selama ini kan berkoar-koar
> bahwa pertikaian
> di Maluku
> >karena konflik agama lha kok tiba-tiba sekarang
> ngoceh mereka
> disuruh
> >bersatu mana bisssaaa pak de?? Ini namanya tidak
> konsisten alias
> >menclas-menclos..., nggak usah atutlah PBB nggak
> bakalan campur
> tangan
> >beneran kok.
> >Lagipula pernyataan ini telah menafikkan usaha
> Laskar Jihad untuk
> berperang
> >di Maluku selama ini.
> >
> >
> 
> 
>
__________________________________________________________________
> ______
> Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at
> http://www.hotmail.com
> 
> 
> ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia,
> http://www.indokado.com
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
> LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> -----------------------------------------------
> FREE! The World's Best Email Address @email.com
> Reserve your name now at http://www.email.com
> 
> 
> 
> ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia,
> http://www.indokado.com
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
> LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia,
> http://www.indokado.com 
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
> LAKUKAN SENDIRI 
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 


=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Kick off your party with Yahoo! Invites.
http://invites.yahoo.com/

->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke