AMIEN dan SOEHARTO Sudah sekian hari Den Ragil lembur terus, hingga pagi hari habis subuhan kembali Lek Soel asyik ceklak-ceklik keyboard dan menthelengi monitor. Saya sendiri harus kerja keras menyambung hidup keluarga juragan, karena blas tak ada pendapatan lain selain dari "uncal nawala" project yang harus saya lakukan. Pulang-pulang, terlihat Lek Soel asyik memelototi monitor dan senyum-senyum sendiri. LO: Huuwarakadaaal... pagi-pagi cengar-cengir, ada apa Lek? LS: Wah seneng aku Le kalau baca berita yang begini ini... ini berita hari kemarin yang menulis sabda ketua MPR: "Saya kira kita sedang berpikir bagaimana sebaiknyalah. Toh kita sebagai bangsa harus bijak dan arif, tetapi harus tegas juga. Jadi saya sedang berpikir keras bagaimana caranya." Lho, bagus kan? Beliau berfikir keras mencari penyelesaian untuk kasus Bapak Soeharto? LO: Lho, kumat...ngrasanin Pak Amien lagi kan? LS: Ndak gitu, Le. Mau ndak mau kan Bapak Soeharto itu kan pernah memimpin bangsa Indonesia... 32 tahun lagi. Hampir sama dengan umur atau yuswane Den Ragil DR: Hayo.. ada apa, ngrasani aku itu...! (tiba-tiba Den Ragil datang tanpa sabawa... langsung nuduh) LS: Weleh.... ohayou.. gozaimasu... datang-datang tanpa cecala langsung nuduh.... jenengan itu, Den? LO: Iya. Kalau model sekarang perlu saya ajukan hak interpelasi saya sebagai orang yang dituduh ngrasani, biarpun jenengan itu "juragan", Den. DR: Hehehe... gak ngrasakna.... ngantuk-ngantuk pulang lembur, kok dirasani umur-umur segala. LS: Saya ndak ngrasani Juragan, cumak mau kasih contoh kepada Thole Oein itu lho Den. Bahwa Pak Amien ikut berpikir keras untuk mencari penyelesaian masalah Bapak Soeharto... DR: Woooo itu to? ya kalau gitu minta maaf deh.... Lha orang itu kan "sawang-sinawang" saja to mBah.... LO: Maksud njenengan? DR: Ya sudah jelas, orang lain kita lihat, kita ambil hikmahnya yang baik kita tiru, yang jelek kita singkiri. Bila perlu kita peringatkan, kalau memang kita tahu yang baik dan telah melakukannya sendiri... gitu lho. LO: Lha apa baiknya dari mBah Harto to Den? Wong sak negara pada misuhi dan ngelek-elek gitu kok.. LS: Le, kowe itu jangan ikut-ikutan aja to. Setidaknya Bapak Soeharto itu pernah dihormati, bahkan oleh pemimpin-2 bangsa dunia. Masalah sekarang jadi ladang "perngenyekan" dan "pemisuhan" yaaaaa jadikan saja penyebab bliau jadi gitu sebagai "kaca benggala" cermin besar menyikapi kehidupan. Terutama para linuhur yang sekarang dapat MANDAT memimpin bangsa dan negara... lak gitu to Den? DR: Hmmmm.... setuju..... Ah, seandainya kata-kata sampeyan itu didengar oleh para peserta ST MPR dua hari lagi itu, mBah... juga para banser, satgas atau apa saja yang ..... hehee... nggak jadi ah... Okayama, 6 Agustus 2000 mBah Soeloyo moderator [EMAIL PROTECTED] http://www.egroups.com/group/wjseto HP: http://io.spaceports.com/~wjseto ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke