mas agusss...
kalo merhatiin ungkapan meneer karrountel tentang
ning kopipah  dan posting meneer yang berjudul
naik-angkot itu aku jadi ingat mail ustadz-jawa ku begini:
"Hidup damai"
Banyak hadis yang secara eksplisit menegaskan bahwa
 orang muslim adalah orang yang tetangganya itu selamat
dari gangguan tangan dan lidahnya. Orang mu'min juga
begitu. Dan seruan untuk hidup damai ini ditegaskan
dalam 2:208, yaa ayyuhal ladziina aamanuudkhuluu  fis silmi
kaaffah. Memang ayat ini sering disalah gunakan dengan
makna  'wahai orang-orang beriman masuklah kamu ke dalam
agama Islam secara sempurna. Padahal di sini kata 'silm' itu
jelas-jelas hidup damai,  tapi dipelintir menjadi agama Islam.
Menurut surat 49 (al hujurat)  iman itu sudah lebih tinggi dari
islam, bagaimana mungkin orang  beriman diseru ke islam.
Berdasarkan sejarah, kata iman itu mewakili semua kelompok
(islam dan non-islam) yang setuju dengan perjanjian  yang dibuat
oleh Nabi Muhammad. Dengan demikian artinya adalah "Wahai
 orang-orang yang beriman (kepada kebenaran) masuklah kamu
semua (all of you/kaaffah) ke dalam kehidupan yang damai."
Hidup damai artinya  tidak saling bercerai berai atau bertikai.
Ingat, ketika ayat ini turun, tahun ke-2 H, Nabi sedang
melakukan
konsolidasi dengan seluruh penduduk yang tinggal di Madinah
dan sekitarnya, untuk menjaga diri dari serangan kelompok
Qureisy
Mekah. Karena itu dilahirkan Piagam  Madinah, yang mengajak
semua suku dan golongan untuk saling melindungi. Jadi, tak ada
hubungannya dengan memerintah orang-orang  beriman untuk
menjadi islam sempurna. (Sempurna yang kaya apa, he..  he... he.
Lha waktu itu baru tahun kedua hijrah.")...
------
tuh kan, emang aku setuju with your opiniong... bahwa
penafsir itu berbeda-beda. tinggal kita aja mau nggak
make tafsiran-2 itu atau nekat nafsir sendiri?
mangga ah... ti payeun....

soeL
-------



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke